Debut manis Mawar de Jongh (‘Lebih Dari Egoku’, ‘Sedang Sayang-Sayangnya’) dan karya follow-up nan cantik dari Hanin Dhiya (‘Terlambat Sudah’) justru lahir dari sosok maskulin Raguel Lewi. Tidak hanya musik pop yang manis, Raguel Lewi juga memiliki potensi versatilitas yang tinggi ketika menggarap balada folk pop ‘Sungguh Indah’ untuk Andy Ambarita.
Tidak hanya berperan sebagai rekan duet Celine Eunike untuk duo pop Celine & Nadya, Bernadya Ribka (atau Nadya) juga menjadi songwriter tunggal untuk sleeper hit ‘Mereka Kau Lagi’ dan single terbaru ‘Sisakan Satu Untukku’. Ketika bakat vokal dilengkapi dengan bakat songwriting, tidak tertutup kemungkinan Bernadya Ribka akan mengikuti jejak “artis menggarap karya sesama artis” seperti Mikha Angelo (untuk Nadin Amizah ‘Bertaut’) dan Wizzy (untuk Tiara Andini ‘365’).
Sosok yang satu ini sedang populer di kalangan artis musik indie dan artis-artis lainnya yang berniat menggarap karya yang eclectic dan anti-mainstream. Chevrina Anayang berperan sebagai co-writer untuk karya-karya unik seperti Andien ‘Somewhere in Tajikistan’, Hondo ‘River’, dan Sir Dandy ‘Jon Snow’.
Beberapa karya musik masa kini yang turut digarap oleh Alam Urbach di antaranya kolaborasi antara Afgan dan Raisa ‘Tunjukkan’ dan kolaborasi Maudy Ayunda dan Teddy Adhitya ‘We Don’t (Still Water)’. Selain project pribadinya sebagai artis solo (‘Ghosting’), Alam Urbach juga sedang menggarap project terbaru JKT48.