Trending News

Blog Post

Album of the Day: Connie Talbot – Matters To Me
Album of The Day

Album of the Day: Connie Talbot – Matters To Me 

Connie Talbot adalah seorang remaja yang baru berusia 15 tahun. Bagi yang tak mengenal dirinya, pasti mengira jika “Matters to Me” ini sebagai album debutnya. Tapi sekedar informasi, ini merupakan album kelimanya dan ia telah berkarir nyaris satu dekade. Dengan demikian rasa-rasanya ia sulit untuk dikategorikan sebagai penyanyi junior, bukan?

Dan kedewasaan seorang Connie Talbot bisa dirasakan dalam “Matters to Me”, album yang menandakan yang pertama di usia remajanya. Tidak terasa memang Talbot kini sudah beranjak dewasa. Rasanya baru kemarin saat ia adalah seorang gadis cilik berusia 6 tahun yang memukau panggung Britain’s Got Talent musim pertama di tahun 2007.

Lewati sejarah, beberapa album pun dirilis oleh Talbot. Sebagian besar materi album tersebut adalah cover version. Sesuatu yang bisa kita temui juga dalam “Matters to Me”, namun Talbot juga memperluas ruang untuk lagu-lagu orisinal yang juga ditulisnya sendiri.

Tentunya lagu-lagu yang kini diusungnya juga bertemakan dan mengandung lirik yang lebih dewasa. Setidaknya demikan yang tertangkap dalam single yang dilepas Talbot untuk albumnya, ‘I’m Over You’. Dalam lagu ini Talbot terdengar lebih melankolis dan vokalnya juga sudah cukup berubah. Sementara musik latar terdengar intens dan edgy, setidaknya mungkin karena pengaruh rock di dalamnya.

Berdasarkan lagu ini, tentunya menarik untuk mengetahui apa lagi yang ditawarkan Talbot dalam “Matters to Me”. Pendekatan yang setipe dengan ‘I’m Over You’ bisa ditemukan dalam track pembuka, ‘Shut Up (Move On)’, sebuah pop anthemik yang lagi-lagi mengandalkan rock sebagai imbuhan dasar. Apakah Talbot ingin malih rupa menjadi seorang lady rocker yang senantiasa berteriak dengan lantang di setiap lagunya? Tidak juga.

Bagaimanapun vokal Talbot cenderung halus dan lembut, sehingga secara garis besar “Matters to Me” mengandalkan lagu-lagu yang bisa diimplementasikan oleh warna vokalnya. Maka lagu-lagu balada akustik manis merdu adalah sajian utama dari album.

Contohlah ‘Those Days’ dengan sedikit pengaruh Sara Bareilles di dalamnya. Lagu terdengar cozy dan loungy, memadukan antara pop, folk dan sedikit soul. Hey, Talbot bahkan juga memiliki lagu berjudul ‘Gravity’ yang ditulisnya bersama dengan Mark Eldrige dan Flo Reutter tersermat dalam “Matters to Me’.

Mendengarkan ‘Matters to Me’ atau ‘This Is Home’, rasa-rasanya Talbot memang bisa menjadi penerus Bareilles, Colbie Caillat, atau Christina Perri misalnya. Para solois perempuan yang kuat dalam balada dengan imbuhan emosional yang kuat.

Pendekatan akustik pop-folk pun bisa ditemukan dalam track-track cover version, seperti lagu klasik ‘Vincent’ milik Don McClean atau ‘I’ll Be There’ yang aslinya dinyanyikan The Rembrandts dan populer berkat menjadi lagu tema serial “Friends”.

Pendekatan yang cukup berbeda dan istimewa adalah versi Talbot untuk hits milik Katy Perry, ‘Roar’. Dan ya, Talbot harus dipuji saat cukup kreatif memilih untuk meramu ulang lagunya dengan memasukkan unsur etnik Afrika di dalamnya, meski secara umum electro-pop juga menjadi bentuk lagu.

Jadi, jikalah “Matters to Me” disebut sebagai album debut, maka ia cukup beralasan. Di sini Talbot mencoba membuktikan jati diri atau karakternya sebagai penyanyi dewasa. Rasa-rasanya ia cukup berhasil untuk itu. Dengan sajian materi yang terdengar kontemporer, “Matters to Me” terdengar cukup berbeda dibandingkan album penyanyi remaja lain.

Walau mungkin belum terlalu matang, tapi Talbot berhasil menunjukkan kekuatannya sebagai seorang musisi, yang mumpuni dalam berkomposisi, tidak hanya bernyanyi. Seharusnya ini menjadi awal yang menarik untuk karir Talbot ke depannya.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1 Shut Up (Move On)
2 Roar
3 Im Over You
4 Dream Out Loud
5 Those Days
6 When I Fall In Love
7 Inner Beauty
8 Teenage Chemistry
9 Ill Be There
10 Gravity
11 Vincent
12 Matters To Me
13 This Is Home

Related posts

Leave a Reply