Trending News

Blog Post

Album of the Day: Pentatonix – Pentatonix (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of the Day: Pentatonix – Pentatonix (Deluxe Edition) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Akapela adalah musik yang menarik, karena mengandalkan harmonisasi vokal yang ditunjang oleh keahlian penyanyinya untuk mengemulasi instrumen hanya melalui mulut. Meski kompleks dan menjunjung tinggi disiplin kuat, namun akapela biasanya menghasilkan musik renyah untuk disimak. Tapi entah mengapa akapela selama ini selalu terkesan tersegmentasi. Tidak benar-benar mencapai ranah mainstream.

Semua berubah dengan kedatangan Pentatonix. Kuintet jebolan ajang pencarian bakat sing-off ini memperkenalkan kembali keindahan akapela ke telinga pendengar awam melalui serangkaian cover version lagu populer yang mereka lakukan. Kehadiran dua film “Pitch Perfect” pun mempermulus jalan akapela untuk lebih mengemuka.

Pentatonix sudah merilis EP dan album dalam memamerkan kemampuan mereka dalam berakapela. Kini, dalam album self-titled, “Pentatonix“, mereka memberanikan diri dengan menghadirkan materi asli alih-alih cover version. Rupanya sambutan publik cukup antusias dan memberkahi Pentatonix dengan album #1 mereka di Billboard 200.

Apakah Pentatonix merupakan kumpulan akepela terbaik saat ini masih diperdebatkan, karena pasti masih banyak grup lain tak kalah bersinar dari mereka, cuma belum mendapat atensi publik semestinya. Yang akan kita telisik di sini adalah bagaimana “Pentatonix” sebagai sebuah album.

Sebagai album pop, jelas “Pentatonix” menyenangkan untuk disimak. Pentatonix cukup kreatif untuk menghasilkan sound-sound cantik, serta memanfaatkan akapela semaksimal melalui teknik mumpuni untuk menghasilkan lagu-lagu pop catchy.

Diset sebagai single pertama,’Can’t Sleep Love’, memperkenalkan Pentatonix sebagai komposer handal. Akapela memadu dengan mulus agar terdengar mirip dengan lagu konvensional. Pop berbau RnB ini memang sangat mudah didengar.

Pop bukan melulu ditawarkan oleh Pentatonix dalam album ini. Ada pop RnB yang mungkin bisa juga dikemas sebagai EDM dalam ‘First Thing First’. Pendekatan setipe dapat ditemui dalam ‘Ref’ yang terdengar seperti sebuah lagu gubahan Timbaland untuk Justin Timberlake.

Ada pula nomor doo-woop seru menggelitik dalam ‘Misbehavin”. ‘Sing’ sangat mungkin menjadi pasangan dari lagu ini, meski sulit untuk menghilangkan kesan Bruno Mars saat mendengarkan lagunya. Sedang Imagine Dragons “dibangkitkan” dalam ‘New Year’s Day’. Beberapa balada dihadirkan pula sebagai komplimentari, seperti ‘Light In The Hallway’ yang agak memanfaatkan elemen baroque atau akapela dengan lebih konvensional dalam ‘Take Me Home’.

Lagu-lagu ini kompeten juga menarik untuk disimak. Hanya saja sulit untuk menghindari kesan jika Pentatonix masih kesulitan dalam menemukan identitas atau ciri khas mereka. Pemilihan aneka genre dan gaya bermusik mungkin terlalu naif untuk menjadi indikatornya, tapi memang faktor-faktor tersebut yang menciptakan kesan tersebut. Mereka terdengar tidak lepas dan berhati-hati dalam mengkomposisi materinya.

Pada akhirnya akapela hanya alas untuk menghasilkan lagu yang menjual ketimbang menjadi akapela dalam bentuk seutuhnya. Jika justru nomor cover version pula yang terdengar lebih menonjol, ‘If I Ever In Love’, sebuah lagu 90-an milik Shai yang dinyanyikan bersama Jason Derulo, rasanya bukan hal aneh, karena mereka tidak harus menjadi diri sendiri, melainkan memelintir materi yang sudah ada.

Bukan berarti “Pentatonix” tidak memiliki materi orisinal kuatnya pula. ‘Rose Gold’ bisa menjadi contoh bahwa Pentatonix bisa lebih dari hanya sekedar mengemulasi instrumen atau gaya lagu yang kekinian, namun juga dengan tangkas memadukan antara harmonisasi vokal yang kuat dengan komposisi yang rumit, serta sukses mengkomunikasikan lagunya kepada pendengar dengan balutan emosi yang kuat, ketimbang pamer teknik belaka.

Bagi yang merindukan lagu-lagu cover version Pentatonix, jangan takut. Versi deluxe menghadirkan beberapa materi lagu populer yang dikemas cantik dalam versi akapela, seperti ‘Where Are Ü Now’ hits Jack Ü dan Justin Bieber, ‘Cheerleader’ milik OMI, serta ‘Lean On’ dari Major Lazer. Rasanya bukan kebetulan jika mereka memilih lagu-lagu populer musim panas tahun ini untuk dinyanyi ulang. Bagaimanapun Pentatonix dikenal karena cover version kreatif mereka untuk lagu-lagu hits.

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Na Na Na” 2:36
2. “Can’t Sleep Love” 2:53
3. “Sing” 2:57
4. “Misbehavin'” 3:43
5. “Ref” 3:14
6. “First Things First” 2:41
7. “Rose Gold” 3:43
8. “If I Ever Fall in Love” (featuring Jason Derulo) 3:14
9. “Cracked” 2:54
10. “Water” 3:11
11. “Take Me Home” 2:56
12. “New Year’s Day” 3:38
13. “Light in the Hallway” 4:15

Bonus track:
14. “Where Are Ü Now” 2:51
15. “Cheerleader” 3:03
16. “Lean On” 2:41
17. “Can’t Sleep Love” (featuring Tink) 3:34

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al

sexemodel escort escort