Trending News

Blog Post

Interview The Vamps: K.A.Z. Suka Minum Darah
Artist Interviews

Interview The Vamps: K.A.Z. Suka Minum Darah 

Tiga band tampil dalam edisi keempat Japan Night yang diadakan pada tanggal 4 April kemarin dan Creativedisc berkesempatan mewawancarai dua headliners yang akan tampil pada malam itu. Yang pertama adalah proyek sampingan vokalis L`arc~en~ciel dengan gitaris Oblivion Dust yang bernama VAMPS. Kali ini mereka tampil untuk kedua kalinya kedua di Indonesia setelah sebelumnya sudah tampil di Lapangan D Senayan.

Sebagai sebuah band yang berasal dari  Jepang, apakah kalian merasakan ada beban ketika bermain sebagai band Jepang ke luar Jepang?

Kita tidak merasa ada tekanan dengan membawa nama Jepang ketika kita tampil di luar Jepang malah kami senang karena melihat antusiasme penonton di luar Jepang sekaligus membawa nama Jepang ke luar.

Bagaimana cara VAMPS bisa mendobrak pasar luar negeri?

Kami menggunakan lirik berbahasa Inggris pada hampir semua lagu VAMPS. Hal ini dimaksudkan agar nama kami bisa dikenal di luar negeri karena kalau kami memakai bahasa Jepang sebagai bahasa utama di lirik kami maka kami tidak akan bisa menambah pendengar baru.

Apa cara yang dilakukan VAMPS agar penggemar selalu menanti hal yang baru dari kalian?

Sambil membuat materi baru kita terus berkesplorasi mencari hal yang berbeda di album sebelumnya.

Kalian sangat terinspirasi dengan vampir, siapakah sosok vampir yang menjadi inspirasi kalian dalam membentuk image kalian yang sekarang.

Hyde: Lestat dari The Vampire Lestat (novel karangan Anne Rice)

K.A.Z.: Saya suka gambaran vampir di film Queen of The Damned.

Seperti yang kita tahu bahwa kalian sudah terkenal lewat Laruku dan Oblivion Dust sebelum memulai VAMPS. Apakah ini menjadi salah satu cara untuk menggaet penggemar Laruku dan Oblivion Dust menjadi fans VAMPS?

Terkadang memang ada penggemar VAMPS yang tahu kami dari Laruku dan Oblivion Dust dan itu menurut kami sah sah saja, namun kami ingin agar para penggemar VAMPS lebih menyukai kami tanpa ada embel-embel band utama kami.

Bagaimana cara VAMPS dalam membuat lagu?

Ketika saya membuat lagu saya selalu memikirkan apakah lagu ini bisa dibawakan sewaktu live performance atau tidak, jika tidak maka saya berhenti membuat lagu tersebut tapi jika lagu ini mempunyai potensi untuk mendukung penampilan kami maka kami akan terus membuat lagu tersebut.

Siapakah musisi yang mempunyai pengaruh untuk masing-masing anggota VAMPS sampai kalian memutuskan untuk terjun di dunia musik.

Hyde: Kalau saya tidak mendengar Motley Crue mungkin saya tidak akan bisa bermain gitar dan duduk di sini sebagai personil band.

K.A.Z.: Saya mengingat ada penampilan suatu band di TV, mereka berpakaian sangat nyentrik namun musik mereka begitu asyik dan penampilan mereka sangat atraktif. Mereka adalah King Crimson dan lewat mereka saya belajar bagaimana menyajikan aksi panggung yang atraktif.

Apa saja hal yang kita tidak ketahui tentang VAMPS

Hyde: (berpikir lama) Hmm, pertanyaan yang cukup sulit. Ah, mungkin dengan celana yang saya pakai sekarang. Celana ini bukan celana jeans tapi celana tidur namun saya suka motifnya karena terlihat seperti jeans belel. Saya juga bukan tipe orang yang jago ngomong dan cenderung pendiam.

K.A.Z.: Saya mungkin suka meminum darah sebagai vampir (tertawa)

luthfiLuthfi
CreativeDisc Contributor
@luthficantweet

Related posts

Leave a Reply