Trending News

Blog Post

Morrissey, Mengulang Nostalgia di Jakarta
Concerts Review

Morrissey, Mengulang Nostalgia di Jakarta 

Rabu malam kemarin adalah hari tengah pekan yang tak biasa, karena sang legenda hidup, Steven Patrick Morrissey, yang lebih kita kenal dengan Morrissey atau Moz kembali singgah ke Jakarta. Penyanyi flamboyan yang telah bermusik hampir 4 dekade ini, tercatat sudah merilis ratusan hits dan belasan album solo serta beberapa album bersama The Smiths bandnya terdahulu, kini siap menghapus kerinduan penggemar beratnya di Indonesia.

Kembalinya Morrissey ke Jakarta adalah berkat prakarsa promotor Kiosplay, yang sebelumnya juga menggaet grup musik M83 dan Tame Impala konser di Jakarta beberapa waktu lalu.

GBK Sport Complex Senayan, lapangan rumput yang terletak di jantung kota Jakarta ini terpilih menjadi saksi kembalinya Morrissey. Penonton sudah mulai nampak sejak sore dan antrian masuk mengular sampai ke gerbang depan area tempat pertunjukan. Beberapa diantaranya terlihat membawa buket bunga untuk diberikan kepada Sang Idola.

Konser dimulai sekitar pukul 7 malam. diawali dengan diputarnya montage video dari band-band seperti Ramones, Sex Pistols hingga Tina Turner membuat penonton semakin tak sabar.

Tepat pukul 8 malam, dengan setelan kemeja panjang berwarna biru, Moz menghajar panggung #MorrisseyJKT dengan 3 lagu “Suedehead, “Alma Matters”, “Everyday is Like Sunday” tanpa jeda. “Halo..” “Terimakasih..” ujarnya. Penonton menyambut dengan riuh. Berlanjut dengan “Kiss Me A Lot” dari album terbarunya. Menyusul “Speedaway” dan “Ouija Board, Ouija Board”.

Sejenak turun minum, Opa Moz melanjutkan set dengan hits “Let Me Kiss You”, kontan koor penonton menggema syahdu. Panggung blackout dan Opa Moz pun berseru, “Do You Like Donald Trump?” spontan penonton menjawab, “Noooo!!” lalu intro lagu “World Peace is None of Your Business” pun dimulai. lagu tersebut adalah single dari album teranyarnya. Set berlanjut dengan “I’m Throwing My Arms Around Paris”, lagu yang terdapat di album “Years of Refusal”.

Rehat sejenak, kemudian Morrissey menghajar dengan hits “You’re the One for Me Fatty” dan membuat penonton bernyanyi tanpa ragu. Berlanjut dengan cover song “Judy Is A Punk”, yang sedikit diplesetkan menjadi Judy Is Ker-plunk, sebuah nomor tenar dari legenda punk rock, Ramones. Morrissey juga sempat diundang untuk mengkurasi album Best of Ramones tahun 2014 silam. kemudian disambung dengan “Jack The Ripper” dan “Ganglord”, sembari LED screen di latar panggung memutar video footage kebrutalan aparat.

Sebelum lanjut ke lagu berikutnya moz berujar “goodbye..” crowd membalas dengan seruan “nooo!!” kemudian Moz menimpali dengan “not you, you have to stay here, you have no choice, coz I’m going to whip you..” langsung dihajar dengan “First of The Gang to Die”, salah satu lagu yang ditunggu-tunggu penonton pun berkumandang.

Kembali ke album baru, Morrissey membawakan “The Bullfighter Dies”, lagu kritik kekejaman aksi matador di Spanyol. Dilanjut dengan “The World is Full of Crashing Bores” dengan layar LED menampilkan plesetan foto dari Pangeran Inggris.

Menuju akhir set, Morrissey membawakan “How Soon is Now?”, lagu dari grup band terdahulunya The Smiths, dilanjut dengan “You Have Killed Me” dari album “Ringleader of Tormentors”.

No Meat, No Fish, No No.. Enough Enough..”. “Please, don’t kill anything..” ujarnya. Kemudian intro lagu “Meat Is Murder” dimainkan diiringi dengan video latar di LED screen yang menampilkan pembantaian hewan di berbagai penjuru dunia. Membuat penonton hening tercekat. Sejak awal, Morrissey merupakan aktivis vegan dan animal rights. Menyuarakan protesnya melalui tema lagu dan aksi panggung. Konser di Jakarta ini pun melarang keras penjualan makanan olahan daging hewan dan sejenisnya di sekitar area pertunjukan.

Morrissey mengakhiri set dengan menghilang begitu saja dari panggung tanpa basa basi. Total sudah 19 lagu, Morrissey mainkan untuk penggemarnya di Jakarta. Tapi penonton masih enggan beranjak berharap akan ada sedikit encore dari Idolanya. Namun terlihat crew Morrissey sudah mulai membereskan equipments panggung. Penonton yang bersorak “We want more.. We want more..” pun mulai lirih dan bergegas meninggalkan area konser dengan suasana antiklimaks, senang-senang-tanggung.

Setlist:
Suedehead
Alma matters
Everyday is Like Sunday
Kiss Me a Lot
Speedaway
Ouija Board, Ouija Board
Let Me Kiss You
World Peace is None of Your Business
I’m Throwing My Arms Around Paris
You’re The One For Me fatty
Juddy is a Punk
Jack The Ripper
Ganglord
First of The Gang To Die
The Bullfighter Dies
The World is Full of Crashing Bores
How Soon is Now?
You Have Killed Me
Meat is Murder

Teks by Ardy Perdana
Official Photo by KiosPlay

Related posts

Leave a Reply