Trending News

Blog Post

Album of the Day: Owl City – The Best of Owl City
Album of The Day

Album of the Day: Owl City – The Best of Owl City 

Sebenarnya Owl City belum memiliki album kompilasi hits secara resmi. Namun khusus untuk edaran wilayah Jepang (dan juga Asia), kini hadir sebuah album yang bertajuk The Best of Owl City yang mengumpulkan banyak hits singlenya. Lantas, apa yang dirangkum oleh album ini? Apakah dia sudah menjalankan tugasnya sebagai album The Best of?

Owl City merupakan sebuah proyek musik milik penyanyi multi-instrumentalis bernama Adam Young. Bermula dari eksperimen yang dilakukannya di basement milik orang tuanya, ia kemudian mengunggah musiknya ke situs Myspace yang kemudian membuat namanya mulai dibicarakan oleh banyak orang dan kemudian mengantarkannya masuk ke dalam label besar Universal Republic Records (sekarang Republic Records saja) di tahun 2008. Jadi, yah, jika sekarang booming dengan artis YouTube, maka Owl City merupakan bagian dari barisan musisi yang beken berkat MySpace.

Singkat cerita, dalam 7 tahun karinya, Owl City sudah merilis sebanyak 4 album yang cukup sukses, 4 EP, 14 single, 3 single promosi dan 3 single sebagai featurng artist. Cukup banyak. Tapi mungkin belum cukup banyak untuk disortir dan kemudian dijadikan materi sebuah album. Tapi nama Owl City cukup populer di Asia secara umum dan Jepang secara khusus, dan mengingat Owl City belum ada gelagat untuk merilis album baru semenjak The Midsummer Station di tahun 2012, maka mungkin menjadi alasan kenapa album ini ada.

Musik Owl City pada dasarnya Electronika, yang dibalut dengan semangat Indie-pop dan juga Synth-pop. Dipadu dengan vokal Young yang cukup khas, musik Owl City memang menjadi sangat kuat dan berkarakter, sehingga tidak heran jika sangat mudah untuk mengidentifikasikan lagu-lagu Owl City. Dan karakterisasi itu bisa disimak dalam album The Best of Owl City ini.

Materi yang terdapat dalam The Best of Owl City adalah single-single dari album-album yang sudah dirilisnya Maybe I’m Dreaming (2008), Ocean Eyes (2009), All Things Bright and Beautiful (2011) dan The Midsummer Station (2012) serta EP terakhirnya, Ultraviolet (2014). Track disusun secara kronologis, dimana lagu yang terdapat dalam EP Ultraviolet terletak di paling atas, sedang track yang berasal dari album Ocean Eyes berada di bagian penghujung.

Keuntungan dari penyusunan track album seperti ini adalah kita bisa mendengarkan perkembangan arah bermusik dari Owl City, yang sejujurnya, tidak memiliki banyak perbedaan yang terlalu signifikan sepanjang 5 tahun terakhir ini. Beautiful Times yang menampilkan pemain biola Lindsey Sterling masih dengan semangat electro-pop ala Owl City, namun kini terdengar ia sedikit mengambil dubstep sebagai imbuhan. Komposer serta pemain biola Lindset Stirling hadir pula untuk membantunya, memberikan sentuhan manis pada lagunya.

Meski begitu, tampaknya Owl City mencoba gaya bermusik yang berbeda dengan This Isn’t The End. Synth masih menjadi dasar dari lagunya, tapi tidak benar-benar memakai porsi lagu secara penuh karena single ini cenderung mengandalkan sound yang lebih sederhana, sesuai dengan gaya balada yang dihantarkannya. Sebuah upaya yang cukup impresif dari Owl City.

Shooting Star, Gold dan Good Time diambil dari album The Midsummer Station dan menarik bagaimana Owl City tidak menghadirkan Metropolis yang menjadi single dari album tersebut untuk berada di album ini dan malah memilih Gold yang beraroma OneRepublic sebagai gantinya. Sementara Shooting Star dan Good Time yang menampilkan vokal Carly Rae Jepsen jelas menunjukkan jika Owl City juga terpengaruh dengan trend EDM yang tengah berkembang akhir-akhir ini.

Beralih ke track berikutnya, Deer In The Headlights, Galaxies dan The Real World, yang diambil dari album All Things Bright and Beautiful. Menarik bagaimana album ini hanya diwakili oleh tiga track ini, mengingat All Things Bright and Beautiful sudah menghasilkan sebanyak 6 single. Tapi tidak heran karena tiga track ini termasuk yang terkuat dalam album tersebut dan mengusung nuansa pop yang lebih tebal dari lagu-lagu sebelumnya.

Nah, album Ocean Eyes, yang bisa dibilang sebagai tonggak utama dari karir Owl City justru hanya merilis 3 buah single, yaitu Fireflies, Umbrella Beach dan Umbrella Beach. Sebagai tambahan ia juga memasukkan track Hello Seattle dan The Bird and The Worm yang juga berasal dari album tersebut. Pemilihan Hello Seattle cukup beralasan, karena ia juga berasal dari EP pertama yang dirilis Owl City, sebelum ia merilis sebuah album penuh, yaitu Of June (2007). Sedang The Bird and The Worm adalah pilihan yang cukup masuk akal, karena lagu ceria dengan iringan gitar ini memang salah satu track paling berkesan di album Ocean Eyes.

Album ditutup dengan track The Salt Water Room yang berasal dari album debut Owl City yang cukup bersejarah, Maybe I’m Dreaming. Kenapa bersejarah? Karena album ini merupakan album yang dirilis secara mandiri oleh Owl City dan memperkenalkan musiknya, Electronica yang dipadu dengan Indie-pop.

Meski belum begitu komprehensif, karena materi Owl City yang sebenarnya cukup kaya tidak benar-benar terangkum dalam album ini, akan tetapi untuk sementara album ini cukup memuaskan dalam tugasnya sebagai catatan kaki dalam perjalan karinya. Dan mengingat Owl City akan segera merilis album terbarunya, album ini bolehlah sebagai sebuah jeda atau koma dalam lintas diskografi Owl Cit, terutama bagi pendengar pemula yang ingin mencicipi musik dari Owl City yang khas.

Official Website

Rate the album:
[ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
01. Beautiful Times feat. Lindsay Sterling (new song)
02. This Is not The End (new song)
03. Shooting Star
04. Gold
05. Good Time with Carly Rae Jepsen
06. Deer In The Headlights
07. Galaxies
08. The Real World
09. Hello Seattle
10. The Bird And The Worm
11. Fireflies
12. Umbrella Beach
13. Vanilla Twilight
14. The Salt Water Room

Related posts

Leave a Reply