Trending News

Blog Post

10 Popular Tracks – Non Single
Top 10 Lists

10 Popular Tracks – Non Single 

Sebuah lagu dikenal berasal dari satu album tertentu karena ia dirilis sebagai single. Lantas, bagaimana jika lagu tersebut hanyalah sebuah track dalam sebuah album, bagaimana bisa kita mengenal lagu tersebut? Believe it or not, lagu-lagu dalam daftar ini memang sebatas track dalam album. Tidak pernah dirilis sebagai single, namun dikenal luas layaknya sebuah single. Mulai dari Celine Dion dan Christina Aguilera, hingga Westlife, inilah Non-single 10 Tracks.

‘I Love You’ – Celine Dion
(Diambil dari album “Falling into You”, 1996)

‘My Heart Will Go On’ adalah signature song bagi Celine Dion, tapi puncak karirnya sebenarnya terdapat di masa album “Falling into You” ini. Resume singkat dari penghargaan yang diraih Celine lewat album ini antara lain 2 Grammy, 3 World Music Awards, dan 1 American Music Awards. Belum termasuk catatan kalau “Falling into You” merupakan salah satu album terlaris sepanjang masa. Itu yang menjadi alasan mengapa lagu-lagu di luar single dalam album ini bisa dikenal. Yang paling famous adalah ‘I Love You’. Lagu ciptaan Aldo Nova ini diproduseri oleh David Foster untuk Celine. Meskipun cuma 1 di antara 14 lagu di album, ‘I Love You’ bahkan menembus batasnya dan menjadi salah satu lagu cinta paling memorable.

‘Impossible’ – Christina Aguilera
(Diambil dari album “Stripped”, 2002)

Keistimewaan album studio kedua dari mantan mousekeeter ini adalah ia behasil merombak musiknya dari bubblegum pop ke arah pop yang lebih serius dan bermartabat. Langkah revolusioner ini pun didukung oleh penggemar yang mulai meluas ke daratan Eropa dan Asia. “Stripped” pun tercatat sebagai album terbaik yang Xtina rilis sejauh ini di UK. Dari 20 nomor dalam album ini, ada satu lagu spesial yang Alicia Keys tulis dan produseri juga untuk Christina. Ialah ‘Impossible’ yang merupakan lagu soul klasik berbasis sound piano. Meskipun tak pernah dirilis sebagai single, Christina beberapa kali menampilkan lagu ini secara live, di antaranya di ajang American Music Awards tahun 2003. Lagu ini juga sempat masuk dalam chart video musik MTV Asia, dimana mereka menggunakan penampilan live sebagai presentasi videonya.

‘Soledad’ – Westlife
(Diambil dari album “Coast to Coast”, 2000)

Di zaman digital sekarang, teknologi informasi memudahkan setiap orang untuk mendapatkan sebuah album, secara resmi maupun bajakan. Hal ini menjadi penyebab utama kalau satu lagu tertentu, yang bukan single, bisa terkenal layaknya single. Tapi kalau jaman dulu? Sebutlah 2000, saat album kedua Westlife dirilis. Dukungan teknologi informasi belum sampai kesana, sehingga kita cuma bisa menerka-nerka kekuatan apa sebenarnya yang bisa mendorong lagu ‘Soledad’ bisa begitu famous-nya, tak kalah dengan lima single yang dirilis dari album “Coast to Coast”. Mungkin wabah Latin yang saat itu melanda industri pop dunia menjadi salah satu faktor yang membuat lagu ini “naik daun”.

‘(I Got That) Boom Boom’ – Britney Spears feat. Ying Yang Twins
(Diambil dari album “In the Zone”, 2003)

Album studio keempat Britney Spears yang diberi judul “In The Zone” mengandung 2 kolaborasi. Yang pertama adalah dengan Madonna, yang telah ia rilis sebagai single pertama untuk album ini. Yang terakhir adalah dengan Ying Yang Twins yang diniatkan rilis sebagai single kedua. ‘(I Got That) Boom Boom’ pun menjadi perhatian radio, dimana mereka mulai memutar lagu ini lantaran isu yang berkembang tentang niatan tadi. Apalagi Britney kerap menampilkan lagu ini untuk promo albumnya, salah satunya adalah di panggung TRL. Namun apa yang terjadi, ‘Toxic’ ternyata keluar sebagai single kedua, dimana Britney berhasil meraih Grammy pertamanya. Dan ‘(I Got That) Boom Boom’ pun kembali menjadi sebuah track semata.

‘Brown Eyes’ – Destiny’s Child
(Diambil dari album “Survivor”, 2001)

“Survivor” merupakan album pertama Destiny’s Child dalam formasi tersukses mereka; Beyonce Knowles, Kelly Rowland, dan Michelle Williams. Dalam album ini, mereka merilis 5 buah single. Mulai dari yang menghentak hingga yang melambai, album studio ketiga girlband asal Amerika ini terwakilkan secara apik lewat single-single tersebut. Tapi ternyata ada yang terlupakan, ‘Brown Eyes’. Lagu karya Walter Afanasieff dan Beyonce ini enggak sempat beredar sebagai sebuah single, tapi itu tak mengehentikannya untuk menggema di radio. Saking terkenalnya lagu ini, di album kompilasi “#1’s” ia ikut mejeng sebagai bonus track. Dan bahkan sampai ada versi bahasa Mandarinnya! Meski bukan Destiny’s Child yang membawakan.

‘Be Careful (Cuidado Con Mi Corazon)’ – Ricky Martin and Madonna
(Diambil dari album “Ricky Martin”, 1999)

Geregetan rasanya apabila duet yang sangat jarang bisa terjadi seperti ini hanya sebatas track dalam sebuah album. Dua penyanyi yang menjadi simbol seks; Ricky Martin dan Madonna menciptakan duet harmonis lagu pop Latin ‘Be Careful (Cuidado Con Mi Corazon)’. Ditulis dan diproduseri langsung oleh Madonna dan William Orbit, lagu ini merupakan salah satu masterpiece dari the Queen of Pop. Untuk album “Ricky Martin”, Ricky justru merilis duetnya yang lain, ‘Private Emotion’ bersama Meja, yang sebenarnya tak kalah harmonis dan tak kalah evergreen-nya. Sama seperti Destiny’s Child, popularitas lagu ini pun membuatnya bisa tampil dalam album kompilasi “The Best of Ricky Martin” di tahun 2001.

‘10,000 Promises’ – Backstreet Boys
(Diambil dari album “Backstreet’s Back”, 1997)

Enggak pernah cukup! Itulah dasar dari mengapa lagu-lagu selain single bisa bermunculan dari albumnya Backstreet Boys ini. Saat merilis album kedua mereka, “Backstreet’s Back” yang sebenarnya menjadi album perdana di Amerika dengan judul “Backstreet Boys”, total 6 single dari 11 track tersedia memang masih kurang saja. Apalagi BSB yang memang sedang membuat dunia demam akan kehadiran mereka, pantas saja lagu kayak ‘Hey Mr. DJ (Keep Playin This Song)’ pun ikutan mendapat spin di radio. Dan karena ulah MTV Asia, ‘10,000 Promises’ dalam format live performance dipajang sebagai video musiknya ikut-ikutan memarakkan sensasi BSB kala itu.

‘My December’ – Linkin Park
(Diambil dari album “Hybrid Theory”, 2000)

Hanya berdasarkan bonus track untuk album perdana mereka, Linkin Park meraih sukses di radio dengan ‘My December’. Tampaknya ini merupakan bentuk salut stasiun radio untuk kesuksesan LP dengan album pertama mereka, “Hybrid Theory” yang masuk dalam daftar 1001 Albums You Must Hear Before You Die. Lagu ini berbeda dengan single-single yang ditawarkan. Di dalamnya, piano rock menjabarkan musik secara apik, menghindar dari nu metal dan alternative yang terkesan ramah dengan imej LP pada saat itu. Alasan lain yang membuat ‘My December’ ini begitu menonjol adalah Josh Groban yang membawakannya ulang di masa saat tur untuk album “Closer”.

‘One and Only’ – Adele
(Diambil dari album “21”, 2011)

Dalam tema keputusasaan album “21”, Adele menempatkan secercah cahaya lewat lagu ‘One and Only’. Yes, sebenarnya untuk album era ini yang paling perkasa di masanya, “21” masih punya stand out tracks lain yang juga sering bergema tanpa embel-embel dirilis sebagai single. ‘Don’t You Remember’ contohnya, dan lagu cover ‘Lovesong’. Keduanya juga tak kalah digemari, tak kalah terkenal dengan lima lagu lain yang punya kesempatan rilis sebagai single. Ah, 11 lagu yang tersedia dalam edisi standar album ini memang jempolan. Dan kita ga akan keberatan mendapatinya wara-wiri dimana-mana.

‘Love the Way You Lie (Part II)’ – Rihanna feat. Eminem
(Diambil dari album “Loud”, 2010)

https://www.youtube.com/watch?v=Ye-0mwShqh4

Satu lagu laris, sekuelnya pun tiba. Rihanna membawa perpektif lain terhadap lagu terlaris di UK pada tahun 2010 ini, masih dengan partner-nya yang itu juga, Eminem. Lagu ini tersedia dalam album “Loud”, yang menjadi unggulan di ajang Grammy untuk kategori Album of the Year. Gelagat ‘Love the Way You Lie (Part II)’ ini adalah serangkaian aksi dalam trend sekuel lagu kolaborasi rap/sung yang boleh dibilang dimulai oleh Alicia Keys untuk ‘Empire State of Mind (Part II) Broken Down)’, dimana di originalnya ia bawakan bersama Jay-Z. Yang sama antara kedua sekuel ini adalah piano yang tanggap dalam melatari musiknya. Popularitas ‘Love the Way You Lie (Part II)’ ini adalah dengan eksistensi di chart musik UK, Kanada, dan juga di chart internasional Korea Selatan, dimana ia bisa menembus sampai ke peringkat 4 meski tanpa perilisan sebagai single.

Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11

Related posts

Leave a Reply