Trending News

Blog Post

Japan Night Membawa Aksi Jepang Terbaik di Jakarta
Concerts Review

Japan Night Membawa Aksi Jepang Terbaik di Jakarta 

Pemerintah Jepang punya cara unik untuk mempromosikan kegiatan besar mereka yaitu Olimpiade 2020 dengan cara membuat acara bernama JAPAN NIGHT. Japan Night adalah sebuah acara yang diprakarsai oleh pemerintah Jepang, acara ini menjadi ajang promosi talenta Jepang dalam bidang musik ke dunia dengan harapan menarik minat turis untuk datang dan berkumpul ke Jepang pada tahun 2020 untuk menikmati Olimpiade musim panas yang ketiga puluh dua.

Perhelatan ini sudah memasuki edisi ketiga dimana edisi 0 atau edisi pengantar dilakukan di Singapura dalam acara Music Matters sementara edisi perdana sampai yang ketiga dilaksanakan di Jepang dengan headliners artis Jepang yang sudah menapaki karirnya secara global seperti Perfume, Ikimonogakari, Man With A Missions, L`arc~en~ciel, Sekai no Owari, Gospellers, Sakanaction, VAMPS dan masih banyak lagi. Pada perhelatannya yang keempat, Japan Night mengunjungi Jakarta sebagai kota non-Jepang kedua yang mendapatkan kesempatan untuk menonton aksi terbaik dari musisi Jepang. Setelah bertolak dari Jakarta, Japan Night akan mengadakan edisi kelimanya di Taipei dan keenam di London.

Tiga artis menjadi headliners pada Japan Night edisi keempat yang berlokasi di Kota Kasablanka, 4 April 2015 diantaranya adalah Tokyo Ska Paradise Orchestra, [Alexandros], dan VAMPS. Semua orang di barisan antrian lebih banyak menunggu untuk VAMPS karena mereka ingin melihat aksi panggung sang legenda J-rock yaitu Hyde untuk ketiga kalinya di Indonesia.

Konser dimulai pada pukul 19:20 dengan penampilan pertama dari Tokyo Ska Paradise Orchestra (TSPO). Penampilan delegasi ska dari Tokyo ini benar-benar memukau dan saya jamin bahwa ini adalah artis Jepang dengan penampilan panggung terbaik yang pernah Anda lihat. Dari awal penampilan TSPO seolah tanpa ampun dalam memberikan musik ska yang sempat meledak di Indonesia pada akhir 90’an. Penonton dihajar dengan campuran musik ska, jazz bahkan juga rock ketika TSPO bermain kedua kalinya di hadapan publik Jakarta setelah Java Soundsfair tahun lalu. Bagian terbaik dalam penampilan mereka adalah ketika mereka melakukan aksi akrobatik seperti memutar trombone mereka dengan satu tangan, kecepatan mereka dalam meniup saksofon sampai pianika dengan lampu hias yang membuat penampilan mereka adalah penampilan yang paling standoutmalam itu. Walaupun banyak dari mereka sudah berumur namun aksi panggung mereka masih lincah dengan bergoyang mengikuti irama saksofon dan trombone sampai terus loncat ketika lagu sudah selesai dibawakan.

Empat puluh menit adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengumbar rasa cinta penonton terhadap ska yang sudah redup di Indonesia dan sekarang giliran band alternative rock [Alexandros] naik panggung. Tampil pertama kali di Jakarta membuat penonton sedikit canggung ketika band yang dulunya bernama [Champagne] ini tampil. Untungnya vokalis Yoohei Kawakami pintar berbahasa Inggris dan terus komunikatif selama tampil sehingga penampilan perdana mereka di Jakarta tidak terlalu dingin. Mereka membawakan lagu “For Freedom”, “Stimulator” dan “Waitress, Waitress!”, “Run Away”, “Starrrrrr”, “Cat 2”, “Kick &Spin” dan “Adventure”. “We’re so in love with Indonesia, really. So after this you tell your friends, your colleagues, your family and anybody about us in Indonesia and make sure when we come back here again, you know us, singalong with us and we can party together”, ujar Yoohei sebelum menutup penampilan perdana [Alexandros] di Indonesia.

Akhirnya pada pukul 21:30, sang legenda naik panggung bersama dengan teman-temannya di VAMPS. Jika Laruku bermain dengan atribut alternative rock dengan citra glam rock yang begitu terasa, maka VAMPS adalah ketika Hyde bermain glam rock dengan memasukkan unsur yang dia tidak pernah coba di Laruku seperti hard rock, garage rock sampai space rock dan industrial rock. Hyde naik dengan dandanan ala musisi glam rock 80’an dan langsung memainkan nomor “Zero” yang mempunyai opening space rock. Setelahnya “World’s End”, “Lips”, “Evil”, “Revolution II” dibawakan. Semua penonton terenyuh ketika VAMPS memainkan nomor balada “Vampire’s Love” lalu setelahnya “Hunting”, “Angel Trip”, “Devil Side” dan “Sex Blood Rock n Roll” dimainkan. Usai lagu “Sex Blood Rock n Roll” VAMPS turun panggung dan penonton seolah tidak puas dengan penampilan mereka karena “Love Addict” belum dibawakan, selang beberapa lama mereka naik panggung dengan membawakan “Love Addict”, konser ditutup dengan “Memories” dan VAMPS berhasil membawa memori yang indah untuk para fansnya di pertunjukan kedua mereka di Jakarta.

Japan Night sukses membawa atmosfir keseruan musisi Jepang di Kota Kasablanka malam itu, tapi hal yang paling disayangkan dalam konser ini adalah buruknya tata suara di dalam konser sehingga suara di dalam hall memekakkan telinga karena terlalu kencang. Sesuai dengan slogan acara ini yaitu “Move with the music of Japan” penonton di dalam konser Japan Night benar-benar bergerak dan bersenang-senang bersama musik dari Jepang dan sepertinya strategi pemerintah Jepang untuk mendatangkan turis melalui acara seperti ini bisa dikatakan strategi yang pintar dan efektif untuk menambah devisa negara dari pendapatan turisnya.

Photo by @mrbudisusanto

Luthfi
CreativeDisc Contributor
@luthficantweet

Related posts

Leave a Reply