fbpx

Trending News

Blog Post

CreativeDisc Interview With LANY: Suguhkan Visual Panggung yang Berbeda di Jakarta
Artist Interviews

CreativeDisc Interview With LANY: Suguhkan Visual Panggung yang Berbeda di Jakarta 

Menggelar konser “Malibu Nights World Tour 2019” satu pekan lalu, LANY sukses membuat para penggemarnya berdansa dan bernyanyi bersama. Band asal Los Angeles dan New York tersebut dibawa oleh promotor Vizion Vibe ke Indonesia untuk tampil 2 kali di Jakarta. Dalam shownya kali ini Creativedisc berkesempatan untuk interview ketiga kalinya bersama LANY. Simak interviewnya berikut ini.

CD: Apa hal yang mempengaruhi atau menginspirasi kalian dalam membuat musik?
Paul: Tentu Malibu Nights terinspirasi dari putus cinta. Saya pernah tersaikiti jadi kami menulis album tentang itu. Sekarang saya mencoba untuk lebih sadar akan emosi-emosi yang saya rasakan. Saya memiliki beberapa list di ponsel, hanya beberapa kalimat yang hampir seperti pernyataan untuk sebuah lagu. Saya sangat senang untuk mendalaminya, menulis, dan membuat konsep. Secara musikal saya pikir kami memiliki inspirsi yang berbeda. Kami terbentuk dari hal-hal yang berbeda uhm… tetapi kami semua setuju bahwa Coldplay merupakan band terbaik yang pernah ada. Kami menyukai cara mereka melakukan sesuatu dan bagaimana mereka dapat menjangkau seluruh dunia. Itulah yang ingin kami lakukan, bernyanyi untuk setiap orang di planet ini.

CD: Ini hampir menuju akhir dari Tour kalian. Menurut kalian apakah hal yang berbeda dari setiap kota yang kalian kunjungi? Apa ada momen menarik dari tour ini?
Les: Kami sering membicarakan hal ini. Kemana pun kami pergi, penggemar kami sangat mirip dan bagaimana mereka selalu menyanyikan kembali lagu-lagu kami. Ada kemiripan yang baik dengan penggeran kami dan saya pikir itulah yang paling saya sukai dari berpergian ke berbagai tempat dan hal tersebut akan selalu sama.
Paul: Yeah.. karena setiap kota memiliki aturan yang berbeda, suasana yang berbeda, makanan yang berbeda, bahasanya pun berbeda, namun saat mereka berada di show LANY itu terasa seperti rumah dan setiap orang… setiap show sangat terasa sama tetapi tidak dalam artian buruk melainkan artian yang baik. Semuanya… kemana pun kalian pergi ke seluruh dunia dan datang ke show LANY, itu akan terasa sama.

CD: Bagaimana rasanya dapat tampil di depan penggemar kalian di Indonesia?
Paul: Itu gila… ada beberapa bagian di dunia ini yang pernah kita kunjungi tiga kali dan saya tidak pernah ke Indonesia sebeum saya ada di band ini tetapi itu sungguh keren bagaimana kalian menghitung sudah berapa kali kami kesini karena itu terlihat seperti kami berarti bagi kalian untuk datang kembali setiap tahunnya. Kami pikir itu langka.. mungkin terlihat normal tetapi belum tentu. Yeah kami akan selalu datang kembali, itu apa yang kami lakukan.

CD: Lagu kalian banyak tentang patah hati. Apakah kalian secara diam-diam merangkul kesedihan kepada penggemar kalian?
Paul: Tidak tidak kami sangat terbuka, maksud saya, secara lirikal kami memiliki… kalian tau apa yang kami bicarakan dan apa yang kami katakan. Saya pikir mungkin saja mengapa itu berhubungan dengan orang banyak di seluruh dunia, tidak ada misteri atau rahasia yang nyata. Itu seperti, ‘yeah ini lagunya dan inilah artinya’. Apa yang saya sukai adalah saat mereka mendengarkan lagu kami mereka tidak terpikirkan oleh saya atau kami, mereka memikirkan tentang kehidupan mereka, cerita mereka dan saat mendengar untuk pertama kalinya secara mereka langsung mentato lagunya dengan pengalaman mereka. Sejauh ini itulah maksudnya.

CD: Bagaimana kalian mendapat inspirasi untuk teknis pencahayaan panggung yang akan kalian gunakan?
Paul: Uhm…. Jadi… uhm… kami bekerja dengan seseorang bernama Jedd, Ruppert dan saya selalu menggambar diagram-diagram mencoba untuk mencari tahu apa bentuk panggung atau produksi kami selanjutnya. Awalnya kami bermula dengan satu kotak LED, lalu kami menjadi lebih besar dan mampu menaruh tiga kotak LED di belakang kami, itu seperti bentuk kami untuk beberapa saat. Tiga kotak di belakang kami. Lalu mereka seperti, “Well… mari buat full wall. Mari lihat bagaimana musiknya akan terbentuk dengan dua lantai LED”. Saya pikir kami selalu memikirkan tentang bentuk baru dan siluet baru.
Jake: Yeah itu menyenangkan berada disini untuk ketiga kalinya. Seperti selanjutnya kami ingin membawa sesuatu yang baru untuk kalian. Sesuatu yang fresh karena kami mencintai live music, karena kami dapat memvisualisasikan musik kami. Itu sangat menyenangkan bagi kami untuk mengeksplornya.

CD: LANY datang dari Los Angeles dan New York, ini merupakan World Tour kalian dan ini adalah destinasi terakhir kalian. Bagaimana perasaan kalian tentang tur ini?
Paul: Pastinya sweet. Saya pikir kami setuju bahwa ini tur terbaik yang pernah kami jalani. 100 hari sungguh gila.. 100 show juga gila. Uhm… tidak ada show yang kami cancel, tentunya itu luar biasa. Saya pikir ketika kami melihat kebelakang, banyak sekali kebanggaan dan prestasi. Akan terasa sedih, maksudnya, kru-kru kami sudah kami anggap seperti saudara. Saya rasa saya tidak menerima begitu saja bagaimana saya bisa melihat Louis atau Jesse setiap hari tetapi pasti saya akan merindukan mereka ketika tidak melihat mereka. Uhm.. kami semua bersahabat dan kami dapat berkeliling dunia bersama yang pastinya. Saya rasa kami ada band yang paling beruntung di seluruh dunia.

CD: Kalian memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Adakah pesan yang ingin kalian sampaikan untuk mereka?
Paul: Bahwa semuanya penting. Semuanya penting. Semuanya sama. Bahwa kami peduli dan saya tahu bahwa kami hanyalah musisi tetapi apapun yang dapat kami lakukan untuk membuat hidup lebih baik, warna-warna lebih terang dan hm… saya tidak tahu, saya hanya ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik..

CD: Kalian pergi ke panti asuhan beberapa hari yang lalu di Bangkok. Apa saja yang kalian lakukan disana?
Paul: Jadi kami menghabiskan waktu dengan anak-anak. Itu adalah tempat yang tidak dibiayai oleh pemerintah dan memiliki banyak anak yatim jadi kami dapat memberikan mereka beberapa biaya untuk tempat itu dapat berjalan, kami membelikan anak-anak itu beberapa mainan dan berinteraksi. Saya pikir koneksi antar manusia, interaksi antar manusia sangat penting. Apalagi untuk anak-anak itu tidak dapat terlepaskan… tidak ada keluarga.. uhm.. saya pikir dengan kehadirannya akan sangat penting dan juga dengan hal-hal ini, kalian akan berpikiran untuk membantu seorang anak atau seseorang dan pada akhirnya mereka lebih membantumu. Itu baik bagi kami untuk dapat masuk kedalam masyarakat.

CD: Apa yang kalian cari saat kalian berada di Indonesia? Apakah makanannya?
Paul: Kami sangat menyukai makanan. Saya tidak tahu, kalian benyanyi sangat kencang dan sangat gila. Itu selalu merupakan crowd yang sangat menyenangkan bagi kami untuk tampil. Saya rasa kami dapat naik keatas panggung dan tidak melakukan apapun, kalian akan bernyanyi untuk kami.

CretiveDisc: Kalian berpikir bahwa panggung adalah holy ground kalian. Ini adalah kali ketiga kalian mengadakan konser di Jakarta. Adakah yang berbeda saat kalian bermain di Jawa sebagai holy ground?
Paul: hahaha.. yeah maksud saya saat saya bilang panggung adalah holyground bukan berarti ruang sakral haha uhm.. saya tiak tahu.. kami menanggapi setiap show sangat serius meskipun untuk tampil di depan 5.000 orang ataupun 5 orang saja. Saat ini kami melihat setiap show sebagai hidup dan mati.

CD: Apakah kalian memiliki sedikit waktu untuk berkeliling sebelum show?
Paul: Kami menikmati makanan yang enak semalam. Makanan Indonesia yang klasik. Kami belum sempat berkeliling lagi karena saat ini kami bersama kalian hahaha melakukan interview dengan pers.

CD: Apa yang mempengaruhi suara musik kalian dalam bermusik?
Paul: Saya pikir kami memiliki latar belakang bermusik yang berbeda. Itulah yang membuat suara kami unik. Kami tidak pernah meletakkan suara kami seperti, “Okay, mari buat musik kita terdengar seperti band ini”. Kami tidak pernah melakukan itu.
Les: Itu adalah misteri yang bagus. Itu tidak seperti hal yang ingin kami pelajari dan kami cari. Kami hanya berpegang teguh terhadap suara kami.
Jake: Yeah, untuk tedengar seperti kami.

CD: Berbicara tentang video klip ‘Thru This Tears’ yang sangat terlihat intens. Apa inspirasi kalian untuk membuat vieo klip tersebut?
Paul: Uhm terkadang saya tahu apa yang saya ingin lakukan di dalam video klip dan terkadang saya tidak tahu apapun, maksud saya, bagaimana saya berakhir dengan menari dengan koreografi untuk ‘Super Far’. Tapi untuk hal ini, saya ingin itu menjadi simbolik untuk beberapa hal. Seperti mati ke hidup dalam perspektif patah hati dan juga dari perspektif album pertama ke album kedua. Uhm.. saya pikir itu keren untuk menjatuhkan bunga mawar karena bunga mawar memiliki simbolik dari album pertama. Seperti kematian dari album pertama dan inilah kehidupan dari album kedua. Ada banyak arti dan simbol di dalam video tersebut dan kami pikir kami memperlihatkannya dengan cukup baik.

Interview by Icha
Video by Pandu
Video edit by Dundhee

Related posts

Leave a Reply