Trending News

Blog Post

Ellie Goulding, Timeflies, Banks, Rac, dll Meramaikan We The Fest 2014
Concerts Review

Ellie Goulding, Timeflies, Banks, Rac, dll Meramaikan We The Fest 2014 

Lagi-lagi Ismaya Live membuat festival yang sukses membuat orang berduyun-duyun datang kesana. WTF atau We The Fest dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh Ismaya Live promotor yang sukses mengguncang partygoers dengan Djakarta Warehouse Project. WTF pertama mempunyai tema “A Summer Festival of Music, Arts, Fashion & Food” dan mendatangkan artis lokal seperti Lala, Maliq n D’Essentials, Vox, The Experience Brothers dan Sore sementara lineup untuk artis internasional ada Jessie Andrews, Goldroom, RAC, Mayer Hawthorne, Havana Brown, Azaelia Banks, Miami Horror, Banks dan Ellie Goulding.

Konser yang bertempat di Lapangan Parkir Timur Senayan ini dimulai dengan penampilan The Experience Brother di stage Bananapalooza setelahnya ada Vox dan Lala. Sore pun menjadi band lokal penutup di stage Bananapalooza dengan membawakan lagu seperti “Somos Libres”, “Merintih Perih” sampai “Ssssttt” setelah itu penampilan disambung dengan DJ Set dari Goldroom, Jessie Andrews, RAC, Mayer Hawthorne sampai Havana Brown.

Pada stage utama yaitu stage Clownchella, Maliq & D’essentials membuka panggung tersebut pada sekitar jam empat lalu disambung dengan penampilan duo Electronic pop/hip hop dari New York yaitu Timeflies. Duo yang digawangi Rob Resnick dan Cal Shapiro ini sukses membuat heboh penonton dengan lantunan musik dance hip hop mereka yang membuat penonton bergoyang dengan lantunan hits mereka seperti “Monster”, “Swoon”, “All The Way” dan “I Choose U”. Di pertengahan setlist mereka mencoba freestlye rap dengan tema tentang Jakarta dan Indonesia mulai dari Jokowi, tur mereka di Indonesia, macetnya Jakarta sampai Syahrini. Setelah itu konser dimulai kembali pada sekitar jam setengah tujuh malam dengan penampilan Miami Horror dan Azaelia Banks yang saya lewatkan untuk mewawancarai Timeflies dan menonton aksi RAC dalam memainkan DJ set nya dia.

RAC yang sudah sering meremix lagu-lagu indie dan lagu-lagu hits membawakan setnya dengan lagu-lagu yang sudah dia remix seperti “Safe and Sound”, “Houdini” sampai “Digital Love” penampilan RAC ditutup oleh lagu original mereka yaitu “Let Go” yang berkolaborasi dengan Kele Okereke dan MNDR.

Saya kembali ke stage Clownchella dimana saya sudah ditunggu oleh penyanyi baru yaitu Banks. Penyanyi darkpop yang akan mengeluarkan album debutnya “Goddess” ini membuat penonton begitu terpukau melihat penampilan minimalis dari Banks yang dibalut dengan musik darkpop. Banks sendiri juga mengaku sempat deg-degan melihat penonton disini yang begitu banyak dan sering mengucapkan terima kasih karena telah menonton penampilan dia. Lagu seperti “Waiting Games”, “Begging for A Thread”, “This Is What Feels Like”, “Change” dibawakan.

Setelahnya pada jam 22:30 Ellie Goulding pun menggebrak dengan bandnya. “Figure 8” dijadikan pembuka konser disambung dengan “Ritual” dan “Goodness Gracious”. Selepas konser Ellie pun mengucapkan salam kepada fansnya di Indonesia lalu dilanjutkan lagi dengan “Animal”, “Starry Eyed” dimana Ellie memainkan big drum. Setelah lagu “Stay Awake” Ellie pun turun panggung sejenak dan kembali lagi dengan “Tessellate” yang disambung dengan “Life Round Here” dimana Ellie pun meliukkan badannya sesuai dengan beat lagu. “Guns & Horses” dibawakan Ellie dengan gaya akustik sambil menenteng gitar akustiknya, “Your Song” menunjukkan kepiawaian Chris sang touring member dalam memainkan piano, setelahnya “Explosions” dan “My Blood” juga dimainkan. Sebuah lagu dari M.I.A. yaitu “Bad Girls” diputar dan menjadi intro untuk penampilan “Salt Skin” yang disambung dengan “Only You”. Setelah dia berujar bahwa dia senang main di hadapan orang banyak dia langsung memainkan “Everytime You Go”, “This Love Will Be Your Downfall”. “Anything Could Happen” dan “I Need Your Love” sukses menjadi pemecah konser namun setelah lagu itu berakhir sempat ada sedikit rasa kecewa dari Ellie hal ini mungkin terjadi lantaran banyaknya penonton yang memakai tongsis atau tongkat narsis yang terus menerus dipakai untuk merekam atau memfoto selama konser berlangsung sampai Ellie berkata “Turn your phone down please, let’s make this concerts like in the past when technology wasn’t like this”. “Lights” dan “You, My Everything” dibawakan. “Burn” pun didaulat menjadi lagu penutup dengan aksi Ellie yang memainkan gitar elektrik.
We The Fest boleh jadi dikatakan sukses untuk membuat orang-orang merasa puas karena disuguhkan oleh penampilan artis yang sukses membuat penonton bergoyang, booth fashion yang menampilkan style yang up to date dan fresh. Jika memang tujuan dari acara ini adalah untuk membuat orang-orang merasakan bagaimana festival musik di musim panas luar negeri seperti apa acara ini bisa dikatakan memenuhi tujuan tersebut.

(Luthfi)
Photo by Budi Susanto

Special Thanks to Ismaya Live

Related posts

Leave a Reply