Trending News

Blog Post

Album of the Day: All Saints – Red Flag
Album of The Day

Album of the Day: All Saints – Red Flag 

Jika hendak memberi simpulan singkat terhadap “Red Flag“, album studio keempat hasil dari reuni kali kedua girlband All Saints, maka simpulan yang tepat adalah nostalgic. All Saints dalam memperkenalkan musik mereka, tidak pernah jauh dari kesan berani. Entah itu di lirik ataupun di musik. Layaknya warrior princesses, mereka berani menantang arus. Begitu pula album ini, saat dunia populer ditandai dengan kandungan EDM yang pekat, mereka lebih memilih pop infus R&B dan urban yang sudah akrab dengan jati diri mereka sedari dulu.

‘One Strike’ yang diperkenalkan sebagai single andalan dari album ini telah bicara banyak. Cita rasa musik mereka tak berubah. That special kind of edge still attached there, eventhough this single was produced by a new name in this industry, Hutch. Syukur produser yang bernama lengkap Pete Hutchings ini mampu mengenali permainan All Saints dan sukses menggawangi reuni mereka, tepat di tempat dimana mereka dikenali. Padahal jika mau bersikap indulgent dan ambisius, All Saints bisa saja memilih lagu yang dikerjakan oleh K-Gee, nama yang sudah akrab dengan mereka sebelumnya. Dari K-Gee ini, mereka sudah mengukir prestasi gemilang dengan ‘Bootie Call’, ‘Under the Bridge’, dan ‘All Hooked Up’. Tapi dorongan untuk aktualisasi diri tampaknya lebih kuat, sehingga pilihan jatuh kepada ‘One Strike’.

Album ini nilai memorable-nya memang lebih jatuh pada apa yang melibatkan K-Gee. ‘One Woman Man’, ‘Make U Love Me’, hingga ‘Summer Rain’ dan ‘This Is s War’. Ini masih setengah dari jumlah keseluruhan yang K-Gee alias Karl Gordon kerjakan untuk All Saints di album ini. Termausk title track ‘Red Flag’, keharmonisan antara artis dan produser ini patut diacungi jempol. Bukan cuma mampu mempertahankan hubungan baik di antara keduanya, tapi juga diimbangi dengan karya yang jempolan.

Tapi, kalau kejutan adalah hal yang sangat diharap-harapkan dari album, maka ‘Who Hurt Who’ dan ‘Puppet on a String’ akan menjadi faktor kejutan yang sangat menyenangkan. ‘Who Hurt Who’ dalam kekelamannya dapat menciptakan kedamaian. Lagu “lemas” ini berbanding terbalik dengan ‘Puppet on a String’ yang menghibur sehibur-hiburnya. Kedua lagu dahsyat ini menonjol dari total selusin lagu yang tersedia di album.

Ada lagu berjudul ‘Tribal’ yang menjadi lagu nomor sebelas di album. Sesuai dengan judulnya, lagu ini terdengar “tribal”. Unsur organik dalam musiknya pekat, arahan tradisionalnya pun murni dan jelas. Diapit oleh dua lagu yang memiliki ambience yang kolosal; ‘Red Flag’ dan ‘Pieces’, produser eksekutif album (yaitu K-Gee) tahu betul bagaimana mengakhiri sebuah album. Ia memberi kesan kuat supaya pendengar nagih terhadap album ini.

Dengan diadakannya tur untuk album “Red Flag”, jelas ini menandakan bahwa reuni episode dua untuk All Saints ini berkesinambungan. Ini jauh lebih sukses dibandingkan reuni pertama mereka, sepuluh tahun yang lalu, dengan album “Studio 1”. Jadi, masih berani bilang tidak pada All Saints?

Official Website

TRACKLIST
1. “One Strike” 3:33
2. “One Woman Man” 4:01
3. “Make U Love Me” 3:46
4. “Summer Rain” 3:43
5. “This Is a War” 4:49
6. “Who Hurt Who” 4:00
7. “Puppet on a String” 3:24
8. “Fear” 3:56
9. “Ratchet Behaviour” 3:54
10. “Red Flag” 4:19
11. “Tribal” 4:05
12. “Pieces” 4:06

Related posts

Leave a Reply