Trending News

Blog Post

Album of the Month: Ariana Grande – Dangerous Woman
Album of The Day

Album of the Month: Ariana Grande – Dangerous Woman 

Released by: Universal Music Indonesia

Ariana Grande. Tidak terasa ia sudah merilis album ketiga saja. Berjudul “Dangerous Woman“, album ini merupakan susulan dari debutnya, “Yours Truly” (2013) dan album sophomorenya, “My Everything” (2014). Dua album ini mendapat sambutan yang cukup baik dan pastinya mengangkat nama Grande ke permukaan. Hanya saja, meski dua album ini memiliki kualitas hiburan yang cukup tinggi, namun Grande dikritisi karena kurang memiliki ciri khas dan terdengar seperti imitasi penyanyi lain.

Tampaknya Grande benar-benar ingin fokus dalam mengerjakan album ini. Dan setelah sempat merilis ‘Focus’ yang sayangnya gagal masuk dalam album, “Dangerous Woman” pun dirilis. Harus diakui kalau Grande tampaknya belajar dari setiap masukan yang diterimanya setelah merilis dua album tadi. Hasilnya, “Dangerous Woman” adalah albumnya yang paling matang, memiliki warna dan karakter tersendiri, serta kuat dalam aspek soulful.

Pemilihan genrenya masih variatif, akan tetapi mulai dari gaya bernyanyi hingga aspek musikalitasnya, mulai terasa sangat Ariana Grandesque. Grande kali ini ingin memusatkan konsentrasinya pada sisi musikalitasnya dengan memberi penekanan pada timbre suaranya agar lebih bermain dengn dinamika ketimbang pop-catchy saja.

Dari sisi produksi, Grande dibekali nama besar Max Martin dan kolaborator setianya, Tommy Brown, selain tercatat nama-nama seperti Savan Kotecha atau Ilya Salmanzadeh yang berada di belakang layar. Sementara dari segi duet, Grande mengajak nama-nama tenar seperti Nicki Minaj, Lil Wayne, Macy Gray, dan Future.

Senangnya, meski memiliki usungan genre yang cukup variatif, mendengar “Dangerous Woman” tidak harus terdengar seperti sebuah album karaoke, sebagaimana kritisi yang dijatuhkan pada album-album Grande sebelumnya. Sekali lagi, hal ini disebabkan karea Grande memfokuskan pada dinamika karakter vokalnya, ketimbang mengejar aspek ke-catchy-an belaka.

“Dangerous Woman” dibekali materi dengan dimensi yang cukup luas, mengizinkan Grande untuk mengeksplorasi mereka tidak hanya berbekal vokal powerful, namun juga penjiwaan yang kuat. Indikasi ini sudah ditunjukkan melalui track pembuka, sebuah track pop-soul yang manis, ‘Moonlight’. Grande bernyanyi layaknya sebuah nina-bobo, membawa pendengarnya seolah memasuki dunia awang-awang. Kita pun tersadar jika “Dangerous Woman” akan menjadi pengalaman musikal yang berbeda dari seorang Ariana Grande. Sebaiknya lepas harapan akan lagu-lagu “ringan”.

Track yang menjadi judul album, ‘Dangerous Woman’, bisa disebut bagaimana album ini sebenarnya. Pop, soul, RnB dihadirkan Grande dengan pendekatan yang lebih “konservatif”. Tidak ada bumbu EDM. Tidak ada aransamen musik terlalu mengandalkan teknologi. Lagu berfokus pada Grande menyanyikan lagunya.

Dan “Dangerous Woman” punya banyak lagu kuat agar ia terdengar menjulang dibandingkan album pop lain yang dirilis tahun ini. Simak kolaborasi Grande bersama Macy Gray dalam track doo-wop menghanyutkan, ‘Leave Me Lonely’. Harus diakui kalay Gray terdengar lebih mencorong dibandingkan Grande di track ini, mengingat Gray mampu bernyanyi dengan menguarkan suasana “haunting“, sebagaimana yang ingin disampaikan lagunya. Tapi Grande setidaknya lumayan mampu mengimbangi Gray. Mungkin yang harus dilakukan Grande adalah menahan diri untuk tidak terlalu pamer teriakan dalam nada-nada tinggi, agar kolaborasi ini terasa lebih sempurna.

Dalam ‘Be Alright’, Grande coba mengikuti trend house yang saat ini tengah berkembang. Tapi ia cukup cerdik dengan mengemas lagunya dalam balutan RnB yang tebal, sehingga lebih mirip house awal 90-an ketimbang deep house kekinian misalnya.

Tapi Grande tetap menawarkan sesuatu yang kekinian juga, kok. Coba simak ‘Into You’, yang merupakan fusi dance-pop-RnB. Tentunya EDM bukan hal aneh bagi Grande, namun dalam ‘Into You’ ia lebih mengedepankan aroma pop-RnBnya sementara dance menjadi tekstur yang memperkaya lagunya. Lantas trap dihadirkan dalam ‘Everyday’ dimana Future menjadi featuring act.

Yang tak boleh dilewatkan adalah track penutup, ‘Thinking Bout You’. Dance dalam ‘Thinking Bout You’ terdengar lebih low-key, meski sebenarnya bisa menjadi lebih riuh dibandingkan ini. Namun, entah mengapa versi stripped down ini lebih pas sebagai latar vokal powerful Grande, sehingga lagunya bisa terdengar lebih mengesankan.

Sebenarnya “Dangerous Woman” masih memiliki pendekatan yang sama dengan dua album Grande sebelumnya, yaitu materi terdiri atas genre yang variatif dengan pop dan RnB sebagai dasar. Tapi stripped down mungkin adalah kunci yang membedakan mereka. Dalam “Dangerous Woman” Grande ingin lagu-lagunya hadir dengan lebih dewasa, cenderung gelap, dan edgy. Riskan sebenarnya, karena Grande dikenal dengan lagu-lagu ringan yang sangat easy listening.

Meski begitu ini juga pilihan yang tepat, karena pada akhirnya Grande bisa keluar dari ranah aman dan leluasa mengeksplorasi karakter dan kekuatan vokalnya dalam pilihan genre yang lebih sesuai untuk itu. Jangan kuatir, Grande tidak benar-benar menghadirkan “Dangerous Woman” se-“berat” itu juga. Sebagai sebuah album pop, ia tetap gampang diakses dan mudah dinikmati, tentu saja.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Moonlight” 3:22
2. “Dangerous Woman” 3:56
3. “Be Alright” 2:57
4. “Into You” 4:04
5. “Side to Side” (featuring Nicki Minaj) 3:46
6. “Let Me Love You” (featuring Lil Wayne) 3:43
7. “Greedy” 3:34
8. “Leave Me Lonely” (featuring Macy Gray) 3:49
9. “Everyday” (featuring Future) 3:14
10. “Bad Decisions” 3:46
11. “Thinking Bout You” 3:20

Related posts

Leave a Reply