Quantcast

Menjejaki Jalan Kenangan Bareng Westlife di ‘The Twenty Tour’

By - 2 weeks ago in Concerts Review

19 tahun yang lalu, di tahun 2000, untuk pertama kalinya Westlife menggelar konser mereka di Jakarta, satu tahun sejak debut mereka dan sambutannya benar-benar meriah sekali. Dalam formasi lima orang, grup asal Irlandia tersebut benar-benar membius para penggemarnya di Indonesia sampai pada kunjungan kedua mereka di tahun 2001. Belasan ribu penonton berdatangan untuk melihat Shane Filan, Nikcy Byrne, Kian Egan, Mark Feehily, dan saat itu masih ada Bryan McFadden. Sempat juga Westlife datang lagi ke Jakarta di tahun 2006 setelah hengkangnya Bryan. Lalu perjalanan konser Westlife di Tanah Air berlanjut ke tahun 2011 yang sayangnya jadi konser terakhir mereka sebelum memutuskan untuk bubar dan hiatus selama tujuh tahun. Dan di tahun 2019 ini, 20 tahun setelah debut mereka, Westlife memilih buat reuni dengan sebuah tur bertajuk ‘The Twenty Tour’. Sekali lagi Indonesia beruntung mendapat giliran untuk didatangi empat personel Westlife yang masih bertahan. Tak hanya Jakarta/Tangerang saja yang kebagian konser, beberapa kota di Indonesia pun dihajar Westlife buat tur ini. Gelaran konser pertama di Indonesia dimulai di ICE BSD pada 6 Agustus 2019.

Antusiasme penggemar benar-benar terasa bahkan berjam-jam sebelum konser dimulai. Antrean yang nggak selesai-selesai tampak menghiasi bagian depan venue konser sampai menit-menit terakhir konser dimulai. Berbagai generasi dan gender hadir, dari mulai mereka para millennials yang memang sudah mengikuti perjalanan grup vokal asal Irlandia ini sejak awal debutnya dulu yang usia mereka mungkin sudah menginjak 30-something atau bahkan 40-something, mereka yang masih berusia 20-an, dan bahkan anak-anak pun terlihat antusias. Yang terakhir nggak bohong, beneran anak-anak!

Creative Disc diundang Full Color Entertainment buat menghadiri konser yang seharusnya dimulai pukul 8 malam tapi sedikit agak molor karena venue yang full house. Duduk di bangku paling belakang dan melihat ke arah depan, satu hall venue Indonesia Convention Exhibition yang digunakan buat konser ini terlihat padat. Untungnya promotor mendesain konser ini untuk disaksikan secara duduk manis di kursi di masing-masing kelas. Jadi nggak akan ada lagi tuh insiden dorong-dorongan yang bikin konser tahun 2011 sempat berhenti cukup lama karena penggemar berdesak-desakan hingga pingsan di kelas festival.

Ketika lampu sudah mulai dimatikan, rasanya makin deg-degan aja!

Buat banyak orang, konser ini bisa jadi sangat personal. Apalagi buat mereka yang belum pernah sama sekali menyaksikan Westlife secara live dengan personel lengkap seperti ini. Lagu-lagu Westlife seperti sudah mengikuti hidup sebagian orang mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga masa dewasa mereka. Makanya ketika video pembuka konser diputar dan terdengar alunan melodi ‘Swear It Again’ dibawakan mereka secara akapela, atmosfer sekitar sudah mulai beda tuh. Rasanya udah mulai merinding aja padahal venue-nya juga nggak dingin-dingin banget.

Diikuti dengan cahaya menyilaukan dari lampu-lampu yang meriah juga visualization penuh warna di layar utama di atas panggung, Westlife muncul dengan membawakan salah satu single terbaru yang mereka rilis tahun 2019 ini ‘Hello My Love’. Tampil bak pangeran dengan busana berwarna hitam dengan aksen emas dan merah, suara teriakan mengiringi vokal para member. Mereka yang tahu lagunya ikut bernyanyi, yang nggak tahu teriak-teriak sendiri. Tapi yang paling penting dari semuanya adalah: Westlife nggak cuma menyanyi tapi juga menari.

Yes. They do dance on stage!

Ya mungkin enggak di lagu slow seperti ‘Swear It Again’ dan ‘What About Now’ yang mereka bawakan selanjutnya. Meski ada sih sedikit gerakan-gerakan ringan yang kompak dibawakan di atas panggung. Tapi di lagu-lagu mellow seperti ini memang waktunya buat sing along dan baper.

“You’re all very welcome in the Twenty Tour, guys. We are so, so happy, for Westlife to be back in Indonesia! We’ve been looking forward to this moment for quite a long time,” kata Shane di sesi chit-chat pertama usai menyanyikan tiga lagu pembuka. Dibandingkan dengan tiga personel yang lain, Shane Filan yang memang aktif menjadi penyanyi solo setelah Westlife bubar termasuk rutin datang ke Indonesia dengan tur solonya. Tapi tentu feel-nya akan berbeda ketika dia berdiri di panggung sebagai personel Westlife seperti semalam. Shane juga bilang kalau konser malam ini mereka akan mengembalikan semua memori yang sudah dibuat bersama dengan fans Indonesia. “Ada banyak memori dengan Indonesia dan malam ini kita akan bernostalgia!” lanjutnya.

Nggak cuma sekali, ada beberapa momen transisi sepanjang konser yang dimanfaatkan oleh para personel Westlife untuk ngobrol dengan fans dari atas panggung. Secara bergiliran, Nicky mencurahkan isi hatinya soal perjalanan karier mereka dan pengalaman konser di Indonesia, Kian dan Mark pun demikian masing-masing diberikan waktu untuk chit-chat dengan penggemar di Indonesia setelah sekian lama nggak mampir ke sini. Bahkan di salah satu sesi ketika mereka berempat duduk di kursi di atas panggung untuk menyanyikan lagu-lagu lama secara akustik, Nicky menyinggung soal masing-masing personel yang sekarang sudah punya anak. Kejutan! Mark ternyata tengah menunggu kelahiran putri pertamanya!

“Mau dikasih nama siapa? Mariah? Whitney? Britney?” goda Nicky.

“Yang jelas nggak salah satu nama diva itu,” canda Mark.

Usai sesi chit-chat pertama, Westlife membawakan lagu ‘My Love’ yang langsung membius para penonton termasuk satu anak kecil di depan yang sejak awal konser hapal semua lirik lagu mereka. Wah! Suasana di dalam hall mendadak berubah biru seiring dengan lirik lagu ‘My Love’ dinyanyikan. Salah satu lagu ikonik Westlife yang sepertinya akan susah untuk dinikmati tanpa ikut menyanyikannya. Masih dari album yang sama yaitu ‘Coast to Coast’, Westlife lanjut menyanyikan ‘When You’re Looking Like That’. Dance? Jelas! Ini waktunya untuk sedikit “rock and roll” dan bersenang-senang. Sambil sibuk merekam setiap detik penampilan Westlife di panggung dan pamer di Instagram Story kalau mereka sedang nonton konser, di lagu ini terasa banget lantai tingkat di kelas Silver bergetar karena semua menikmati musik sambil sesekali jingkrak-jingkrak.

Jeda sebentar, ditampilkan video animasi Westlife yang berlakon bak agen rahasia sebelum akhirnya mereka kembali ke panggung dengan busana berbeda dan membawakan ‘Uptown Girl’. Keceriaan berlanjut ke ‘If I Let You Go’, lagu yang disambut teriakan dan sekali lagi sing along membahana di seluruh venue, ada juga yang fokus melihat potongan video klip lagu itu yang ditampilkan di layar, video ketika para personel masih sangat sangat muda.

Tiga member lain turun panggung dan Nicky stay. Bukan cuma untuk chit-chat saja, tapi memberi kejutan buat fans. “Kami ingin malam ini jadi yang istimewa tidak hanya untuk kita, tapi juga buat kalian,” katanya. Secara tiba-tiba Nicky mengumumkan kalau dia akan memilih satu orang fans dari bangku penonton, Diamond tentu saja yang paling dekat panggung, untuk diajak ke atas panggung. Wah gila! Semua pada iri banget tuh! Soalnya nggak cuma diajak naik ke panggung aja, penggemar yang beruntung ini boleh peluk member satu per satu, dinyanyiin ‘Better Man’ (sambil dipeluk Shane!) secara live full satu lagu, dan di akhir sesi boleh foto bareng sama semua member. Iri maksimal!

Karena konsep konser ini adalah nostalgia, Westlife pun menyelipkan satu sesi akustikan di tengah-tengah konser di mana mereka menyanyikan potongan-potongan lagu lama mereka hanya diiringi oleh suara gitar saja. Cukup banyak lagu yang dibawakan meski pendek-pendek ‘I Have a Dream’ dan ‘Unbreakable’ dalam porsi yang lumayan. Yang lain seperti ‘I Lay My Love On You’, ‘Seasons in the Sun’, ‘Try Again’, ‘No No’, ‘I Don’t Wanna Fight’, dan ‘Miss You’ dinyanyikan singkat secara akapela saja. Soalnya kata mereka “Ini kalau kita nyanyi kayak gini terus bisa semalaman nih!” Padahal kan nggak apa-apa hehe…

Sesi akustikan dilanjutkan dengan lagu ‘Fool Again’ dan ‘Queen of My Heart’ sebelum akhirnya kembali lagi hype dengan lagu ‘Dynamite’ yang merupakan lagu paling baru dari album ‘Spectrum’ yang akan mereka rilis November mendatang.

Sebelum masuk ke sesi encore, Westlife membawakan lagu ‘You Raise Me Up’ yang membuat suasana semakin melankolis. Sebelum menyanyikan lagu ini, Kian bercerita soal berpulangnya sang ayah dan juga ayah Nicky dan bagaimana mereka menyanyikan lagu ini di pemakaman. Rasanya ingin lama-lama di situ dan mendengarkan mereka bernyanyi sampai besok pagi! Tapi konser ini pun harus berakhir juga. Sebelum benar-benar pamit, Westlife sempat berganti kostum menggunakan pakaian serba putih. Bisa ditebak dong mereka akan membawakan lagu apa? Yak! ‘Flying Without Wings’! Mereka pakai baju putih seperti yang mereka gunakan di video klip lagu tersebut. Konser ditutup dengan lagu ‘World of Our Own’ yang dibawakan dengan penuh semangat karena ini benar-benar jadi lagu terakhir mereka di konser ‘The Twenty Tour’ hari pertama.

Ah… coba bisa lebih lama lagi ya!

Wait… did I mentioned they cover a lot of Queen’s songs? Yes they did! Dan penampilan mereka membawakan lagu-lagu Queen benar-benar breathtaking!

Photo: Budi Susanto

Fanboy Kpop sejak dahulu kala

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review Reviews | August 15, 2019 By

The Vamps Tampil Maksimal Puaskan Vampettes Indonesia

Artist Interviews Music News | August 14, 2019 By

Press Conference Westlife: Indonesia Turut Ambil Bagian Besar dalam Kesuksesan Kami

Concerts Review | August 5, 2019 By

Greyson Chance Guncang The Pallas dengan Album Portraits