Trending News

Blog Post

‘Kisahku’ Jadi Prolog Manis Brisia Jodie di Industri Musik
Album of The Day

‘Kisahku’ Jadi Prolog Manis Brisia Jodie di Industri Musik 

Album debut yang berhasil memvalidasi Brisia Jodie sebagai artis rekaman dengan individualisme yang kokoh

Mengulas album debut seorang artis bukanlah pekerjaan mudah. Tidak hanya menganalisis kualitas, sang kritikus juga harus mengkritisi bagaimana album tersebut memposisikan sang artis di ranah musik yang dijejakinya. Terlepas dari ketidaksempurnaan yang ada, ‘Kisahku’ berhasil menjadi album debut yang memposisikan Brisia Jodie sebagai artis pop yang mampu bersaing.

Rasa-rasanya sangat appropriate bagi Brisia Jodie untuk membuka albumnya dengan cover Melly Goeslaw ‘Bimbang’– mengingat rendisi ini menjadi introduksi Brisia Jodie di mata publik (bahkan sebelum Brisia Jodie mengikuti audisi ajang pencarian bakat Indonesian Idol lebih dari 3 tahun silam). Track pembuka ini juga berhasil memamerkan tumbuh kembang vokal Brisia Jodie ketika diperbandingkan dengan cover asli yang beredar di Youtube. Track-track selanjutnya adalah karya-karya pop orisinil yang seolah-olah dirancang seratus persen untuk radio dan streamers. Setiap track sangat berpotensi untuk dibuatkan video klip dan menjadi lead single album.

‘Kisahku’ tampak kental akan inspirasi dari karya-karya artis pendahulu yang selanjutnya menjadi blueprint Brisia Jodie dalam meniti kariernya sebagai artis rekaman. ‘Menunggu Jadi Pacarmu’ dan ‘Cinta Kau Dimana’ mengundang nostalgia akan karya-karya awal Ruth Sahanaya dan Dea Mirella dengan warna pop yang lebih kekinian. ‘Tak Bisa’ dan ‘Ku Ingin Memilikimu’ menggaungkan melodrama Rossa dengan sensibilitas yang lebih segar. Centerpiece dari album, yakni kolaborasi dengan Arsy Widianto ‘Dengan Caraku’, kental akan rasa dan notasi khas Yovie Widianto.

Terlepas dari berbagai macam inspirasi di atas, apa yang mengukuhkan album ini sebagai katalog yang orisinil adalah presentasi yang dibawakan oleh Brisia Jodie. Secara teknis, Brisia Jodie belum mencapai level kekuatan vokal Rossa dan Ruth Sahanaya. Akan tetapi, apa yang terasa kurang dari segi vokal berhasil ditambal dengan penghayatan Brisia Jodie yang melampaui usianya dan sulit untuk direplikasi.

Satu lagi alasan mengapa “Kisahku” tampil lebih gemilang dibandingkan album-album debut tahun 2020 adalah kontribusi Brisia Jodie sebagai songwriter. Track seperti ‘Kisahku’ dan ‘Ku Ingin Memilikimu’ berhasil membuktikan bahwa Brisia Jodie memang memiliki insting pop yang tajam. Sayangnya, terlepas dari melodi yang catchy dan memorable, Brisia Jodie masih harus belajar banyak mengenai bagaimana cara menyusun lirik yang tidak terlalu literal. Terdapat perbedaan estetika lirik yang signifikan antara ‘Kisahku’ dan lirik yang dirajut Melly Goeslaw untuk ‘Bimbang’. Terlepas dari itu, asistensi produksi dari Tohpati (‘Kisahku’), Laleilmanino (‘Tak Bisa’), dan songwriter-producer pendatang baru Michael Juan (‘Cinta Kau Dimana’) sangatlah lezat.

Memulai karier di genre pop sangat sulit karena lanskapnya yang kerap kali mengikuti perubahan zaman dan kompetisi yang teramat sengit. Secara keseluruhan, “Kisahku” adalah album pop yang berhasil dieksekusi dengan apik. Brisia Jodie telah berhasil menulis prolog yang mantap; selanjutnya adalah bagaimana cara merajut bab selanjutnya.


 IN A NUTSHELL:

+ “Kisahku” adalah album pop dengan nilai komersil yang tinggi, menjadikan debut Brisia Jodie di industri musik terbilang sukses.

Keseimbangan album tidak sempurna dikarenakan lirik yang kurang konsisten dan komposisi ballad yang berat sebelah.

 RECOMMENDED TRACKS:

‘Dengan Caraku’,  ‘Kisahku’, ‘Cinta Kau Dimana’

 TENTANG PENULIS

Felix Martua adalah penulis, editor, traveler, kurator, dan cataloger bilingual (Bahasa Inggris dan Indonesia) untuk musik, hiburan dan all things pop culture. Felix bisa dihubungi via felix.martua@yahoo.com

Related posts

Leave a Reply