Quantcast

Neon Lights Singapore Day 2, Sukses Sedot 10.000 Pengunjung Menikmati Akhir Pekan

By - 4 years ago in Concerts Review

Ini dia liputan hari kedua festival Neon Lights 2015 Singapore, di Fort Canning Park. Seperti hari sebelumnya gate dibuka pukul 12.00 waktu setempat. Arena festival baru dipenuhi oleh audiens sekitar pukul 15.00 keatas. Yang membuat kami audiens Indonesia bangga adalah, tampilnya salah satu band indiepop kenamaan asal Bandung, MOCCA yang menyegarkan suasana venue dengan manisnya alunan vokal Arina dan permainan musik mereka yang sungguh harmonis. Semakin sore semakin meriah, pengunjung yang diajak bersantai sore untuk menikmati penampilan Rachel Yamagata dengan syahdu sambil tiduran divenue hijau Fort Canning Park. Lepas senja, Neon Lights masih menyimpan banyak kejutan, kami beranjak menuju stage Neon Garden dan sudah dipenuhi penonton dan fans Broods yang sempat mampir ke Jakarta beberapa pekan lalu. Broods membawakan hampir semua single di album Evergreen mereka, sebut saja Bridges, L.A.F, Sober, Pretty Things dan Mother & Father.

Selepas Broods banyak audiens yang berpindah area lagi menuju Neon Light Stage untuk menyaksikan Damien Rice, ya penampilan solois pria yang satu ini memang cukup dinanti para pengunjung Neon Light sepanjang hari, dengan setting sederhana dan minim pencahayaan,hanya lampu sorot saja yang menjadi penampilan Damien Rice dan lantunan lagu-lagunya. Hingga saat lagu pasti dinanti semuanya, The Blower’s Daughter, para penonton serentak menyanyikan secara koor bersamaan. Again, Creative Disc harus “membelah diri” melihat pertunjukkan di stage Neon Garden untuk melihat RÜFÜS, trip electrodance asal Sidney ini menyihir audiens untuk berdansa diatas beat yang mereka mainkan secara live, membawakan beberapa hitsnya seperti Sundream dan You Were Right.

Tidak sampai menyelesaikan lagu terakhir dari RÜFÜS, kami harus mengejar act dari band dreampop kawakan di era 90an asal Oxford,UK siapa lagi kalau bukan RIDE. Para festival goers sudah terlihat tak sabar ingin bernyanyi bersama. RIDE yang tepat on stage pukul 21.00, membawakan kurang lebih 12 kompilasi singlenya, termasuk Twisterella, Chrome Waves, Chelsea Girl, hingga Vapour Trail. Meski terbilang tak muda lagi, namun RIDE masih tampil penuh energi dan memukau. Perjalanan petualangan Neon Lights tak sampai disini, kamimasih harus menaiki area Neon Garden untuk melihat closing performance dari RATATAT duo rocktronika asal Brooklyn, Mike Stroud dan Evan Mast mengajak audiens untuk menikmati ambiens musik mereka dengan cara spesial, tampak sangat mandiri mereka memainkan visual screen secara manual tanpa bantuan kru,hanya memainkannya dari perangkat laptop mereka diatas panggung sambil bermulti-tasking membawakan instrumental hits mereka, Cream On Chrome, Wildcat, Gettysburg dll. Neon Lights Singapore disinyalir telah menyedot 10.000 pengunjung tahun ini, apalagi dengan ditutupnya festival seni dan musik termeriah ini dengan tampilnya Flight Facilities yang membuat festival ground berdansa sesuai beat yang mereka bawakan. Neon Lights Singapore berjanji akan menyajikan festival selanjutnya di tahun depan dengan kemeriahan yang berbeda. What a Magnificent Show! We can’t really wait til next year!

Personal Style Blogger, Avid Walker, Gigs Wanderer, Astrology Freak, Arians Multitasker.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Artist Interviews | August 8, 2019 By

CreativeDisc Exclusive Interview with Miami Horror: Rilis Single Restless dengan Penuh Eksplorasi

Concert News Music News | July 18, 2019 By

Mumford & Sons serta Honne Ramaikan Neon Lights Festival di Singapura

Creative Disc TV | May 14, 2019 By

CreativeDisc Bahas Album PINK – Hurts 2B Human