Trending News

Blog Post

Bersama UNICEF, Dua Lipa Kunjungi Para Pengungsi Di Lebanon
Music News

Bersama UNICEF, Dua Lipa Kunjungi Para Pengungsi Di Lebanon 

Dua Lipa membuktikan jika dirinya bukan hanya seorang penyanyi berbakat dan cantik, tapi juga memiliki kepedulian sosial besar. Baru-baru ini ia bersama UNICEF menyambangi anak-anak dan juga pemuda-pemudi yang menjadi korban konflik di Suriah di Lebanon.

Tercatat ada sekitar 1 juta pengungsi Suriah yang menetap di Lebanon, termasuk 500.000 di antaranya adalah kanak-kanak, yang boleh jadi tidak memiliki akses untuk kesehatan dan edukasi.

View this post on Instagram

I’ve had the most eye opening experience being out in Lebanon for the past 3 days working with @unicef meeting children at the refugee settlements and youth training and skill building programs. I particularly want to speak up for refugees as I feel I have a personal connection to seeing people adapt to any circumstance they were put in because of conflict. No family or child chooses to leave their home. They all have dreams. They all deserve equality and a place to be able to live, learn and reach their full potential. I always believe in children as they are our future and we have to take care of them. It was a heartbreaking and emotional yet hopeful experience after seeing these kids still laugh and smile and make the most of a bad situation. I have experienced all first hand the activities and opportunities UNICEF give to young people who have been left without a home because of the war in Syria and it’s nice to see that these children have a community where they feel safe and protected. @unicef #AChildIsAChild

A post shared by Dua Lipa (@dualipa) on

Dua menyempatkan untuk berbincang-bincang dengan para pengungsi, dan menanyakan tentang apa saja halangan yang mereka hadapi. Selain itu Dua juga mengunjungi kamp pengungsi Palestina, Burj el Barajneh, di mana lagi-lagi Dua menghabiskan waktu bersama anak-anak pengungsi Palestina dan Suriah.

Kunjungan ini terasa personal bagi Dua yang berdarah Kosovar-Albania, di mana kedua orang tuanya harus melarikan diri dari kisruh politik di kawasan Balkan di era 1990-an. Ia merasa beruntung karena mendapat kesempatan untuk hidup lebih baik, sehingga ia merasa setiap anak yang mengalami masalah serupa juga layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

Related posts

Leave a Reply