Trending News

Blog Post

Album of the Day: Pixie Lott – Pixie Lott
Album of The Day

Album of the Day: Pixie Lott – Pixie Lott 

60’s music sound good to you? Berarti album studio ketiga Pixie Lott adalah kabar gembira buat kamu!

Dunia mengenal Pixie Lott dengan sejarah yang mencatat namanya sebagai pencetus dua single rilisan perdana yang berhasil meraih no.1 di UK Singles Chart. Tapi enggak banyak yang tahu kalau ia nyaris tak sempat membuat keberhasilan tersebut karena distribusi musiknya lewat kontrak sempat terombang-ambing. Maklumlah, ia masih sangat belia saat itu, 15 tahun. Dan menjual musik dari seorang bocah belum menjadi tren di tahun 2006. Maka ia harus bersabar untuk tampil di muka dan bekerja keras di belakang untuk mempersiapkan debut albumnya. Mungkin cewek yang bernama asli Victoria Louise Lott bisa menulis ratusan lagu dalam kurun waktu 2007 hingga 2008, karena pada akhirnya hanya 12 terpilih untuk tampil di “Turn It Up”, dengan tambahan 10 lagi di “Turn It Up Louder”, and somehow she still managed to give her songs to other singers like Alexandra Burke, Girls Can’t Catch, and Losa Lois. Selusin lagu dalam album ini benarlah pilihan. Dua single pertamanya, ‘Mama Do (Uh Oh, Uh Oh)’ dan ‘Boys and Girls’, seperti yang telah disebut di atas, berhasil menduduki puncak chart di Inggris. Tatanan pop yang ia buat terkesan fresh dalam padu padannya dengan irama retro. Kebolehannya di urusan vokal pun terekspos dengan balada menggugah ‘Gravity’ juga ‘Cry Me Out’ dan ‘Broken Arrow’.

Jika penyanyi lain memilih evolusi sebagai jalur aman mereka menuju eksistensi, penyanyi 23 tahun ini justru membuat revolusi dalam musiknya. Berselang dua tahun dari debut tersebut, Pixie merilis “Young Foolish Happy” yang kian mendekatkannya pada electropop, dancepop, tanpa harus menghapus jejak R&B dan soul dalam interpretasi pop-nya. Level fun di album ini membuncah dengan ‘All About Tonight’ (single no.1 ketiga Pixie) dan ‘Kiss The Stars’ yang telah menyebarkan sparks dalam album kedua Pixie. Peningkatan karir ini adalah hasil yang sepadan dengan pengorbanannya menelantarkan pendidikan formal dulu. Not to worry, Pixie tergolong siswi yang cerdas, karena ia penerima beasiswa berdasarkan prestasi.

Tahun ini, revolusi Pixie berdampak nostalgic. Album studio ketiganya “Pixie Lott” merupakan perjalanan ke masa lampau, sebutlah 60-an untuk pastinya, menghadirkan pesona retro berdasarkan kacamata modern. Ia sudah menggelar ‘Nasty’, lagu serahan dari Christina Aguilera yang gagal produksi di masa “Burlesque”, yang sempat memburu Top 10 di UK. Dan meskipun single setelahnya, ‘Lay Me Down’ gagal top chart, bukan berarti album ini mengenaskan. Percayalah, warna Pixie masih mencolok dengan jenis musik yang tersendiri plus galian emosi yang mendalam. Wajarlah Pixie Lott sebagai salah satu pasukan Girl Power September di CreativeDisc!

Released by: Universal Music Indonesia

Sebenarnya Pixie Lott enggak perlu banyak usaha jika ia ingin menghidupkan nuansa 60-an dalam album studio terbarunya. Sebelumnya, ia punya ‘Boys and Girls’ yang benar-benar hidup dalam vibe retro dan menjadi hit dalam skala terbesar yang ia miliki sejak awal kehadirannya hingga saat sekarang ini. More likely to be her persona, as well as the high level of likeability.

Mungkin karena itu album ini lantas dinamai “Pixie Lott”, mewakili dirinya sendiri. Revolusi musik -kembali ke elemen musiknya yang organik- membuat ketimpangan sound klasik dari modernisme album terdahulu (“Young Foolish Happy” – dipercaya sebagai album eksperimental dengan memasukkan unsur teknologi dan dancepop yang terlalu besar). The soul, the Motown influence, berikut retro vibe adalah unsur-unsur yang membangun album ini.

‘Nasty’ sebagai lagu lepasan dari Christina Aguilera merupakan komando tepat untuk mengawal perjalanan lintas waktu yang Pixie lakukan. Ia membentuk barikade funk yang solid dan kaya, dengan tarikan-tarikan vokal yang sangat terpengaruh oleh Christina. Ingat “Back to Basics”? Pixie mencoba untuk menghidupkan kembali moment serupa disini.

Retro party on the block terjadi dalam ‘Lay Me Down’, disambut dengan melodrama ‘Break Up Song’ yang memberi dimensi lain dalam interpretasi karakter Motown yang legendaris. Susulan bertubi-tubi ‘Champion’ dan ‘Kill a Man’ menaikkan tempo untuk gegap gempita irama dalam kemeriahaan musik. Dinamika ini selain mencegah pendengar hanyut dalam satu konsep tempo, juga mencegah mereka dari kejenuhan akibat ekspos berlebih terhadap satu macam style.

Couldn’t be happier for her, and this is truly an accomplishment. Dalam keraguan akan kemampuannya mempertahankan posisi sebagai nama yang diperhitungkan, ia tetap membawa diri dengan dignity, atas perilaku idealisme di album ini. ‘Ain’t Got You’ atau ‘Heart Cry’ boleh dituding sebagai satu-dua lagu yang datang dan pergi, namun album ini masih mengandung lagu dengan kualitas antemik; ‘Ocean’, kualitas evocative; ‘Raise Up’, dan kualitas emosional; ‘Leaving You’.

Terlepas dari kesan effortless, Pixie ternyata masih harus menghadapi penyandingan dan perbandingan, baik terhadap diri maupun karyanya disini. Selain Christina, Bruno Mars dan Amy Winehouse kerap digunakan kritik sebagai bahan dalam ulasan mereka. Dari yang saya bisa dengar, ‘Bang’ malah mendekatkan Pixie pada Lauryn Hill. Penggunaan nama-nama populer ini tak selamanya berarti negatif, melainkan memberi kata “kaya” pada album. Tapi syukur ada ‘Cry and Smile’ yang memamerkan kemampuan vokal, dan berarti menjadi bahan orisinil oleh Pixie Lott.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

Beli CD Pixie Lott “Pixie Lott” Rp. 85.000,- silahkan isi form disini

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Nasty” 2:46
2. “Lay Me Down” 3:25
3. “Break Up Song” 3:46
4. “Champion” 2:54
5. “Kill a Man” 3:17
6. “Ain’t Got You” 4:08
7. “Heart Cry” 3:32
8. “Ocean” 4:12
9. “Raise Up” 3:36
10. “Bang” 3:34
11. “Leaving You” 3:47
12. “Cry and Smile” 3:39

Related posts

Leave a Reply