Trending News

Blog Post

Album of the Day: Belle and Sebastian – Girls in Peacetime Want to Dance
Album of The Day

Album of the Day: Belle and Sebastian – Girls in Peacetime Want to Dance 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia
Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Tahun depan tepat 20 tahun setelah perilisan album debut Belle and Sebastian, “Tigermilk”. Jadi, setelah dua dekade berlalu, band indie-pop asal Glasgow, Skotlandia ini masih tegar berdiri sebagai salah satu band yang mendapat perhatian mencorong. Tentu saja ini disebabkan karena konsistensi mereka dalam berkarya. Tidak heran setiap album dengan amunisi lagu-lagu yang khas membuat mereka selalu dinanti dan dapat melintasi generasi yang berbeda.

Tapi tampaknya, sesuai dengan judul album baru mereka, “Girls in Peacetime Want to Dance“, Belle and Sebastian ingin menghadirkan semangat pesta. Begitulah setidaknya yang tersirat saat menyimak single pertama, ‘The Party Line’, yang memasukkan pengaruh funk dan retro disco ke dalam alur indie-pop manis yang kita kenal dari band ini.

Beberapa nomor disko lain yang bisa ditemui dalam album ini adalah ‘Enter Sylvia Plath’ dimana Belle and Sebastian menjelmakan diri sebagai kumpulan pengusung retro euro-dance yang lincah. Sebuah lagu Bella And Sebastian yang mungkin untuk kali pertama akan ditampilkan di sebuah club. Lantas ada ‘Perfect Couples’ yang masing mengusung semangat retro-disco, meski rasanya agak mengingatkan Erlend Øye dengan proyek The Whitest Boy Alive miliknya.

Masih dengan nuansa disko, ‘Play for Today’ terdengar seperti sebuah track house jika dihadirkan dalam format akustik. Dan beruntung yang menghadirkannya adalah Belle and Sebastian, sehingga lagunya terdengar organis alih-alih gimmick semata. Disusul dengan ‘The Book of You’, saat Sarah Martin mengambil alih vokal dari Stuart Murdoch dan menghadirkan verse dalam semangat pop 80-an, meski dalam chorus justru kembali ke satu dekade sebelumnya, yaitu 70-an. Nuansa jazz coba dihadirkan dalam ‘The Everlasting Muse’ dengan bass memainkan peran penting di dalamnya, meski lagu kemudian berpaling pada folk di bagian chorus.

Jadi memang benar. Nomor-nomor dansa ini jumlahnya ternyata cukup banyak. Dari 12 lagu yang menghiasi “Girl in Peacetime Want to Dance”, separuhnya adalah lagu yang mengandalkan bertempo lebih cepat dan intens. Sedang sisanya album masih dipenuhi dengan lagu-lagu indie pop ataupun dreamy pop dan mengawang ala Belle and Sebastian.

Indikasi ini sudah ditunjukkan oleh track pembuka, ‘Nobody’s Empire’. Gitar elektrik mungkin menggeliat intens, tapi saat vokal “bening” Murdoch mengambil alih, maka lagu yang melantun manis dan harmonis segera menjadi sajian utama. Menarik bagaimana bassline lagunya terdengar lebih berdegup, seakan-akan menjadi isyarat jika nantinya album ini juga kental dengan nuansa dansa.

Tapi di track kedua, ‘Allie’ justru rock yang edgy menjadi sajian. Sedikit menyerempet garage rock, tapi lagunya pada akhirnya tetap milik Belle and Sebastian secara penuh. Lantas kita pun bertanya-tanya, mana lagu indie pop dreamy tadi? Jangan takut, karena berikutnya bisa disimak ‘The Power of Three’, yang mungkin bisa jadi contoh sempurna dimana eksperimen dansa dan indie pop ala Belle and Sebastian bersinergi dengan baik.

Dan jika menginginkan Belle and Sebastian dalam mode yang lebih moody, “Girls in Peacetime Want to Dance” menyediakan banyak ruang untuk itu.  Segera siapkan diri dalam sisi gloomy, karena ‘The Cat with the Cream’ atau ‘ Ever Had a Little Faith?’ atau ‘Today (This Army’s for Peace)’ siap untuk menghajar perasaan dengan sentimentalianya.

Sebenarnya tidak aneh jika Belle and Sebastian memutuskan untuk menghadirkan pendekatan baru dalam musik dan album mereka. Toh, “Girls in Peacetime Want to Dance” ini merupakan album ke-9. Sebuah album dimana Belle and Sebastian sudah cukup mapan dengan gaya bermusik yang sudah terbentuk dengan padat melalui 8 album sebelumnya. Jadi, mengapa tidak bersenang-senang dengan bereksperimen dengan musik mereka?

Toh, hasilnya ternyata cukup baik dan tidak menghianati ciri khas Belle and Sebastian itu sendiri. Mereka juga masih mengusung lagu-lagu dengan aspek tematis berbau politis, pesan sosial dan juga personal, sebagaimana yang kerap mereka lakukan.

Change is good. And change doesn’t necessary will turn you into something completely new.  Dengan “Girls in Peacetime Want to Dance” Belle and Sebastian pun membutikannya. Sebuah variasi berkarya yang aspiratif dan tentunya seru untuk disimak. Bravo!

Music Video: The Party Line

 

Official Website

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Nobody’s Empire” 5:08
2. “Allie” 3:16
3. “The Party Line” 4:14
4. “The Power of Three” 3:57
5. “The Cat with the Cream” 5:17
6. “Enter Sylvia Plath” 6:48
7. “The Everlasting Muse” 5:25
8. “Perfect Couples” 5:29
9. “Ever Had a Little Faith?” 4:21
10. “Play for Today” (featuring Dee Dee Penny) 7:33
11. “The Book of You” 4:23
12. “Today (This Army’s for Peace)” 5:25


Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi


Related posts

Leave a Reply