Quantcast

Guns N’ Roses Not In This Lifetime Tour Jakarta: Konser Reuni Yang Megah!

By - 8 months ago in Concerts Review

Set berlanjut dengan 3 lagu berturut Double Talkin’ Jive ciptaan gitaris terdahulu, Izzy Stradlin bernuansa rock yang gloomy dengan tempo yang repetitif terdapat dalam album Use Your Illusion I tahun 1991, berlanjut dengan better dari album Chinese Democracy dan Estranged masih dari album Use Your Illusion I. Axl kembali setelah berganti setelan, kali ini menggunakan topi Fodera berwarna hitam seraya personel lain memulai nomor berikutnya Rocket Queen dimainkan dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari rekamannya dan lead Slash dengan effect Talkbox yang cukup panjang.

Seperti masih bermimpi , idola yang ditunggu semua pencinta Guns N’ Roses akhirnya bisa tampil dengan personil aslinya beraksi di depan mata dengan nyata. Tur Guns N’ Roses Not In this Lifetime diperkuat line up 3 Personil asli; Axl Rose, Slash dan Duff McKagan bergetar hati melihat mereka bersanding bersama setelah terakhir sepanggung 25 tahun lalu pada Leg Tour Use Your Illusion I tahun 1993 di Buenos Aires Argentina. Di sisi atas kiri berdiri Dizzy Reed salah satu personil terlama di Guns N’ Roses yang sudah bergabung sejak tahun 1990 mengisi Keyboard, Piano, Perkusi dan Vokal Latar. Bergeser ke tengah penggebuk Drum Frank Ferrer dengan set drum yang minimalis, di sebelah kanan atas Personil perempuan satu-satunya dengan warna rambut yang mencolok, Melissa Reese mengisi Keyboard, Synthesizer, Sampler dan Vokal Latar. Di Sebelah kiri bawah pada lini gitar ritem diperkuat oleh Richard Fortuz yang sudah bergabung sejak tahun 2002.

Dizzy reed memainkan pianonya untuk melanjutkan set dengan lagu Live and let Die lagu yang diciptakan oleh Paul McCartney dan istrinya pada tahun 1973 itu dipopulerkan oleh band Hard Rock Wings. Slither menyambung selanjutnya, nomor hits milik Velvet Revolver ini memang sudah sering dibawakan di Set Guns N’ Roses Not In this Lifetime tour. Kembali ke album Use Your Illusion II, Axl cs membawakan You Could Be Mine dengan vokal yang sedikit tersengal. Duff mengambil alih lini Vokal, Guns N’ Roses kembali membawakan ulang lagu milik band lain, kali ini Attitude dari Misfits band punk asal Amerika Serikat yang juga masuk ke dalam album Guns N’ Roses The Spaghetti Incident?

Slash mengambil alih spotlight panggung, ia memainkan leak intro dengan gitar gibson Les Paul Goldtop yang khas itu. Solo lead yang cukup panjang, penonton mun terkesima melihat penampilan sang gitar hero, yang sedikit banyak mengilhami para gitaris tanah air. Melanjutkan sesi solo lead-nya, Slash memainkan Speak Softly Love yang populer menjadi soundtrack film The Godfather.

Jeda sejenak. Masih meninggalkan Slash di bagian lidah panggung dengan sorot lampu yang cukup terang, Slash tanpa basa basi kemudian menggeber lead monumental Sweet Child O’ Mine salah satu lagu yang sangat ditunggu. Penonton pun ber- sing-a-long dengan kencang dan mengangkat tangan ke udara, saking kencangnya terkadang suara Axl di pengeras suara kalah lantang. “Where do we go.. Where Do We Go now.. Led screen raksasa pun menambah meriah karna menampilkan gambar close-up Slash bermain komposisi lead.

Setelah Wichita Lineman digeber, sebuah nomor cover milik Jimmy Webb. Kembali Slash mengambil set dengan beberapa pattern lead sembari berjalan ke arah level panggung paling atas, diikuti oleh Fortuz di sisi kiri. Mereka saling ‘beradu” Gitar memainkan nomor klasik milik Pink Floyd Wish You Were here, terlihat gagah dengan latar visual mereka di layar led. tampak bayangan para kru Guns N’ Roses mempersiapkan Piano di level bagian bawah panggung, penonton pun sudah bisa menebak lagu apa yang akan dimainkan berikutnya.

Ketika tata lampu menyala, Axl sudah pada posisinya di Piano, mengenakan jaket kulit beraksen bendera Amerika Serikat, memulai opening dengan mantap. November Rain dikumandangkan tepat di bulan November, dengan sedikit rintik gerimis menambah nuansa syahdu. Lagu dengan proses penciptaan terlama sepanjang karier Guns N’ Roses ini sukses membasuh penantian 2 dekade para penggemar beratnya. Sedikit meredam tempo, Guns N’ Roses kembali membawakan lagu cover, kali ini Black Hole Sun milik Soundgarden, merupakan sebuah tribute kepada sang Vokalis mendiang Chris Cornell yang wafat pada pertengahan tahun 2017.

Dengan gitar Gibson SG Double-Neck-nya, Slash memulai dengan part clean gitar yang cukup panjang disambung dengan Piano yang dimainkan Dizzy Reed, “Mama take this badge from me..” Axl memulai lirik dengan sigap. Knockin’ On Heaven’s Door menggema di GBK, Axl menutup bagian coda lagu dengan mengajak penonton bernyanyi dan bertepuk tangan. Guns N’ Roses Menutup set dengan Nightrain dari album debut Apettite For Destruction, tempo dari instrumen cowbell yang dimainkan oleh Frank Ferrer diikuti crowd-clap untuk menyambut lagu tersebut.
Pada sesi encore, Guns N’ Roses berganti menjadi Akustik set. Fortuz dan Slash menggunakan gitar akustik, bahkan Duff pun berganti instrumen memainkan gitar akustik. Intro siulan dari Axl Rose memecah crowd dengan tepuk tangan, Intro yang sangat khas. Patience dibawakan dengan koor massal yang menggaung di GBK. Panggung gelap sejenak Slash berganti gitar elektrik dan langsung menggeber dengan lagu Don’t Cry, lagu dengan video klip yang kontroversial. Penonton kembali bernyanyi serentak, terlihat beberapa penonton berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Don’t You Cry Tonight Baby!. Paradise City menutup Konser Guns N’ Roses Not In This Lifetime Jakarta, lagu dengan beat drum yang rancak dan feel lead Slash yang otentik.. “Prrriiitttt…” Axl meniup peluit persis seperti pada rekamannya yang terdapat di album pertama mereka Appetite For Destruction, penonton semakin liar seperti tak mau menyudahi konser tersebut. ungkapan perpisahan yang apik seluruh personil Guns N’ Roses melakukan Bowing Salute dengan berjejer di lidah panggung membungkuk kepada penonton.

Selain nomor-nomor hits, Guns N’ Roses pun membawakan This is Love dari album Chinese Democracy, Civil War yang terkenal dari album Use Your Illusion II dan Coma dari Use Your Illusion I serta The Seeker Milik The who.

Total 28 lagu Guns N’ Roses mainkan malam kurang lebih 3 jam mereka beraksi dengan prima di atas panggung. Be

tul betul momen yang sangat berharga dapat menyaksikan aksi Guns N’ Roses dalam rangkaian Not in This Lifetime Tour ini. Kesempatan yang mungkin belum tentu terulang dalam kurun satu dekade ke depan. Who knows!.

Set list Guns N’ Roses Not In This Lifetime Jakarta:
1. It’s So Easy
2. Mr. Brownstone
3. Chinese Democracy
4. Welcome to The Jungle
5. Double Talkin’ Jive
6. Better
7. Estranged
8. Rocket Queen
9. Live and Let Die
10. Slither
11. You Could Be Mine
12. Attitude
13. This Is Love
14. Civil War
15. Coma
16. Slash Solo
17. Speak Softly Love
18. Sweet Child O’ Mine
19. Wichita Lineman
20. Wish You Were Here
21. November Rain
22. Black Hole Sun
23. Konckin’ On Heaven’s Door
24. Nightrain
Encore:
25. Patience
26. Don’t Cry
27. The Seeker
28. Paradise City

Photo: Budi Susanto

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News Top 10 Lists | July 16, 2019 By

Inilah 20 Penyanyi Terkenal yang Tidak Pernah Meraih Peringkat Pertama di UK Singles Chart

Concerts Review | June 26, 2019 By

Manana Live Proudly Present Phum Viphurit Indonesia Tour : Sang Lover Boy Tampil Manis di Jakarta

Concerts Review | March 30, 2019 By

Ruel Akui Sing-Along Penonton Jakarta Yang Paling Heboh