Trending News

Blog Post

Album of the Day: Bon Jovi – Burning Bridges
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Album of The Day

Album of the Day: Bon Jovi – Burning Bridges 

Released by: Universal Music Indonesia

Burning Bridges” diniatkan sebagai “fan album”, yaitu album yang menyertai tur internasional yang Bon Jovi lakukan. Tapi album ini juga menandakan sebagai album terakhir bersama Mercury Records, yang selama 32 tahun terakhir ini menaungi band beraliran rock ini. Setelah dalam 3 dekade bersama-sama, Bon Jovi dan Mercury ternyata tidak bisa melanjutkan kerjasama mereka. Sungguh disayangkan memang.

Selain itu “Burning Bridges” juga diniatkan sebagai penyambung untuk album baru Bon Jovi yang rencananya akan dirilis tahun depan. Jadi “Burning Bridges” tidak benar-benar sebuah “album baru”, karena materinya sebagian besar merupakan lagu-lagu yang belum selesai dikerjakan sebelumnya, atau sudah selesai, namun tak pernah dipublikasikan.

Tapi bukan berarti album minus lagu baru, seperti ‘We Don’t Run’. Bon Jovi masih tampak perkasa dalam mempersembahkan rock sebagai usungan mereka. Bahkan vokal Jon Bon Jovi masih terdengar prima dan tak mengalami perubahan dari 20 tahun lalu misalnya. Salah satu track baru dalam album ini adalah ‘Saturday Night Gave Me Sunday Morning’ yang masih mencatatkan nama gitaris Richie Sambora sebagai salah satu penulis lagu. Sambora sendiri sudah keluar dari Bon Jovi di tahun 2013 yang lalu.

Sebagai “fan album”, album ini benar-benar memang bertujuan untuk memuaskan para fans setia Bon Jovi. Sepuluh lagu yang terdapat dalam album ini benar-benar mengeksplorasi Bon Jovi dalam bentuk mereka, nyaris tanpa ada sentuhan pergeseran secara musikalitas. Masih terdengar seperti 20 atau 30 tahun lalu. Rock yang melodius dengan nyanyian Jon Bon Jovi yang khas pula. Uniknya vokalnya juga seolah tak tergerus oleh waktu. Masih terdengar sama.

“Burning Bridges” mungkin diniatkan sebagai album rock, yang ditunjukkan dengan judul yang terkesan gahar, tapi ternyata sebagian besar materinya justru adalah balada manis dan terkadang melow. Coba kita simak saja track seperti ‘We All Fall Down’ atau track minimalis ‘Blind Love’ yang menghanyutkan.

Jangan lewatkan pula ‘Who Would You Die For’ yang terkesan atmosferik dengan sentuhan new wave di dalamnya. Meski begitu memasuki pertengahan ketukan drum dan distorsi gitar juga mewarnai, meski secara umum ia masih terdengar gloomy.

Disusul dengan balada yang tidak tampil gloomy, meski bukan berarti tidak kalah mellow, ‘Fingerprint’, yang sepertinya mengadopsi gaya country dalam notasi maupun aransemennya. Track sesudahnnya, ‘Life Is Beautiful, juga masih balada, namun kali ini lebih uplifting dan tempo yang lebih cepat. Penggunaan gitar akustik membuat kesan manis terasa menggugah pendengaran.

Sebenarnya tidak usah heran jika “Burning Bridges” terkesan sangat balada-esque, karena album saja sudah dibuka oleh track berjudul ‘A Treadrop to the Sea’ yang gloomy. Agak berbau rock arena yang saat ini tengah ngetrend, namun secara umum lagu ini adalah balada rock klasik ala Bon Jovi yang biasa kita kenal.

Dengan materi 70% adalah balada, memang “Burning Bridges” tidak terdengar segahar judulnya. Hanya saja ini masih album yang cukup memuaskan. Setiap track enak untuk disimak. Bon Jovi masih diandalkan untuk membuat lagu-lagu rock yang harmonis dan tak lekang dimakan waktu. Yep, lagu-lagunya memang oldskool, tapi masih bisa dicerna oleh penikmat lagu kekinian, apalagi tentunya para fans setia atau penggemar rock.

Track yang menjadi judul album, ‘Burning Bridges’, bertugas sebagai penutup album. Sebenarnya kalau didengar secara selintas, ini adalah sebuah lagu yang kocak dan terdengar tidak serius, lengkap dengan gaya country yang berderap dan ceria. Hanya saja kalau disimak liriknya baik-baik, maka terasalah kegetiran yang ada di dalamnya. Dengan lirik seperti “Adios, auf wiedersehen, farewell / Adieu, good night, guten abend / Here’s one last song you can sell / Lets call it burning bridges / It’s a sing along as well,” jelas Bon Jovi mengindikasikan perpisahan mereka dengan sang label Mercury yang dilambangkan dengan “jembatan yang terbakar”.

Sepertinya, meski telah terbakar, Bon Jovi telah tiba diseberang dan siap untuk memulai lembaran baru. Namun 3 dekade sejarah karir mereka, yang dijalani bersama Mercury Records, tentu tak bisa dihapus begitu saja. Oleh karenanya “Burning Bridges” pun hadir sebagai memorabilia untuk mengenang kerjasama ini. Sebuah album yang berisi materi dengan musikalitas yang membesarkan nama Bon Jovi.

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “A Teardrop to the Sea” 5:07
2. “We Don’t Run” 3:17
3. “Saturday Night Gave Me Sunday Morning” 3:23
4. “We All Fall Down” 4:05
5. “Blind Love” 4:48
6. “Who Would You Die For” 3:54
7. “Fingerprints” 5:58
8. “Life Is Beautiful” 3:22
9. “I’m Your Man” 3:44
10. “Burning Bridges” 2:44

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al

sexemodel escort escort