Trending News

Blog Post

Album of the Month: One Direction – FOUR
Album of The Day

Album of the Month: One Direction – FOUR 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Siapapun yang pernah menuduh One Direction tidak akan bertahan lama di kancah musik pop tampaknya harus gigit jari. Mereka justru semakin tangguh dengan album studio keempat, “FOUR” yang dirilis berjarak setahun dari album sebelumnya. Ini mengindikasikan konsistensi dan komitmen yang mereka punya kepada para pecinta 1D. Ada empat kegilaan sebagai dasar dari penetapan album ini sebagai album terbaik dari 1D, yet.

Kegilaan pertama yang “FOUR” punya adalah kalangan orang yang berkontribusi untuk mereka. Disini tercatat Julian Bunetta, Pär Westerlund, John Ryan, Teddy Geiger, Steve Robson, Matt Rad, Jamie Scott, Ian Franzino, dan Afterhrs. Selain itu, kelima personel 1D terlibat dalam sesi penulisan lagu di dalamnya, dengan kontribusi Wayne Hector plus Ed Sheeran juga. Yang terlihat dari nama-nama yang terlibat adalah keseriusan Liam dkk untuk menggeluti poprock. Sebuah lagu berjudul ‘No Control’ kuat mengintimidasi arena dengan adonan poprock-nya yang kental. Berkesan jantan dan berani, lagu-lagu ‘Where Do Broken Hearts Go’, ‘Stockholm Syndrome’, dan ‘Clouds’ membangun barikade yang mempertahankan gejolak tersebut.

Kegilaan kedua merupakan kebiasaan lama yang 1D punya untuk mengelu-elukan bagian chorus lagu mereka, sehingga semakin menimbun tinggi titik yang disebut sebagai klimaks. Sudah mendengar ‘Steal My Girl’? Formula demikian diterapkan nyaris setiap saat. Keadaan ini yang sebenarnya pernah dikritisi oleh Liam, mengungkapkan bahwa posisinya tidak lagi seperti Gary Barlow-nya Take That. Perlukah kita ikutan khawatir? Tidak. Alasannya adalah keadilan sosial telah ditegakkan disini. Dan dengan konsep yang begini, chorus itu terdengar lebih hidup. Rasakan dalam ‘Ready to Run’ dan ‘Fireproof’. You’ll realize and understand.

Kegilaan ketiga adalah anthem yang tak pernah tak disajikan. Sekarang, mars yang mereka bawakan akan memanjakan para gadis. ‘Girl Almighty’ telah memuncaki ‘Steal My Girl’ sebagai puji-pujian yang menyucikan keberadaan kaum hawa. Oh ya, bagi para pria, mengeksploitasi wanita tidak hanya dengan cara menyandingkan hal-hal seksual terhadapnya. Karena masih banyak kekuatan lain yang pantas diungkit dan ditampilkan. Jadi 1D benar-benar tepat sasaran.

Sebelum sampai ke kegilaan terakhir, setiap kata kegilaan yang tertera dalam ulasan ini tidak ada yang berkonotasi negatif. Semua mewakilkan pesona keindahan yang mencerminkan kekuatan boyband ini. Dan poin keempat adalah feel. Seberapa besar pun keinginan Louis, Liam, Harry, Niall, Zayn, dan tim mereka untuk mengubah citra 1D dari boyband kepada manband, ada feel yang tak tergantikan. Dalam pengertian ini termasuk aspek emosional dan personal. ’18’, ‘Fool’s Gold’, ‘Spaces’, dan juga yang mereka coba untuk hadirkan sebagai single kedua, ‘Night Changes’. Otomatis menyentuh secara drastis.

Dalam kebiasaan mengemas album di banyak edisi, “FOUR” secara standar didefinisi oleh selusin lagu. Empat lagu tambahan dalam edisi deluxe adalah definisi tambahan mengenai kerja keras dan dedikasi para pria muda ini di dunia musik. ‘Change Your Ticket’, ‘Illusion’, ‘Once in a Lifetime’, hingga ‘Act My Age’ masing-masing punya perbedaan platform musik untuk menghembuskan dinamika dan alasan mengapa mereka diletakkan sebagai bonus. So, four it is for now. We better watch out for the thumbs to come up.

Music Video: Steal My Girl

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on Itunes

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Steal My Girl” 3:48
2. “Ready to Run” 3:16
3. “Where Do Broken Hearts Go” 3:49
4. “18” 4:08
5. “Girl Almighty” 3:22
6. “Fool’s Gold” 3:31
7. “Night Changes” 3:47
8. “No Control” 3:20
9. “Fireproof” 2:54
10. “Spaces” 4:17
11. “Stockholm Syndrome” 3:35
12. “Clouds” 3:52

Deluxe edition:
13. “Change Your Ticket” 4:26
14. “Illusion” 3:14
15. “Once in a Lifetime” 2:38
16. “Act My Age” 3:18

Related posts

Leave a Reply