Trending News

Blog Post

Dave Grohl Sajikan Film “What Drives Us”: Cerita Perjalanan Musisi di Atas dan di Luar Aspal
Album of The Day

Dave Grohl Sajikan Film “What Drives Us”: Cerita Perjalanan Musisi di Atas dan di Luar Aspal 

Terlepas dari kegiatannya sebagai frontman Foo Fighters, Dave Grohl juga sangat suka membuat film. Ia menyutradarai beberapa video musik dari bandnya untuk lagu “Monkey Wrench”, “My Hero”, “All My Life”, “White Limo”, “Rope” serta menyutradarai sebuah film dokumenter tentang sebuah studio rekaman legendaris yang masih menyimpan berbagai macam peralatan rekaman analog dan menjadi tempat rekaman album rock legendaris bernama Sound City yang dipuji oleh para penggemar film dan musik serta membangkitkan kembali keinginan para generasi muda untuk mencoba merasakan keestetikan dan keajaiban analog recording di sana.

Sepertinya Dave punya misi baru untuk mendokumentasikan sejarah musik rock di usianya yang sudah menua agar dia bisa meninggalkan warisan sejarah dan betapa serunya musik rock kepada generasi berikutnya dan salah satunya muncul di dalam film baru buatannya berjudul “What Drives Us”, sebuah film yang bercerita tentang perjalanan sebuah band atau penyanyi solo beserta krunya di dalam sebuah mobil van keliling daerah demi menghibur penontonnya dan mencari nama demi menyeriuskan karir di bidang musik. Dave mengundang berbagai musisi kawakan seperti Slash, Duff McKagan (Guns N’ Roses), Brian Johnson (AC/DC), Ringo Starr (The Beatles), St. Vincent, Radkey, Lars Ulrich (Metallica), Tony Kanal (No Doubt), Flea (Red Hot Chili Peppers), Ben Harper, The Edge (U2), Ian MacKaye (Fugazi), D.H. Peligro (Dead Kennedys), dan tentu saja Foo Fighters.

Semua narasumber tersebut bercerita tentang bagaimana cerita mereka bersama rekan dan kru bandnya sempit-sempitan di dalam sebuah mobil van sembari keliling penjuru negeri demi menghibur penontonnya sambil menjaring penggemar baru. Film ini menceritakan tentang bagaimana sebuah mobil van bukan hanya sebagai sarana transportasi saja tetapi bisa menjadi sarana untuk merekatkan hubungan antar satu tim di dalam band karena di dalam van banyak cerita yang diungkapkan mulai dari keluh kesah, cerita yang membahagiakan, evaluasi terhadap penampilan mereka, cerita di saat mereka memberikan penampilan, cerita ketika mereka hampir mengalami kecelakaan, mendorong mobil ketika lagi mogok hingga mencari pelaku yang kentut sembarangan di dalam mobil. Dave Grohl yang menjadi penanya dalam film ini bisa membuat narasumbernya mampu mengeluarkan cerita-cerita yang tidak biasa dan asyik untuk dinikmati, mungkin karena faktor Grohl yang sama-sama musisi rock senior jadi bisa lebih luwes dan membuat nyaman narasumbernya.

Di film ini juga menceritakan tentang sejarah touring keliling negara pertama kali yang diprakarsai oleh band hardcore punk D.O.A. yang rela menyewa sebuah mobil van demi bisa bermain di klub-klub penjuru negeri dan memberikan rekomendasi tempat dan kontak kepada band lainnya untuk bisa bermain di tempat tersebut sambil mengikuti mereka dalam rangkaian tur. Terasa sekali bahwa networking dan unsur do it yourself mempunyai peranan penting dalam touring di era-era awal dan menunjukkan bahwa kerjasama antar band yang berbda dibutuhkan untuk bisa dikenal oleh penontonnya dan mengenalkan musik mereka ke orang yang lebih banyak lagi. Tidak hanya itu, film ini juga mencoba menggali cerita masa muda dari masing-masing personil band yang sudah sepuh dan yang menjadi fokus penceritaan untuk topik ini adalah Brian Johnson dari AC/DC, Flea dari Red Hot Chili Peppers, Lars Ulrich dari Metallica, D.H. Peligro yang merupakan mantan personil Dead Kennedys dan Ben Harper.

Meskipun terasa sedikit aneh di awal karena terlalu fokus memasukkan cerita masa lalu mereka dan sedikit memotong waktu tayang untuk cerita dibalik perjalanan di dalam mobil van tapi cerita yang dipilih juga cukup menarik terutama cerita D.H. Peligro yang bangkit dan memulai kehidupan baru setelah mengalami kehancuran mental dan psikologis selepas dia hengkang dari Dead Kennedys dan Red Hot Chili Peppers dan jatuh ke dalam jurang kecanduan alkohol dan narkoba. Cerita masa muda mereka juga menarik untuk diulik dan dari mereka penonton bisa mendapatkan perspektif bahwa musik bisa menjadi obat yang manjur untuk mengatasi kebosanan hidup di masa muda yang terlalu statis dan bahkan bisa menjadi sebuah sarana untuk bisa mengenal dunia dengan lebih luas lagi melalui tur.

Mungkin alasan terbesar Grohl membuat film ini adalah rasa terima kasihnya kepada mobil van yang ia beli di jaman dahulu kala. Mobil van yang ia beli berhasil menyelamatkan karir musiknya setelah Nirvana bubar akibat kematian Kurt Cobain dan membantu ia kembali optimis untuk terus berkarir di jalur musik lewat proyek barunya Foo Fighters. Rasa terima kasih Grohl akan hal tersebut seolah tumpah di dalam film ini meskipun ada beberapa cerita yang seolah lari dari fokus cerita di dalam mobil van dan cukup memakan durasi.

Lewat film ini Grohl dan teman-teman musisi seolah berpesan bahwa sebesar apapun dirimu dalam bermusik semuanya dimulai dari sebuah perjalanan mobil van yang kecil nan sempit serta cerita dibaliknya entah itu nama besar seperti The Beatles atau U2 sampai band baru yang ingin menyebarkan musiknya ke tempat yang lebih jauh dan itu menjadikan film ini menjadi sebuah film dokumenter musik yang menarik untuk ditonton karena bercerita tentang sebuah perjalanan baik itu di atas aspal dan di luar aspal.

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org

Entsorgung Berlin