Quantcast

Pesta Youtubers Penuh Warna dari Sam Tsui, Kurt Hugo, Joseph Vincent, Ryan Higa, David Choi

By - 5 years ago in Concerts Review

Festival youtubers pertama di Indonesia sukses di gelar di Tennis Indoor Senayan (28/9). Meskipun hanya memasarkan kreatifitas melalui youtube dan media sosial lainnya, ternyata Sam Tsui, Kurt Hugo Schneider, Ryan Higa, Joseph Vincent dan David Choi sukses membawa kemeriahaan The Color Independent Artist Festival.

Dibuka oleh Teuku Rassya, Sam Tsui, Kurt Hugo dan Joel Manduke membuka kemeriahan malam itu dengan Make It Up, lagu original milik Sam Tsui. Sam dan Kurt yang biasanya hanya dapat kita saksikan melalui layar komputer ternyata sangat berhasil memanaskan suasana. Sam yang aktif benyanyi kesana kemari menyapa penonton, dan Kurt yang responsif sukses menjadi hiburan pembuka malam itu. Sam Tsui banyak membawakan mash up lagu popular seperti Get Lucky yang di mash up bersama Treasure, Medley Summer 2012 yang menggabungkan banyak lagu seperti Glad You Came, Call Me Maybe, Good Time, Some Nights, Somebody That I Used to Know dan beberapa lagu lainnya. Kurt is the brain! Ya, sebagian besar lagu yang dibawakan Sam Tsui adalah ide dari Kurt. Meskipun bukan menjadi frontman, Kurt memiliki faktor tersendiri yang tetap menjadikannya the man under the spotlight. Suasana heboh di dinginkan performance Sam yang memainkan keyboard membawakan Shadow. Selain aksinya yang enerjik, Kurt dan Sam tak hentinya membuat penonton histeris dari kelakuan mereka di stage! Sam dan Kurt menandatangani album Sam Tsui, yang akhirnya diberikan ke satu penonton beruntung. “Kami sengaja tanda tangan di atas panggung, biar tanda tangan di CD ini ada kenangannya.” Yang disambut teriakan penonton yang mengharapkan “CD penuh kenangan” itu. “Aku sayang kalian semua!” ucap Kurt dalam Bahasa Indonesia dengan logat bule yang terbata-bata. “Terima kasih!” Sambung Sam, masih dalam Bahasa Indonesia. Sam dan Kurt membawakan Don’t Want an Ending secara akustik, menggambarkan perasaan Sam, Kurt, bahkan penonton, yang tak mau penampilan mereka berakhir malam itu. “We’ll be back, Jakarta! I can promise you that!” janji Sam. Tak mau menutup pertemuan dengan kegalauan, Sam akhirnya membawakan Wherever You Are sebagai puncak malam itu. Sam and Kurt are great performers, indeed!

Dilanjutkan penampilan Joseph Vincent, yang tampil simple nan romantis, membawakan Bumble Bee sebagai lagu pembuka. Tak seperti Sam dan Kurt, konsep dan penampilan Joseph Vincent (JV) sangat sederhana. Berpakaian kasual dan hanya ditemani gitar akustiknya. Tapi kesederhanaan JV tak mengurangi musikalitasnya. Kesederhanannya membawa charm sendiri mendukung aksi panggungnya. Menggabungkan sedikit OST. Beauty and a Beast sebagai intro Single Awareness Day, membuat penonton excited untuk terus menyaksikan penampilan JV. Youtubers yang memiliki hampir 500,000 subscribers ini juga sempat membawakan lagu-lagu cover seperti Stay With Me milik Sam Smith dan Rude milik Magic! yang diiringi sing along penonton. JV juga membawakan My Girl, lagu ciptaannya yang pertama kalinya di bawakan secara live. “Terima kasih!” kata JV dengan Bahasa Indonesia yang lumayan fasih. I’m Yours milik Jason Mraz dibawakan JV sebagai lagu penutup penampilannya malam itu. “Jakarta you know I’m always yours…” Nyanyi JV, sedikit mengubah lirik I’m Yours.

Ryan Higa tampil berikutnya. “Maaf aku merusak show karna aku nggak bisa ngapa-ngapain” kata Ryan Higa. Ryan tampil ke atas panggung membawa sebuah gitar, yang ternyata adalah gitar pinjaman! Ryan memang terkenal kocak lewat channel youtube-nya yang memiliki 13 juta subscribers. Ryan tidak menampilkan aksi spesial seperti artis lainnya malam itu. Tapi tak disangka, sesi tanya jawab bersama Ryan Higa seakan menjadi puncak acara malam itu! Penonton tak hentinya berteriak memanggil Ryan dan tertawa. “TEEHEE!” adalah kalimat khas Ryan Higa yang selalu menjadi closing setiap videonya. Ryan melakukan “live TEEHEE!” yang disambut teriakan histeris penonton. Ryan mengaku sangat berterima kasih untuk para “Lamps.” “Mereka bukan hanya sekedar fans.” kata Ryan. “Lamps (lampu) lebih berharga daripada fans (kipas angin). Fans hanya akan mendinginkanmu saat suasana panas. Sedangkan Lamps akan selalu ada di kondisi apapun, tak peduli apa merknya dan bagaimana bentuknya. I love my lamps!” curhat Ryan. “Aku bisa nyanyi emo!” kata Ryan saat ditanya tentang kemampuan bernyanyinya. Akhirnya Ryan menyanyikan penggalan I Miss You milik Blink182. Di layar besar kemudian muncul video Ryan Higa yang belum di unggah di manapun di internet. Video rap kocak yang berisi keheranan Ryan Higa tentang “booty” yang menjadi poin penting industry musik saat ini. Setelah video selesai, Ryan kembali ke atas panggung, bersiap di depan mic bersama gitarnya. Ryan meminta penonton untuk hening. “Sampai jumpa! TEEHEE!” Ternyata itu hanya akal-akalan Ryan!

David Choi langsung menghangatkan venue dengan membawakan Can’t Take This Away sebagai lagu pembuka. “Aku sedang menulis album. Aku baru akan memangkas jenggotku kalau albumku sudah selesai”. Ya, David Choi yang biasanya berwajah babyface, kali ini terlihat berbeda dengan brewok tebalnya. David kemudian membawakan By My Side. Meskipun lagu ini dinyanyikan tanpa Maudy Ayunda, David membawakan versi Indonesia lagu ini. Di akhir penampilan David Choi, ada kejutan besar untuk penonton yang berulang tahun di bulan September.

Penonton yang berulang tahun di bulan September diajak naik ke atas panggung untuk dirayakan bersama seluruh line up TCIAF, sekaligus merayakan ulang tahun Kurt Hugo yang jatuh pada 7 September lalu dan bertepatan dengan ulang tahun Fullcolor Party yang ke-14. David Choi menyanyikan Happy milik Pharrell Williams untuk para fans beruntung tersebut. Kemeriahan malam itu ditutup dengan “hujan balon” yang memenuhi venue.

Kehebohan TCIAF yang penuh warna memang terasa seperti “fullcolor party”. Lighting panggung berwarna warni sangat mendukung suasana. Digelarnya TCIAF membuat saya optimis bahwa Indonesia sudah pantas memiliki festival youtubers serupa secara rutin. Meskipun hanya terlihat melalui media sosial, ternyata para youtubers memiliki fanbase yang besar di Indonesia!
Keep our fingers crossed, #TeamInternet!

(Sheyla / CreativeDisc Contributors)
Photo by: Budi Susanto
Thanks to Full Color Party

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | June 26, 2019 By

Manana Live Proudly Present Phum Viphurit Indonesia Tour : Sang Lover Boy Tampil Manis di Jakarta

Concerts Review | March 30, 2019 By

Ruel Akui Sing-Along Penonton Jakarta Yang Paling Heboh

Concerts Review | March 29, 2019 By

Jelang Bubar, Boyzone Hadirkan Konser Nostalgia 25 Tahun di Jakarta