Trending News

Blog Post

Album of the Day: Blue – Colours
Album of The Day

Album of the Day: Blue – Colours 

Pertanyaan saya ketika Blue menampilkan gaya musik baru dalam album studio terbaru mereka, “Colours” di Maret 2015 ini adalah: are they showing their real colours? Kalau memang ya, butuh waktu yang cukup panjang dan jumlah album yang tidak sedikit untuk menemukan keberanian tersebut.

Tapi, jawabannya sudah barang tentu tidak. Warna asli mereka sudah ditampilkan sejak Day 1. Dengan ‘All Rise’ saja, aksi pop mereka sudah banyak dicemari oleh R&B. Bukan sekedar bercak, karena warna ini nge-blend sempurna dalam sajian menu musik empat pria asal Inggris ini. Dari waktu ke waktu, influens tersebut berkembang, hingga akhirnya datanglah “Colours” yang warna black music-nya semakin pekat. Evolusi musik mereka menggerakkan predikat nama boyband menjadi vocal group, meski sebenarnya boyband tak akan pernah lekang tersemat untuk Blue.

Terdiri dari 10 track, ini merupakan album dengan jumlah lagu paling sedikit yang Blue hasilkan selama ini. Setidaknya 12 hingga 15 track hadir di album-album terdahulu. Jangan terlalu khawatir, coba terapkan quality over quantity. Maka kita akan bisa menikmati evolusi musik grup yang mencirikan kedewasaan dalam bermusik. The vibe, the ambience, they don’t lie.

‘King of the World’ adalah pemanasan yang tepat. Lagu ini tepat sasaran karena mewakili pesona album yang sudah mendekat ke corak soul. Lagu ini terdengar mirip dengan hit 60-an ‘Stand By Me’, meskipun tidak memiliki struktur irama yang sama. Lagu orisinil ini merupakan langkah besar yang mewujudkan tekad dan menciptakan keberhasilan dalam bentukan imej musik Blue yang sekarang. Makanya, saat mereka membawakan empat lagu cover dalam album ini, semua terasa jiwanya. Alamiah, bukan wannabe. ‘You’re the Only One’, ‘If You Don’t Know Me By Now’, ‘I Don’t Want to Talk About It’, dan ‘Hang on in There Baby’.

Tak perlu ada kekhawatiran kalau-kalau versi mereka akan terdengar kacau. Blue terkenal ramah kog dengan yang namanya cover version. Ya, kalau dulu mereka banyak menambahkan imbuhan “pop” dalam saduran mereka terhadap lagu-lagu hit seperti ‘Too Close’, ‘Sorry Seems to Be the Hardest Word’, ‘Signed, Sealed, Delievered’, dan ‘Black Box’, tapi kini permainan mereka dilakukan out of their box. Lee Ryan dan kawan-kawan bertandang ke playground lain guna menghidupkan kembali lagu-lagu yang sudah berumur tersebut.

Bicara soal menghidupkan kembali, ada lagu berjudul ‘Flashback’ yang memang mengusung semangat yang sama. Aransemen yang bercermin pada satu corak musik tertentu membuat ‘Endless Love’ dan ‘Nothing Like You’ terdengar seperti mereka lahir dari era yang sama. Konsep musik terjaga, kuat mengarah pada soul meski masih diperkenalkan sebagai karya pop.

Dengan parade musik yang tertata apik dalam satu kesatuan yang kuat, album ini memang terkesan kurang memiliki dinamika. Untuk itu, saya akan sangat bangga bisa memperkenalkan ‘Home’ sebagai lagu terngepop yang album ini punya. Riak lainnya datang dari ‘Special’. Dan jika hendak menunjuk lagu apa yang pantas dirilis sebagai single berikut, antara yang dua ini atau salah satu dari empat cover version yang ada. Tapi apapun yang akan terjadi, “Colours” adalah album dengan nilai artistik tertinggi yang Blue ciptakan.

 

Official Website

TRACKLIST
1. “King of the World” 3:25
2. “You’re the Only One” 3:44
3. “Home” 3:48
4. “If You Don’t Know Me By Now” 3:23
5. “Nothing like You” 3:10
6. “Flashback” 4:04
7. “I Don’t Want to Talk About It” 4:04
8. “Special” 3:03
9. “Hang on in There Baby” 3:11
10. “Endless Love” 3:55

Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11

Related posts

Leave a Reply