Trending News

Blog Post

Album of the Day: Magic! – Don’t Kill The Magic
Album of The Day

Album of the Day: Magic! – Don’t Kill The Magic 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Pada tahun 2012 yang lalu, majalah NME pernah berprediksi bahwa Kanada akan menjadi salah satu kutub pertumbuhan skena musik alternatif mainstream berskala internasional. Mereka tidak salah, karena nama-nama seperti Japandroids, Grimes, Mac DeMarco, hingga Metz! mampu menghiasi ranah festival musik di seluruh dunia dan menjadi kesayangan beberapa media musik yang mengagungkan semangat “haus akan musik sesungguhnya”. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa musik mainstream Kanada tak selalu diasosiasikan dengan Justin Bieber dan gaya hidup YOLO swagging yang melekat pada dirinya.

Kini muncullah Magic!, sebuah band yang juga berasal dari negara beruang kutub tersebut. Mereka tak pernah mendeklarasikan diri untuk mengabdi pada sebuah genre tertentu, namun kebanyakan orang menyebut musik ini sebagai reggae-fusion. Hal ini mungkin tak asing bagi rakyat Kanada mengingat Bedouin Soundclash juga pernah melakukannya pada medio 2000-an yang lalu. Dimotori seorang produser kawakan bernama Nasri Atweh, tak heran jika sound yang ditawarkan terdengar begitu menggoda dan profesional. Pada suatu titik mereka bisa terdengar nakal, pada titik lainnya mereka dapat menghadirkan susasana bermuram durja, dan pada titik berikutnya mereka bisa terdengar begitu seksi. Apalagi ditambah dengan lirik-lirik klise nan tipikal serta hook-hook ringan yang memang ramah telinga.

Walaupun konsistensi mereka terhadap genre so-called “fusion-reggae” ini terbilang cukup solid, namun hal tersebut tak membuat imajinasi visualisasi tiap track di dalam lagu ini seragam. Ya mungkin karena saya memang gemar menikmati musik sambil membayangkan visualisasinya, tapi setidaknya hal itu yang saya rasakan. Saya menangkap bahwa cara terbaik dalam menikmati album “Don’t Kill the Magic” adalah dengan cara tekan-mainkan-nikmati saja, tak perlu disikapi dengan perasaan kritis yang menjadi-jadi.

Dibuka dengan “Rude”, sebuah track dengan tema yang agak sedikit klise. Sebuah upaya persuasi serius yang dikemas dengan nuansa kontradiktif dengan substansi lagunya. Tindakan jitu dengan menjadikan lagu ini sebagai track pembuka, menciptakan antusiasme sebagai pondasi atas terbentuknya persepsi yang sama antara musisi dengan penikmatnya. Bisa membuat Anda ikut bergoyang, ya itu salah satu hal positifnya. Kemudian terdapat pula track berjudul “One Woman One Man” yang didesain seperti sekuel berikutnya dari “Rude”. Dibalut nuansa yang agak sendu dan ballady, mereka masih mampu memanfaatkan minimnya nuansa reggae melalui layer-layer vokal yang rapi.

Kita sudahi saja bagian drama di album ini pada dua track tadi, karena terdapat track “No Way No” dan “Paradise” yang menurut saya adalah track yang paling menarik di dalam album “Don’t Kill the Magic”. Selain karena terdengar lebih “eksotis” dibandingkan dengan seluruh track lainnya, adanya sedikit unsur rocksteady dan modulasi di bagian akhir track “Paradise” semakin menguatkan konsep album ini beberapa langkah ke depan walaupun mixing-nya agak dipaksakan di beberapa bagian. Saya membayangkan diri saya berada pada sebuah venue di dalam sebuah pulau tropis sembari merayakan malam yang cukup panas. Panas dalam arti denotatif pastinya. Terlepas dari itu, terdapat juga beberapa track yang memiliki sound-sound pop yang dominan, seperti “No Evil” yang dibawakan secara menghentak-hentak atau “Don’t Kill the Magic” yang (menurut saya) agak terdengar seperti lagu-lagu yang dibawakan oleh Kelly Clarkson mengingat chorusnya yang terkesan feminin.

Album ini sepertinya terkesan kurang kohesif apabila dinikmati secara sepintas. Namun jika dicermati lebih jauh lagi, sebenarnya mereka memerlihatkan berbagai eksplorasi dari genre yang mereka bawakan meskipun konsekuensi dari melakukan tindakan tersebut adalah mudah terkuaknya track mana yang dianggap filler dan mana yang bukan. Selain itu, album ini mungkin bukanlah tipe album yang everlasting, tapi setidaknya “Don’t Kill the Magic” dapat menjadi representasi yang baik bagi skena musik populer di tahun 2014.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

Beli CD Magic! “Don’t Kill The Magic” Rp. 85.000,- silahkan isi form disini

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Rude” 3:44
2. “No Evil” 3:22
3. “Let Your Hair Down” 4:25
4. “Stupid Me” 3:44
5. “No Way No” 3:51
6. “Paradise” 3:55
7. “Don’t Kill the Magic” 3:37
8. “One Woman One Man” 3:59
9. “Little Girl Big World” 3:23
10. “Mama Didn’t Raise No Fool” 4:07
11. “How Do You Want to Be Remembered” 4:03

Related posts

Leave a Reply