Trending News

Blog Post

Exclusive Interview With The Vamps: Duet Dengan Demi Lovato Itu Impian Kami
Artist Interviews

Exclusive Interview With The Vamps: Duet Dengan Demi Lovato Itu Impian Kami 

Universal Music Indonesia bekerjasama dengan Universal Music Singapore memberikan kesempatan kepada Tim Creative Disc untuk melakukan wawancara eksklusif dengan band asal Inggris, The Vamps sebelum mereka menggelar konsernya di Singapura pada 26 Januari 2016 lalu. Tim Creative Disc diundang untuk menemui Brad, Connor, James, dan Tristan disebuah hotel, sehari sebelum mereka menggelar konser pertama mereka di Singapura. Berikut wawancara kami dengan The Vamps.

CD : Siapa yang paling pendiam di antara kalian?
The Vamps Connor: Kayaknya, aku deh.

CD: Kenapa?
The Vamps Connor: Dulunya aku introvert. Sekarang tidak lagi. Tapi sejauh ini aku yang paling pendiam.

CD : Apa hal yang terbaik yang kalian rasakan selama berada di band?
The Vamps James: Uangnya dan para cewek-cewek, hahaha (sambil bercanda tentunya)
The Vamps Brad: Mungkin kesempatan untuk tampil, dan menjalani hal yang sudah menjadi passion kami yaitu bermusik. Dan semua fans.

CD : Hal gila apa yang pernah kalian lakukan bersama-sama?
The Vamps : Kami pernah ke klub di Inggris dan Connor dilempar kotoran. Baru-baru ini kami ke air
terjun, dan kami suka. Kami mau coba ke banyak tempat disini (Asia Tenggara) karena katanya disini
banyak tempat wisata.
Connor: Aku pengen ke pulau phi-phi. Bukan pee-pee ya! Hahahaha

CD : Bagaimana keluarga kalian mendukung karir kalian dalam bermusik?
Brad : Mereka selalu suportif sejak awal, dulu mereka sering mengantarkan kami ke tempat konser. Dan mereka terus melakukan itu sampai kami bisa mandiri. Mereka selalu berusaha datang ke konser kami. Dukungan keluarga itu luar biasa.

CD : Kalian suka kangen keluarga kalau sedang tour?
The Vamps : Ya tentunya, tapi kami sering mengirim pesan. Kadang menelepon juga.

CD : Apa mimpi terbesar kalian dalam hidup?
The Vamps : (Brad) Kayaknya tampil sebagai bintang utama di Wembley Stadium bakalan keren banget.
(Tristan) Ya, aku sama juga.
(James) Tour keliling dunia, mengunjungi berbagai negara.
(Connor) Mimpiku adalah terus bermain bersama band ini.


[pics] The Vamps berfoto dengan kanvas dari fanbase The Vamps Band Indo, yang berisikan kolase foto-foto para fans the Vamps di Indonesia.


CD : Kalau kalian jadi orang lain, siapa yang kalian mau?
The Vamps : (James) Shawn Mendes
(Tristan) Johnny Depp
(Brad) Mungkin pemain skateboard Nyjah Houston.
(Connor) Aku mau menjadi Will Smith. Dia itu legend.

CD : Dengan siapa kalian ingin berkolaborasi di masa depan?
The Vamps : Waktu kami duet sama Demi Lovato, itu memang jadi impian kami sejak lama. Duet dengan Shawn Mendes juga luar biasa! Mungkin kami mau duet dengan Jess Glynne atau penyanyi wanita lainnya.
(James) Mungkin dengan Ed Sheeran atau bahkan Calvin Harris juga.

CD : Apa tantangan yang kalian hadapi dalam pembuatan album baru “Wake Up” ini?
The Vamps : Sebenarnya tidak terlalu banyak tantangan baru karena kami sangat beruntung dengan kesuksesan album pertama kami, jadi kami berusaha menyamakan, atau mungkin mengalahkan kesuksesan album pertama. Juga membuat album yang The Vamps banget, juga membuat kemajuan untuk band kami. Karna kami bersenang-senang, albumnya selesai lebih cepat dari yang kami rencanakan. Jadi ya, nggak terlalu banyak tantangan yang kami hadapi. Benar-benar proses yang menyenangkan.

CD : Dan apa perbedaannya dengan album pertama?
The Vamps : Instrumen yang digunakan benar-benar berbeda, jadi itu mungkin jadi sedikit tantangan. Tapi kami tidak terlalu tertekan mengerjakannya karena kami bikin album sambil tur. Aneh rasanya ternyata album kedua ini selesai cepat sekali, dan rasanya aneh menanti akan apa jadinya album ini untuk kami.

CD : Ada pesan untuk fans kalian yang tengah menghadapi “bullying” di sekolah atuapun di social media?
The Vamps : Berusahalah untuk tidak membully. Memang lebih gampang dikatakan daripada dilakukan. Tapi kebanyakan pelaku bully merasa insecure tentang diri mereka. Mereka selalu punya alasan untuk membully karena mereka iri. Jadi cobalah mengatasi itu. Kamu nggak sendiri. Bicara sama orang lain tentang apa yang kamu alami, bisa ke guru, teman, atau orangtuamu. Selalu ingat, kamu nggak sendiri. Kami peduli.

CD : Jawab barengan ya, kalau kalian jadi cewek, siapa di antara kalian yang cocok dijadikan pacar?
The Vamps :
(Brad) James. Soalnya dia pintar menggambar.
(Tristan) James! Soalnya mungkin dia bisa bantu aku punya badan bagus.
(James) Connor! Soalnya dia suka banget tidur, jadi kita bisa berpelukan bermanjaan.
(Connor) Finn! (seorang krew The Vamps). Karna dia hebat. Soalnya di antara mereka bertiga ga ada yang cocok (*sambil nunjuk ke arah anggota The Vamps lainnya).

CD : Dari mana biasanya kalian dapat ide untuk membuat lirik lagu? Soalnya salah satu lagu di album baru kalian, “I Found A Girl” ceritanya cukup menarik. Apakah itu pengalaman pribadi?
The Vamps : Bukan, lirik itu (I Found A Girl) hanyalah sebuah konsep. Tidak semua lirik lagu kami berasal dari pengalaman pribadi. Sayangnya kami belum pernah mengalami itu.

The Vamps juga sempat menjawab pertanyaan dari para fans yang khusus ditanyakan oleh tim CreativeDisc. Penasaran dengan jawaban mereka? Tunggu yah, nanti akan kita ungkap di Video di acara kumpul bareng The Vamps yang akan diadakan oleh Universal Music Indonesia, CreativeDisc dan fanbase @TheVampsBandID di bulan ini!

Related posts

Leave a Reply