Quantcast

18 Album Terbaik 2018 Versi Creative Disc

By - 8 months ago in Top 10 Lists

4. “Sweetener” (Ariana Grande)

Mendengarkan “Sweetener” memang seperti mendengarkan sebuah album pop-R&B 90-an, ala Destiny’s Child atau Christina Aguilera yang memang menjadi inspirasi Ariana Grande. Sisi positifnya, album terdengar lebih organis dan khas ketimbang album-album masa kini yang kerap mendapat kritisi terlalu mirip antara satu dengan yang lainnya. Dengan segala kelebihannya ini, “Sweetener” menjadi ajang pembuktian bagi seorang Ariana Grande jika ia adala seorang vokalis terbaik saat ini, yang setiap langkah karirnya layak untuk diikuti. Sebuah catatan penting dalam progresi seorang Ariana Grande, baik dari segi musikalitas maupun eksistensinya sebagai seorang artis kontemporer.


5. “Bloom” (Troye Sivan)

Sungguh menyenangkan mendengar “Bloom“, album kedua dari Troye Sivan. Sebagai susulan debutnya yang boleh dikatakan cukup emosional, “Blue Neighbourhood” (2015), maka “Bloom” terdengar lebih rapi, lebih tertata dan pastinya matang. “Bloom” tidak hanya karya terbaik Troye Sivan sejauh ini (dan melompati dengan tinggi “Blue Neighbourhood), tapi juga salah satu album pop terbaik tahun ini. Setiap track memiliki kelebihan tersendiri yang terdengar tidak hanya begitu menghibur, namun juga memiliki muatan dan kedalaman yang tentunya kemudian memberi bobot pada “Bloom” itu sendiri.


6. “Tranquility Base Hotel & Casino” (Arctic Monkeys)

Siapapun akan sulit menolak pesona Arctic Monkey. Tidak heran jika album baru mereka, “Tranquility Base Hotel & Casino”, adalah sebuah sajian bernas yang sulit untuk dilewatkan. Dikerjakan dengan intim, dengan bantuan piano yang diterimanya di hari ulang tahun, Alex Turner menjadikan album yang awalnya diniatkan sebagai album solonya sebagai “pamer” kekuatan Arctic Monkeys sebagai band. Setiap personel mendedikasikan kekuatan mereka untuk album yang mengambil inspirasi dari lagu-lagu Prancis era 60-an hingga soundtrack film noir. Hasilnya tentu saja sebuah album yang intim.


7. “Trench” (Twenty One Pilots)

Pendekatan yang dipaparkan di dalamnya membuat “Trench” terdengar menjadi sebuah album yang cukup kohesif untuk band dengan perjalanan karir seperti Twenty One Pilots (menemukan ketenaranan setelah perjalanan cukup panjang). Sebuah album yang sebenarnya lebih “low key” dibandingkan “Blurryface”, tapi tidak kehilangan jiwanya secara total, meski memakai pendekatan baru yang lebih komersial. Utamanya, dengan sebuah album bersemangat eksplorasi tapi tak pretensius seperti “Trench”, Twenty One Pilots membuktikan kalau mereka tetap sebuah kumpulan yang layak untuk dicermati sepak terjang ke depannya.


8. “Shawn Mendes” (Shawn Mendes)

“Shawn Mendes” adalah album paling menarik, paling berwarna, dan paling menghibur dari Shawn Mendes. Tidak ada track yang membosankan atau sekedar filler. Setiap lagu bisa berdiri sendiri, tapi juga bisa melekat dan menjalin secara utuh satu sama lain. Di era kejayaan streaming dan viral, di album dikomposisikan dari berbagai track yang saling bertabrakan secara aspek tematis, namun menjulang secara mandiri, maka tentu saja sebuah album dengan benang merah jelas antar-track-nya seperti “Shawn Mendes” pastinya adalah gem yang layak untuk disimak.

Love Film. Love Books. Love Music. And Everything in Between.

Comments

3 Responses to “18 Album Terbaik 2018 Versi Creative Disc”

  1. Wibisana says:

    Liberation by Christina Aguilera?

  2. Iron Saragih says:

    Caution by Mariah Carey benar benar album yang fresh. The Real Diva…

  3. Nicki says:

    Nicki minaj – Queen ?
    Kacey Misgraves – Golden Hour ????

Leave a Reply

Related Articles

New Release Video | August 18, 2019 By

New Release Video: 17 Aug 2019

UK Top 100 Singles | By

UK Top 100 Singles – 17 Aug 2018

Music News | August 17, 2019 By

Juri “Songland”, Macklemore Ajak Kontestan IRO, Bawakan Karyanya, ‘Shadows’