Trending News

Blog Post

Maher Zain Tampil di The Nansen Refugee Award 60, Swiss.
Music News

Maher Zain Tampil di The Nansen Refugee Award 60, Swiss. 

Image and video hosting by TinyPic

Puncak acara tahunan UNHCR (United Nations High Commisioner for Refugees), The Nansen Refugee Award ke-60 sukses digelar 29 September 2014 di Jenewa, Swiss. Acara ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kemanusiaan setinggi-tingginya untuk pihak-pihak yang berpengaruh besar dalam bidang kemanusiaan, terutama perjuangan hak pengungsi.

Tahun ini, penghargaan ini dinobatkan kepada Butterfly with New Wings Building a Future (Butterflies), sebuah organisasi asal Kolombia yang memperjuangkan hak asasi perempuan pengungsi, di wakilkan oleh Gloria Amparo, Maritza Asprilla Cruz & Mery Medina. Kolombia adalah Negara ke-2 di dunia setelah Suriah dengan jumlah “Internally Displaced People” tertinggi. Internally Displaced People (IDP) adalah sebuah istilah oleh UNHCR untuk sekelompok orang yang terpaksa atau di paksa meninggalkan tempat tinggal, dengan berbagai sebab seperti konflik, perang, wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Istilah IDP khusus digunakan untuk orang yang berpindah tanpa melewati batas teritori Negara. Di Kolombia, perang adalah hal utama penyebab IDP.

Butterflies adalah organisasi yang turun ke jalan, berkampanye dan memberikan perlindungan untuk para pengungsi yang rentan di langgar hak asasi, terutama pengungsi perempuan, yang sering mengalami kekerasan dan pelecehan seksual. Dalam setiap kampanye nya, Butterflies mendorong para perempuan pengungsi untuk melaporkan segala tindak kekerasan, untuk bersama melawan pelanggaran hak asasi. Melalui The Nansen Refugee Award, UNHCR memberikan USD 100.000 yang akan digunakan untuk membangun rumah yang aman untuk pengungsi yang membutuhkan.

Dalam acara ini, Maher Zain, penyanyi dan pencipta lagu asal Swedia-Lebanon menciptakan lagu berjudul “One Day”, yang terinspirasi kunjungan Maher ke tempat-tempat pengungsian di Lebanon. Dalam lagu ini, Maher menempatkan dirinya sebagai seorang pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan harapan bahwa segala penderitaan pengungsi akan berakhir dan kembali ke tempat tinggalnya yang aman. Lagu ini khusus di ciptakan untuk menghargai kerja keras Butterflies dan seluruh pihak yang turut memperjuangkan hak asasi untuk para pengungsi.

(Sheyla Ashari)

Related posts

Leave a Reply