Trending News

Blog Post

Interview With Guy Sebastian
Artist Interviews

Interview With Guy Sebastian 

Beberapa saat yang lalu, Creative Disc berkesempatan untuk mewawancarai Guy Sebastian, Australian Idol yang pertama, saat dia mempromosikan single “Like A Drum” miliknya, di Jakarta dan juga tampil di Indonesia’s Got Talent. Berikut wawancara kami dengan Guy.

Jadi, kedatangan kali ini adalah dalam rangka mempromosikan single “Like A Drum”, bisa cerita sedikit apakah lagu tersebut ditulis berdasarkan pengalaman pribadi?
Ya, berdasarkan pengalaman dan perasaan saya.. Video klip lagu ini cukup mewakili bagaimana dua anak kecil yang saling menyukai dan bertetangga, suatu saat harus berpisah. Ketika si anak perempuan harus meninggalkan kota tempat mereka tinggal, si anak laki-laki mengejar dengan sepedanya. Ini menggambarkan bagaimana seseorang amat sangat takut kehilangan dan berusaha mendapatkan kembali sesuatu yang hilang. Meskipun kita tumbuh dewasa, situasi mungkin sudah banyak berrubah, namun perasaan akan tetap sama sejak kita berusia 5tahun mungkin sampai 200tahun.

Bisa ceritain sedikit kenapa ada dua versi music video untuk Like A Drum?
Oh ya.. Salah satunya adalah video lirik lagu tersebut yang saya rekam sendiri di LA dan di Australia. Saya merekam beberapa fans yang memegang banner. Beberapa fans juga mengirim video dan foto mereka melalui twitter dan facebook. Saya senang dapat melibatkan fans dalam video ini, responnya sangat luar biasa. Dan versi yang satunya lagi adalah official music video.

Saya melihat di twitter, ada fans berusia 9 tahun yang menulis surat buat kamu. Bagaimana perasaan kamu saat membaca surat itu?
It’s very cute. Dia berasal dari Australia dan gurunya menugaskan untuk mengirim surat ke orang yang dia kagumi. Surat fans yang saya terima banyak sekali, tapi saya pikir usaha anak ini luar biasa. Dapat dibayangkan dia menulis berulang-ulang sampai akhirnya dia serahkan ke orangtuanya, untuk dilipat, dimasukkan ke dalam amplop dan mengirimnya. Karena sekarang saya sudah punya anak, hal ini cukup membuat saya emosional. Saya akan memastikan dan berusaha membaca dan membalas fanmail yang dikirimkan untuk saya.

Apa yang membuat single Like A Drum ini istimewa?
Sebagai lagu, lagu ini ditulis tidak hanya untuk dimainkan dengan gitar dan piano, saya senang menulis lagu yang beat-nya asik untuk dance. Struktur music pop sekarang sudah banyak perubahan sejak ada banyak efek, begitu pula dengan ballad dan up tempo. Lagu ini dapat dimainkan dengan seluruh band saya dengan gitar dan piano dengan perpaduan up tempo dan ballad.

Tema lagu yang berjudul “Get Along” adalah tentang mencintai orang yang berbeda. Apakah lagu ini ditulis berdasarkan pengalaman saat berkompetisi di Idol karena kamu merasa berbeda karena rambut afro kamu merupakan image kamu saat itu?
Tentu saja. Saya lahir dan dibesarkan dalam beberapa kebudayaan. Ibu saya lahir dan dibesarkan di India. Ayah saya keturunan Sri Lanka dan Portugis. Saya dibesarkan di Malaysia, lalu tumbuh remaja di Adelaide, Australia hingga akhirnya pindah ke New York dan Los Angeles. Saya bertemu banyak orang dengan latar belakang budaya, agama, dan seksualitas yang berbeda. Jika kita tidak bertemu atau kenal dengan orang-orang yang berbeda dengan kita, kita hanya akan menganggap mereka itu orang asing dan kita tidak peduli terhadap mereka. Lebih mudah untuk membenci daripada mengenal atau mencintai mereka. Orang-orang cenderung menilai orang dari apakah dia berkulit hitam, gay, atau Asian. Saya menulis lagu ini dengan harapan orang-orang akan melihat seseorang dari sisi kemanusiaan. Saya lelah melihat orang merasa benar dengan agama atau kepercayaan mereka, dan mengatakan; agama saya benar dan agama kamu salah. It’s arrogant, I think. Akan sangat damai jika kita bisa menghargai dan menghormati perbedaan agama dan kebudayaan ini.

Bagaimana perasaanmu saat tahu bahwa album kamu ini sukses di Amerika?
Pretty amazing! Saya sangat senang. Lagu saya sering diputar disana. Saya juga berkesempatan tampil di David Letterman, Jimmy Fallon, dan Conan. Saya juga pernah bertemu Oprah, dan dia meminta saya untuk bernyanyi di acara private party yang diadakan olehnya. Saya juga sangat gugup ketika bertemu Beyonce. Dia duduk selama berjam-jam di sebelah saya saat dia menjadi juri tamu di X-Factor. Sebagai anak yang dibesarkan di Klang, Malaysia, saya tidak pernah menyangka dapat bertemu dengan Queen, Pope, Snoop Dogg, dan Alicia Keys. Saya dan istri saya menyempatkan diri untuk berfoto dengan Beyonce, “She was flawless..” (Guy sempat menunjukkan fotonya bersama Beyonce), setelah foto bersama, istri saya menangis. Saya memaafkannya karena wajar saja, kami baru saja bertemu Beyonce!

Apa yang terjadi dengan rambut afro kamu?
Saya sudah memotongnya sejak 9 tahun yang lalu. Saya bosan dengan image rambut kribo saya. Saya tidak mau orang mengenal atau mengingat saya karena image rambut saya, saya ingin menjadi seorang musisi yang diingat karena musik dan hasil karyanya.

Apakah kamu sering berolahraga ?
Saya senang berolahraga, bermain sepak bola dan cricket, dan juga pergi ke gym. Tapi sekarang agak jarang sejak punya anak. Saya juga suka surfing. Biasanya juga saya menjaga menu makanan saya, tapi itu sulit dilakukan karena saya sedang di Jakarta. Tadi malam, saya makan sate, nasi goreng, roti canai, kari ayam, rujak, dan es kacang. Sayang saja saya belum menemukan es cendol durian. Saya besar di Malaysia, jadi makanan-makanan ini adalah menu-menu favorit saya.

Apa yang kamu suka dari Indonesia?
Kemacetan lalu lintasnya. (jawabnya sambil tertawa). Namun saya suka dengan orang Indonesia, cantik secara fisik dengan warna kulit yang gelap dan juga putih, kepribadian yang menyenangkan, tidak agresif dan sopan. Budaya yang hebat dan sangat mementingkan kekeluargaan. Saya masih takjub dengan puasa. Pasti sangat sulit menahan haus. Sangat hebat. Saya suka segala hal yang berhubungan dengan makanan, kebudayaan, dan kekeluargaan yang ada di Indonesia.

Ada berapa tato yang ada di tubuhmu?
Ada beberapa. Dari satu lalu bertambah terus. Tato yang pertama saya buat sangat simple dan mudah pembuatannya. Kemudian ada tato yang berwarna dan itu yang paling sakit saat pembuatannya. Ada pula tato Beatles, karena saya sangat suka Beatles. Salah satunya dari lirik lagu Beautiful Boy milik John Lennon, lagu yang beliau tulis untuk anaknya.

Setelah album kamu sukses di Amerika, apa rencana kamu selanjutnya?
Tentu saja saya harus kembali ke Indonesia dan tampil di sini. Lalu membuat musik dan lagu baru lagi. Banyak orang bertanya, ‘Kemana saja kamu selama ini?’, dan saya jawab, “Saya tidak pernah berhenti bekerja” (bermusik). Saya sangat semangat untuk album baru ini.

Apakah kamu mengikuti Piala Dunia 2014 dan siapa tim favoritmu?
Ya, saya pikir Belanda cukup tangguh. Namun Jerman juga susah dikalahkan. Tim-tim terbaik malah sudah kalah. Portugal juga bagus. Kita benar-benar tidak bisa menebak siapa yang akan menang.

Hal paling menakutkan yang pernah kamu lakukan/hadapi?
Memiliki seorang anak awalnya cukup menakutkan bagi saya. Saya merubah fokus hidup saya, sekarang, apapun yang saya lakukan adalah demi anak saya dan keluarga saya. Saya menulis lagu Big Bad World untuk anak saya. Untuk hal menakutkan lainnya saya ingin mencoba skydiving karena saya takut akan ketinggian.

Bisa cerita sedikit tentang buku photography kamu?
Awalnya dari hobi suka memotret, saya jadi sangat suka dengan photography. Saya berkesempatan untuk traveling ke Timur Tengah dan Eropa, ada banyak landscape dan portrait kehidupan yang bisa saya jadikan objek. Seluruh hasil penjualan dari buku ini disumbangkan untuk amal.

Setelah lama berkecimpung di dalam dunia musik, apakah kamu sudah tahu caranya menulis lagu agar bisa jadi hits?
Belum dan tidak akan pernah tahu, saya menulis sesuai hati dan perasaan saya saja.

Terima kasih buat Sony Music Indonesia dan Guy Sebastian buat interviewnya ini.

Teks by Ivy Agrina

Related posts

Leave a Reply