Trending News

Blog Post

Album of the Day: Green Day – Revolution Radio
Album of The Day

Album of the Day: Green Day – Revolution Radio 

Dalam 10 tahun pertamanya, tepatnya di dekade 90-an, Green Day sukses menubuhkan nama mereka sebagai band pengusung pop-punk kenamaan. Isu-isu sosial selalu lekat sebagai aspek tematis lagu-lagu mereka, yang meski berbalur distorsi gitar atau gebukan grum enerjik dalam tempo berkilat, namun senantiasa catchy. Meski begitu, Green Day seperti menemukan puncak mometumnya saat merilis album ke-7 mereka, “American Idiot”, di tahun 2004.

Album tersebut dirilis setelah jeda 4 tahun tersebut hadir sebagai ungkapan kegelisahaan Green Day akan Perang Irak yang saat itu tengah berkecamuk. Siapa yang bisa melupakan lagu-lagu berkesan dalam album ini, apalagi ‘Wake Me Up When September Ends’? Di periode dekade kedua karir mereka ini Green Day memilih untuk menghadirkan album mereka secara tidak konstan, sebagaimana di dekade 90-an. Apalagi periode kepemimpinan Bush pun mengalami transisi menuju Obama, sehingga mungkin Green Day merasa tidak perlu merasa terlalu politis lagi dan mengeksplorasi gaya bermusik mereka, sebagaimana yang bisa disimak dalam album-album berikutnya, seperti “21st Century Breakdown” (2009) atau trilogi “¡Uno!¡Dos!¡Tré!” (2012).

Kini, saat Amerika “terancam” dengan terpilihnya Donald Trump sebagai calon presiden berikutnya, Green Day merasakan sebuah urgensi untuk kembali tampil politis dan kemudian dituangkan sebuah album berjudul “Revolution Radio“. Pada saat dirilis, album “American Idiot” berusaha menggambarkan kehidupan Amerika moderen di bawah kontrol pemimpin idiot yang dengan sengaja membiarkan orang-orang mendapatkan informasi salah dari media dan agenda “redneck”. Penggambaran yang sama mungkin bisa ditarik tentang Donald Trump, jika ia berkuasa, sehingga Green Day pun memilih untuk kembali ke “akar” mereka sebagaimana dalam “American Idiot”, untuk “Revolution Radio”.

Dengan demikian secara musikalitas Green Day melulu menghadirkan pop punk secara konvensional. Tidak ada eksplorasi musikalitas secara signifikan. Lagu-lagu dalam “Revolution Radio” umumnya adalah lagu-lagu bertempo cepat dengan melodi yang gampang dicerna. Mendengarkan “Revolution Radio” mendapat kesan seolah Green Day tak pernah keluar dari loop waktu dan senantiasa berada di era 90-an atau awal 2000-an.

Album dibuka dengan (awalnya) balada ‘Somewhere Now’ yang bertugas sebagai prolog, tidak hanya dari sisi musik namun juga tema. “I don’t want to be / Where the future and promises / Ain’t what it used to be / I never wanted to compromise / Or bargain with my soul,” nyanyi B.J. Armstrong dalam lagunya. Sebuah pernyataan yang menohok dan to-the-point. Track ini mempertegas jalan Green Day dalam lagu-lagu berikutnya dalam album.

Meski demikian, ‘Bang Bang’, track berikutnya, sekaligus single andalan dari album, adalah lagu yang menegaskan tone album secara keseluruhan. Kemarahan disalurkan dengan sangat baik dalam enerjetiknya album. Sementara di sisi musikal ia menghajar pendengaran dengan gempita punk, secara lirik Armstrong dengan lugas mengobarkan pesan politisnya.

Lagu-lagu dalam “Revolution Radio” memang terdengar familiar. Setidaknya secara melodi. Mendengarkan lagu-lagu seperti ‘Revolution Radio’ (tentu saja), ‘Bouncing Off The Wall’, ‘Still Breathing’, ‘Too Dumb to Die’, atau ‘Forever Now’, adalah seperti menggali semangat punk yang terkobar dalam diri dan seolah ingin meneriakkan rasa gusar dengan teriakan membahana.

Tentu saja album juga diamuni oleh track-track yang kadar rocknya cenderung lebih ringan bahkan pop-ish, seperti ‘Youngblood’ atau ‘Troubled Time’, bahkan balada pop-folk lembut minimalis yang bertugas sebagai epilog album, ‘Ordinary World’. Ini bukan sebuah anomali. Green Day senantiasa menghadirkan track-track seperti ini sebagai tandem gaharnya pop-punk mereka.

Namun “Revolution Radio” bukan hanya sebuah nostalgia, baik dalam musikalitas atau konsep. Ia juga sebuah pernyataan sekaligus sebuah refleksi akan apa yang tengah terjadi di sekitar Green Day akhir-akhir ini. Katanya sejarah selalu terulang. Oleh karenanya, mengapa tidak dengan gaya bermusik? Toh, apa yang ingin disampaikan oleh Green Day dalam “Revolution Radio’ bukanlah baru, walau ternyata tetap kontekstual dengan situasi mutakhir. Yang pasti, terlepas dari aspek politisnya, “Revolution Radio” mempertegas sosok Green Day sebagai band pop-punk yang tak lekang dimakan zaman.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Somewhere Now” 4:08
2. “Bang Bang” 3:25
3. “Revolution Radio” 3:00
4. “Say Goodbye” 3:39
5. “Outlaws” 5:02
6. “Bouncing Off the Wall” 2:40
7. “Still Breathing” 3:44
8. “Youngblood” 2:32
9. “Too Dumb to Die” 3:23
10. “Troubled Times” 3:04
11. “Forever Now” 6:52
12. “Ordinary World” 3:00

Related posts

Leave a Reply