Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

CreativeDisc Exclusive Interview with Amyl and the Sniffers: Tetap Bersenang-Senang Meski Pandemi Menyerang
CREDIT: ATO Records
Artist Interviews

CreativeDisc Exclusive Interview with Amyl and the Sniffers: Tetap Bersenang-Senang Meski Pandemi Menyerang 

Ketika ditemui lewat wawancara Zoom oleh CreativeDisc, Amy Taylor yang merupakan vokalis dari Amyl and The Sniffers adalah orang yang ramah dan lucu ditambah dia cukup hafal beberapa kosakata bahasa Indonesia karena pernah mempelajarinya di sekolah. Tetapi ketika ia sudah bernyanyi bersama rekan bandnya ia seolah-olah seperti gadis liar yang tidak terkendali dengan iringan sound punk rock dan garage rock yang cepat dan tanpa tedeng aling-aling menusuk ke telinga pendengarnya. Siapapun yang mendengarkan kuartet asal Australia ini pasti tidak tahan untuk melakukan gerakan dansa liar.

Kuartet yang terdiri dari Amy Taylor (vokal), Dec Martens (gitar), Gus Romer (bass), dan Bryce Wilson (drum) sudah menjadi salah satu garda terdepan skena musik rock di Australia berkat album perdana yang diberi nama sama dengan nama band mereka. Album perdana mereka yang bermain dengan sangat cepat dan mengembalikan nuansa punk rock yang klasik berhasil mencuri perhatian pendengar rock di penjuru dunia dan berhasil membuat mereka menyabet penghargaan Best Rock Album di ARIA Awards. Tidak puas dengan julukan “jago kandang” di negara sendiri mereka melakukan tur gila-gilaan ke Amerika dan di Inggris, hasilnya mereka mendapat sambutan yang luar biasa dan menjadi salah satu nama panas di skena rock dunia. Mendengarkan album perdana dari The Sniffers membuat kita seolah berada di bar yang sempit sambil berdansa liar dan didorong oleh penonton di sana sini.

Semangat mereka untuk membuat panggung menjadi liar dan urakan seolah terhenti ketika pandemi COVID-19 menyerang seluruh dunia dan Amy merasakan hal tersebut yang dicurahkan lewat single terbaru mereka “Guided by Angels”. Lagu ini bercerita tentang sebuah kekuatan yang tidak kamu ketahui menguncimu untuk melakukan sesuatu dan aku mencari cara untuk tetap bersenang-senang meski ada kekuatan tersebut. Lucunya lagu ini ditulis sebelum masa pandemi dan ketika aku sedang down, kalau didengarkan kembali lagu ini jadi benar-benar menggambarkan masa pandemi seperti sekarang dan membuat perasaanku lebih baik.”, ungkap Amy.

Ketika masa pandemi menyerang hidup mereka seolah berubah dari hidup di panggung dengan penonton yang siap mereka ubah menjadi manusia liar menjadi hidup di rumah dan kamar yang membuat mereka tidak bisa pergi kemana-mana. Tetapi semangat liar dan bersenang-senang mereka tidak pernah padam meski pandemi menyerang dan hal itu diungkapkan oleh Amy dan Gus. “Untungnya selama masa pandemi kami malah semakin dekat satu sama lain meskipun kami ingin meledak selama masa pandemi dan itu menjadi apa yang ingin kami bawa di album kedua nanti dimana kamu bisa bersenang-senang dan berdansa liar di kamarmu”.

Masa pandemi sendiri juga mendewasakan The Sniffers karena berdasarkan dua single untuk album kedua mereka “Comfort To Me” mereka tidak melulu bermain punk rock urakan dengan durasi cepat. Sebagai contoh “Security” yang bermain dengan nada post punk yang terdengar sangat segar dan baru bagi mereka karena mereka bermain lebih rapi dengan durasi lagu yang lebih panjang dan menurut mereka nantinya album kedua adalah bentuk pendewasaan dan perkembangan mereka sebagai sebuah band dengan keliaran yang sama seperti album pertama. Bagi mereka “Comfort To Me” seolah menjadi bab baru dalam karir musik mereka dimana ketika mereka benar-benar fokus kepada musikalitas dan mempunyai waktu yang panjang untuk mengulik lagu bersama ketimbang menjadi liar dan menaruh materi apa adanya hasilnya bisa sangat mengejutkan dan bisa jadi melampaui apa yang mereka kerjakan di album perdananya.

Simak wawancara CreativeDisc selengkapnya bersama Amyl and the Sniffers dimana mereka berbicara tentang masa pandemi, single dan album terbaru mereka, cerita tentang Gus yang teler parah, skena musik Australia yang mendukung perkembangan mereka sambil diiringi dengan sambutan dari Amy dalam bahasa Indonesia termasuk mengucapkan kata “what’s up dog” dalam bahasa Indonesia lewat video di bawah ini.

Terima kasih kepada Love Da Records Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org