Trending News

Blog Post

Album of the Day: Tegan and Sara – Love You to Death
Album of The Day

Album of the Day: Tegan and Sara – Love You to Death 

Selama hampir 15 tahun, duo kakak beradik kembar Tegan dan Sara Quin, atau yang lebih dikenal dengan Tegan and Sara, dengan rajin merilis album demi album. Tidak heran jika Tegan and Sara memiliki barisan penggemar yang cukup militan, meski rasanya dari kalangan terbatas saja. Atau sederhananya dalam ruang lingkup skena indie-pop saja. Namun di tahun 2013 Tegan and Sara mencoba untuk melebarkan jalur musik mereka dengan memasuki ranah synth-pop dengan lebih total melalui album “Heartthrob”. Hasilnya ternyata berimbas dengan cukup positif dalam mengangkat nama mereka ke pendengar yang lebih luas.

Tiga tahun berlalu, dan Tegan and Sara kemudian meluncurkan album kedelapan mereka (Can’t you imagine that? They are indeed have been that long in the scene), yang berjudul “Love You to Death“. Ternyata Tegan and Sara masih ingin mengeksplorasi ranah synth-pop tadi, sehingga album pun dipenuhi dengan berbagai materi yang dikemas sedemikian rupa dengan mengandalkan synth (tentu saja) serta electro-pop.

Tentunya Tegan and Sara tidak melepaskan akar indie-pop-folk-rock mereka. Motif subgenre tersebut dapat ditemui hampir di semua track yang mengisi album “Love You to Death”. Hanya saja memang musik yang disajikan secara elektronik adalah sajian utama Tegan and Sara di dalamnya.

Jika dalam “Heartthrob” Tegan and Sara mengajak berbagai nama, seperti Mike Elizondo, Rob Cavallo atau Greg Kurstin untuk membantu sebagai produser, maka dalam “Love You to Death” Kurstin secara eksklusif menjadi produser tunggal untuk album. Sebuah pilihan yang cukup jeli, mengingat tangan dingin Kurstin di skena synth-pop yang sudah terbukti.

Ia adalah pentolan The Bird and The Bee. Ia sudah membantu barisan artis lain yang memilih pendekatan synth dalam musik mereka seperti Lily Allen, Sia, atau Ellie Goulding. Kurstin juga merupakan double threat, produser dan musisi handal (salah satu single terbesar 2015, ‘Hello’ milik Adele, adalah hasil produksinya), sehingga bisa dikatakan Tegan and Sara berada di tangan tepat dalam “Love You to Death”.

Jika memang penyimak lagu-lagu synth-pop, maka album ini adalah pilihan tepat. Ketukan melodi yang bermain lincah di atas keyboard dan menghantarkan ke dekade 80-an? Tentunya ada di sini. Simak saja ‘U-Turn’ dan ‘Stop Desire’ yang mengajak pendegarnya untuk berdisko secara atraktif mengikuti iramanya.

Tentu saja Tegan and Sara bukan Duran Duran, New Order atau Spandau Ballet dan sejenisnya, namun ada resonansi melankolia yang sama saat mendengarkan track-track seperti ‘Hang on to the Night’ atau ‘BWU’. Kadang memang terdengar repetitif, sebagaimana yang bisa dirasakan saat menyimak ‘Faint of Heart’ atau ‘Dying to Know’, tapi komposisi Tegan and Sara begitu rapi dan matang, sehingga hal tersebut dengan gampang dinafikan.

Tentu saja ada ‘Boyfriend’ atau ‘That Girl’ atau ‘White Knuckles’ yang bergerak dengan dasar indie-pop Tegan and Sara. Lepaskan synth-nya, maka mereka akan menjadi track indie-pop yang gampang direlasikan kepada Tegan and Sara. Patut menjadi perhatian adalah bagaimana pendekatan musikalitas Tegan and Sara juga dipengaruhi oleh skena EDM yang saat ini tengah nge-trend. Contoh paling jelas bisa ditemui dalam balada minimalis ‘100x’, yang secara pergerakan notasi pasti akan pas menjadi sebuah track pop-house. Pengalaman dengan bekerjasama dengan nama-nama besar di skena EDM seperti Tiësto, Morgan Page dan David Guetta serta Alesso bisa jadi memberi kontribusi yang cukup besar untuk ini.

Meski masih mengandalkan synth, “Love You to Death” seharusnya tidak hanya memuaskan selera pendengar musik ini, atau penikmat musik pop secara umum. Materinya segar, menyenangkan untuk disimak, gampang dicerna. Album seharusnya juga tetap bisa memuaskan para penggemar lama Tegan and Sara, karena toh secara musikalitas album ini sama sekali tidak menghianati akar bermusik mereka. Malah memperkaya dan memperluas dalam artian yang positif.

Intinya, ini adalah sebuah album yang menyenangkan untuk disimak. Dan selama idealisme mereka masih di tangan, maka Tegan and Sara akan selalu ada bersama kita. Dan itu sama sekali bukan sesuatu yang buruk.

Official Website

TRACKLIST
1. “That Girl” 2:44
2. “Faint of Heart” 2:54
3. “Boyfriend” 2:47
4. “Dying to Know” 3:37
5. “Stop Desire” 3:17
6. “White Knuckles” 3:18
7. “100x” 3:02
8. “BWU” 3:21
9. “U-Turn” 2:58
10. “Hang On to the Night” 3:29

Related posts