Trending News

Blog Post

Konser Perdana Why Don’t We Yang Sukses Memukau Limelights Tanah Air
Concerts Review

Konser Perdana Why Don’t We Yang Sukses Memukau Limelights Tanah Air 

Sebuah penantian panjang bagi para Limelights untuk bertemu idolanya secara langsung, sejak Why Don’t We (sering disingkat WDW) meluncurkan single perdananya yang berjudul ‘Taking You’ di tahun 2016 dan langsung menempatkan mereka menjadi komoditi ‘panas’ di industri musik dunia. Dan bagi para penggemarnya di Indonesia, khususnya Jakarta, impian tersebut menjadi kenyataan kala boyband asal US tersebut bertandang ke ibukota pada 21 November lalu.

Zach Herron, Jack Avery, Daniel Seavey, Corbyn Besson, dan Jonah Marais berhasil membuat histeris limelights tanah air lewat konser yang digelar di The Kasablanka Hall oleh Full Color Party, yang merupakan salah satu bagian dari rangkaian “8 Letters Tour”. Bahkan, jauh sebelum konser berlangsung, ratusan pengunjung yang sebagian besar remaja putri, telah antri dan memadati area pintu masuk hall sejak siang hari.

Demi memuaskan penggemarnya, WDW telah menyiapkan setlist yang cukup membuat penontonnya sing-along histeris sepanjang konser. Bahkan, baru masuk video intro saja, seisi ruangan sudah dipenuhi dengan teriakan kegirangan dedek-dedek belia yang memekakkan telinga. Bisa dibayangkan bagaimana polusi suara yang menyiksa gendang telinga selama satu setengah jam tanpa jeda.

Dibuka dengan ‘Trust Fund Baby’, ‘M.I.A’ dan ‘Choose’ berturut-turut, kelima personil WDW membuka rangkaian penampilan mereka dengan enerjik menggunakan busana serba hitam. “We love Indonesia so much,” teriak para personil yang langsung disambut penonton, sebelum melanjutkan setlist mereka dengan ‘Friends’ dan ‘In Too Deep’.

Sebuah pertunjukan boyband tak lengkap tanpa pergantian kostum. Setelah lagu kelima, seluruh personil WDW berganti dengan kostum serba putih, dan langsung membawakan ‘Nobody Gotta Know’, disambung dengan ‘I Depend on You’, ‘Runner’ dan ‘Why Don’t We Just’.

Di lagu ‘Something Different’, WDW mengganti kostumnya bergaya kasual ala streetwear yang lebih mengangkat aura keremajaan mereka.

Kecintaan mereka terhadap para penggemarnya pun diungkapkan dengan mengajak para penonton untuk berfoto bersama di jeda penampilan mereka.

Tak lengkap rasanya suatu konser jika bintangnya belum membawakan lagu-lagu yang membawa mereka melambung hingga ke ujung dunia. Karena itu, ‘Taking You’ -lagu pertama yang dirilis sebagai sebuah grup-, ‘Hooked’, ‘I Don’t Belong In This Club’ -duet bersama rapper Macklemore-, hingga ‘8 Letters’ dan ‘Unbelievable’ pun dijadikan sebagai senjata untuk menguras energi penonton melalui nyanyian dan koreografi yang dipertontonkan.

‘What Am I’ didapuk sebagai encore penutup yang benar-benar membawa alur konser mengalir ke puncak klimaks hingga kepuasan yang dirasakan selama menikmati penampilan WDW terlampiaskan dengan total.

Terlihat wajah-wajah lelah namun gembira terpancar dari penonton yang keluar dari ruang konser selepas menyaksikan langsung sosok yang dipujanya selama ini, yang menghipnotis lewat goyangan menggoda sembari mendendangkan lirik-lirik yang membekas di ingatan, yang keluar lewat vokal mereka yang membius dan menembus hingga ke dalam sukma.

Malam itu menjadi pembuktian bahwa WDW merupakan salah satu music act yang penampilannya selalu ditunggu-tunggu, dan tidak mengecewakan.

Related posts

Leave a Reply