Trending News

Blog Post

Deru Distorsi Tanpa Henti Di Hammersonic 2015
Concerts Review

Deru Distorsi Tanpa Henti Di Hammersonic 2015 

HAMMERSONIC INTERNATIONAL METAL FESTIVAL yang dibesut oleh Revision Live semakin mengukuhkan diri sebagai “Festival Metal Terbesar di kawasan Asia Tenggara”. Penyelenggaraan Festival yang telah memasuki tahun ke-4 ini berjalan dengan sukses tanggal 8 Maret 2015 yang lalu di Lapangan D Senayan, Jakarta. 34 Band Metal berbeda subgenre dari 4 benua ditambah dengan beberapa band lokal secara bergantian menghajar dua panggung megah yang letaknya berdampingan (Hammer Stage & Sonic Stage) dengan tata suara dan lampu yang tidak mengecewakan.

Adapun line up yang mengisi Hammersonic Festival tahun ini adalah ; Moses Bandwitch, Salahudin Al Ayubi, Warkvlt, Malmoved, Fraud, Demented Heart, Inlander, Prosatanica, Revenge The Fate, Beside, Straightout, Death Vomit, Mesin Tempur, Trashline, Roxx, (Indonesia), Nail of Inposition, Animistic, Silent Knight, Heaven The Axe, Collosvs (Australia), Casandra (Malaysia), Overthrown (Singapore), Anthelion (Taiwan) Avulsed (Spanyol), Vader (Polandia), DeathStars (Swedia), Mayhem (Norwegia), Terorizer, The Faceless, Ignite, Warbringer, Unearth, Lamb Of God (USA).

Hujan yang mengguyur Jakarta pagi itu sempat membuat saya sedikit cemas karena hajatan metal sehari penuh ini berlangsung di lapangan terbuka yang pastinya akan berdampak terhadap suasana venue dan penonton. Tapi untunglah hujan tidak berlangsung lama, sekitar jam 9:30 pagi hujan pun reda, dan menciptakan genangan-genangan di beberapa sudut lapangan yang bisa menampung sekitar 25 ribu penonton ini. Penonton sudah terlihat mulai mengantri masuk tidak lama setelah hujan berhenti.

Tepat pukul 11:00, tanpa ada kata pembuka dari MC, festival ini pun dimulai dengan penampilan  MOSES BANDWITCH. Selanjutnya berturut-turut NAIL OF INPOSITION (Australia),  SALAHUDIN ALAYUBI, MALMOVED , ANIMISTIC (Australia) bergantian menghajar Hammer Stage dan Sonic Stage masing-masing selama 15 menit. Metalhead yang sudah memasuki venue belum banyak yang mendekat ke panggung, mereka masih banyak yang melihat-lihat booth yang bertebaran di dalam arena ataupun yang mengisi perut untuk persiapan pesta metal sehari penuh sampai tengah malam nanti. WARKVLT, band Black Metal asal Bandung (awalnya mengusung nama Impish) yang tampil setelah Animistic cukup menarik perhatian siang itu dengan dandanan face painting dan atribut-atribut metal-nya. Selanjutnya, FRAUD, DEMENTED HEART, OVERTHROWN (Singapore), PROSATANICA, CASSANDRA (Malaysia), COLLOSVS (Australia), REVENGE THE FAITH dan NECTURA membuat metalhead bertambah banyak memadati area sekitar barikade panggung, terlihat diantara mereka sudah banyak yang melakukan moshing di bagian depan.

Yang menjadi highlight saya sore itu tak pelak lagi adalah penampilan beberapa band seperti ; HEAVEN THE AXE (Melbourne), dengan vocalist cewek, Phoebe Pinnock dengan rambut hijau-nya serta berdandan sexy, THRASHLINE (Jakarta) dengan lagu-lagu old school thrash metal mereka, SILENT KNIGHT (Australia), band bergenre Power Metal asal Australia dengan skill masing-masing personil yang mumpuni, MESIN TEMPUR dengan dandanan topeng tengkorak mereka serta musik metal mereka yang dimainkan seperti jamming session, disuguhkan dengan aksi panggung yang kocak cukup mengundang tawa, serta ROXX yang menutup session sore itu dengan lagu-lagu rock-nya yang sudah melegenda di blantika music rock tanah air.

Setelah Break Magrib selama lebih kurang 40 Menit, hari berganti malam. Metalheads sudah semakin memadati venue Lapangan D. Band asal Spanyol AVULSED memulai session malam itu di Hammer Stage selama 30 menit, dilanjutkan oleh unit thrash metal asal California, WARBRINGER. Band yang digawangi oleh John Kevill (Vocal), Noah Young (Gitar), Alex Malmquist (Bass), Vicken Hovsepian (drums) serta Adam Carroll (gitar)  ini cukup menghentak, Circle Pit pun tercipta beberapa kali di depan Sonic Stage. Selanjutnya giliran DEATHSTARS, band asal Swedia yang mengusung Industrial Metal tampil di Hammer Stage.  IGNITE juga tidak tidak kalah cadas. Band asal California yang sudah punya nama menjulang untuk subgenre Hardcore ini tampil memukau. 30 menit yang disediakan buat mereka rasanya berlalu dengan cepat. Crowd bersorak untuk tambahan satu lagu lagi. Sayang, Band berikutnya di panggung Hammer sudah harus tampil. Zoltan Zoli Téglás sang vocalist berjanji untuk datang lagi ke Jakarta dengan set yang lebih panjang. VADER, band Deathmetal asal Polandia tampil setelah IGNITE di Hammer Stage, disusul oleh UNEARTH, Band Metalcore asal Winthrop, Messachusetts. Ini adalah kali kedua bagi Trevor Phipps cs konser di Jakarta, setelah sebelumnya di tahun 2012 mereka menjadi Opening Act untuk SOULFLY.  Selanjutnya THE FACELESS, unit Technical Death Metal asal Encino, California menyuguhkan tontonan dengan skill bermain yang luar biasa. Arena festival semakin dipadati oleh metalheads. Dan ketika embah-nya Grindcore TERORIZER tampil di Sonic Stage, suasana sudah semakin panas, barikade penonton terlihat hampir roboh karena penonton yang berdesak-desakan karena banyak yang moshing, dan body-surfing. Untunglah security dan crew cukup sigap dengan keadaan ini.

MAYHEM, legenda Black Metal asal Norwegia yang terdiri dari :  Attila Csihar (vocal), Necrobutcher (Bass), Hellhammer (drums) Ghul (gitar), dan Theloch (gitar) tampil setelah Terorizer di Hammer Stage dihadapan penonton yang sudah semakin menyemut. Attila sang vocalist paling menyedot perhatian, dia tampil dengan dandanan cukup menyeramkan, wajahnya dirias (face-painting) sedemikian rupa dan dia ketika menyanyikan lagu pembuka Attila meminum dan membaluri wajahnya dengan darah. Attila juga menenteng potongan tengkorak dan seutas tambang yang bersimpul mati seperti untuk menghukum gantung. Tata cahaya yang di-set redup sepanjang lagu juga semakin menghidupkan kesan mistis dari Band yang mulai berdiri sejak tahun 1984 ini. Sementara itu Theloch juga terlihat misterius dengan jubah bertudung kepala. Necrobutcher yang merupakan personil paling lama bercokol di Mayhem tampil dengan dandanan yang paling biasa. Selama 45 menit Mayhem membius penonton dengan lagu-lagu Black Metal mereka.

Unit Pure American Metal LAMB OF GOD yang terdiri dari Randy Blythe (Vocal/Growl), Chris Adler (drum), Willie Adler (gitar), Mark Morton (Gitar) dan John Campbell (Basss) akhirnya menjadi puncak dari pesta metal selama lebih kurang 14 Jam ini. Band Groove Metal asal Richmond Virginia ini tampil sangat garang di Sonic stage begitu Mayhem menyelesaikan set-nya. Lagu Pembuka Disolation langsung disambut dengan teriakan histeris dari metalheads yang diperkirakan lebih dari 20 ribu orang. Barikade yang telah diperbaiki ketika Mayhem tampil, kembali terlihat hampir tumbang karena penonton yang semakin berdesak-desakanan. Crew panggung dan Security bersama-sama menahan barikade tersebut. Sementara itu penonton yang sudah tidak kuat  terlihat dibopong keluar dari kerumunan.

Randy Blythe sang vocalist terlihat begitu dominan dibandingkan personil Lamb OF God yang lain, Dia tak henti  bergerak ke setiap sisi panggung ketika melantunkan setiap lagu. Stamina Randy patut diacungi jempol, dia tetap terlihat sangat prima di tengah jadwal tour mereka yang padat di kawasan Australia dan Asia ini. Lamb of God memang pantas didaulat sebagai Main Attraction penutup festival ini. Mereka sangat menguasai panggung dan penonton. Beberapa kali Circle Pit tercipta, apakah itu karena inisiatif dari crowd sendiri ataupun karena diminta oleh Randy. Adapun lagu lain yang dibawakan oleh Lamb of God Selama durasi 1 jam ini diantaranya adalah ; Ghost Walking, Walk With Me in Hell, Set To Fail, Hourglass, Now You’ve Got Something To Die For, serta Laid To Rest. Dan Sebagai puncaknya, ketika dua lagu terakhir Redneck dan Black Label dimainkan, penonton seakan-akan menghabiskan energi mereka malam itu, Circle Pit dan koor penonton kembali tercipta. Horns Up..!!, Lamb Of God is the best for that evening..!!

Secara keseluruhan, Festival tahun ini berlangsung dengan sukses dari segi penyelenggaraan. Walaupun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya sehingga Hammersonic Festival bisa menjadi lebih besar dan massive lagi. Yang paling terlihat adalah System Ticketing, dimana kurangnya Ticket Box untuk menukarkan voucher menjadi tiket, sehingga antrian penonton mengular dan butuh waktu lama untuk mendapatkan tiket. Selain itu adalah sampah yang banyak berserakan di area makanan karena tempat sampah yang kurang banyak. Selain itu toilet  untuk penonton yang juga perlu diperbanyak.

(Untuk foto-foto lain bisa dilihat di sini)

Text: Budi Susanto
Photos: Budi Susanto for @hammersonicfest
@mrbudisusanto

Related posts

Leave a Reply