izmir escort bayan
Trending News

Blog Post

bodrum escort
The 90’s Festival Jauh Lebih Sukses Dengan Menampilkan BLUE, The Moffatts, Sheila on 7, dan Padi Reborn
Concerts Review

The 90’s Festival Jauh Lebih Sukses Dengan Menampilkan BLUE, The Moffatts, Sheila on 7, dan Padi Reborn 

Festival 90-an bukan hanya mengulang kesuksesan acara di tahun-tahun sebelumnya, tapi festival musik tahunan ini menu-menu yang lebih besar dari kali ini. Dengan mengangkat 4 line-up utama sebagai penarik massa, The 90’s Festival digelar di Gambir Expo Arena pada 10 November 2018 dan terus menarik ribuan orang untuk bernostalgia mengenang masa-masa muda di tahun 90an.

Terbagi dalam 4 panggung yang berbeda, puluhan line-up yang pernah membawakan masa-masa remaja di tahun 90an dan 2000an tampil di 90s Festival. Dua tahap di muka adalah tempat utama di Gambir Expo. Kedua gedung ini bergantian menampilkan para pemain dan orang-orang yang dapat beruasa tempat.

Salah satu  line up  paling menarik di sini adalah kehadiran band The Moffatts di salah satu panggung utama. Band yang telah menggelar acara perpisahannya di Hard Rock Cafe Jakarta tahun 2017 lalu ini, kembali reuni di acara 90s Festival. Tak sangka, banyak sekali penonton yane menanti penampilan mereka. Yah, mungkin saat konser perpisahan dulu, tempat Hard Rock Cafe tidak terlalu besar untuk menampung semua penggemar.

Mungkin kunjungan ke Indonesia masih sangat menyenangkan bagi mereka. Dave menyapa penonton dengan Bahasa Indonesia: “Apa kabar?” ucapnya, dan langusng berbagi riuh tepuk tangan. The Moffats membawakan lagu-lagu terbaiknya seperti  saya akan ada untuk Anda , di  sini saya , dan kemudian dilanjutkan dengan lagu yang berjudul,  Like I Love You .

Sebanyak 11 lagu yang dibawakan oleh The Moffatts. Mereka mengakui penonton di Indonesia memberikan banyak kenangan, apalagi panggung 90s Festival ini adalah panggung reuni pertama mereka.

Di panggung lainnya, band legendaris Indonesia jaman 90an tampil menarik banyak massa. Java Jive  adaah band beraliran Pop Jazz  yang terdiri dari Capung (gitar), Noey (bass), Tony (keyboard), Edwin (drum), Fatur (vokal), dan Danny (vokal). Dalam penampilannya, Java Jive memberikan tribute to Guns n Roses dengan menyanyikan lagu Knockin on Heaven’s Door.  Mereka mengaku masih terbawa euforia suasana konser Guns N’ Roses pekan lalu di GBK Jakarta.

Di panggung yang sama dengan The Moffatts, jajaran penonton mulai berganti. Yang tadinya menonton The Moffatts, perlahan mundur, digantikan dengan penonton lain yang sedikit lebih muda untuk menyaksikan boyband band asal Inggris: BLUE. Meskipun begitu, salah satu lagu hits mereka All Rise, tentunya dikenal oleh berbagai generasi, sehingga kehadiran BLUE menambah sesak area depan panggung 90s Festival.

Tak banyak yang berubah dari BLUE. Performance mereka, meski usia tak lagi muda, masih tetap se-enerjik dulu. Kualitas vokal mereka pun begitu. Lengkingan suara Lee Ryan apalagi. Tak ada sedikitpun hal yang mengecewakan dari penampilan BLUE. Mereka bahkan tetap menampilkan koreografi sesuai penampilan dan video clip mereka jaman dulu. Ah…. semuanya keren. Apalagi saat mereka membawakan lagu-lagu ballad seperti Sorry Seems To Be The Hardest Words dan Guilty. Apalagi yang diinginkan para penonton di 90s Festival selain karoake massal lagu-lagu yang dulu pernah hits dan menyimpan kenangan? Blue mengabulkannya.

Setelah Biru, ada satu putaran lagi yang akan memuncaki acara Festival 90-an. Yaitu penampilan Sheila on 7 dan Padi Reborn. Team Creative Disc berpencap posisi, dan saat itu Padi tampil lebih dulu.

Setelah sukses tampil di hadapan massa yang tak sedikitpun pada acara We The Fest 2018, Padi Reborn kini hanya digulirkan oleh tamu bertanggal segenerasi saja. Anak-anak muda jaman sekarang, yang mungkini dulu terlalu bocah untuk mendengarkan Padi, sekarang mulai dari mereka juga. Hal ini terlihat kompilasi Padi tampil di Festival 90-an, yang tidak hanya digolongkan di  generasi masa lalu , tetapi juga anak-anak muda jaman sekarang,

Pendahuluan diputar oleh karaoke masal dan musik-musik akustik. Lengkingan suara Fadly yang menjadi ciri khas Padi, merebut banyak tepuk tangan dari penonton. Lucunya, yang tidak hanya menjadi penonton di depan panggung Padi, tapi juga mereka yang sudah berbondong-bondong  berdiri  di panggung Sheila on 7.

Teks: Jehoo

Foto: Budi Susanto

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *

Entsorgung Berlin

kedi yatakları köpek ayakkabıları kedi oyuncakları köpek kafesleri lazer kedi oyuncakları köpek tuvalet eğitim ürünleri açık kedi tuvaleti köpek yatakları kedi mama su kapları köpek kulübelesi kedi kumu küreği yavru köpek maması kedi seyahat ürünleri köpek kaka poşeti kedi tarak fırçaları frizbi köpek oyuncakları kedi tuvalet paspası köpek ağızlıkları kedi evi köpek sakinleştirici