Iklan

CreativeDisc Interview With New Hope Club: Siap Buka Era Baru Dengan Album Kedua

Oleh: ivy-agrina - 17 Aug 2022

Band asal Inggris, New Hope Club, memulai era baru setelah album kedua mereka dalam masa pandemi ini. Beranggotakan Blake Richardson, Reece Bibby dan George Smith, trio asal Manchester ini mengunjungi Indonesia untuk ketiga kalinya pekan lalu dalam rangka gelaran konser tunggal pertama mereka di Indonesia.

Bertempat di Hotel Mandarin Oriental Jakarta pada hari Jumat (12/8), Creative Disc bersama rekan media lainnya berkesempatan mewawancarai New Hope Club.

Kita simak yuk wawancara seru Creative Disc bersama Blake, Reece dan George berikut ini.

CD: Hi, guys! Apa kabar?

NHC: Apa kabar?

Reece: Gak terlalu baik. Hahaha!

CD: Kita pernah ketemu sebelum pandemi, wawancara seperti ini di tahun 2019. Sekarang, band kalian makin besar dengan hadirnya album kedua kalian nanti. Langsung ke pertanyaan terpenting, apakah album kedua kalian sudah rampung?

Blake: Ya, albumnya sudah siap.

CD: Dan akan dirilis kapan?

George: Wah, kamu mau info eksklusif, ya?

Blake: Usaha bagus. Meskipun kalian “The first and number 1 musik website di Indonesia”, kami belum bisa kasih tahu. Hahaha!

CD: Bagaimana dengan proses penulisan lagu-lagu di album ini? Apakah lebih sulit prosesnya karena kalian tidak bisa bertemu secara langung selama pandemi?

Blake: It was amazing, kami belum pernah melakukannya seperti ini sebelumnya. Jelas kita memulai dan melaluinya selama pandemi dan itu merubah segalanya, tapi menurutku malah merubah ke sesuatu yang lebih baik. Kami jadi bisa merefleksikan perjalanan kami sebagai band selama 5 tahun dan melalui pandemi selama 2 tahun. Kami melewati banyak hal bersama, masa transisi kami dari boys menjadi men dalam 2 tahun ini. Kami benar-benar duduk dan berpikir bersama apa yang kita mau lakukan sebagai band. Dulu kita nggak terlalu bisa sepenuhnya mengambil keputusan. Tapi kita mau memastikan kalau album kedua kita ini benar-benar merepresentasikan kita. Album ini sangat berarti buat kita bertiga. Kali ini kita benar-benar menulis sendiri setiap lirik, setiap melodi, dan memproduseri album ini sendiri. Kita nggak sabar banget untuk merilis album ini.

CD: Apakah proses penulisan saat itu terasa lebih sulit karena kalian belum bisa ketemu selama pandemi?

George: Awalnya, iya. Ketika kami tidak bisa bertemu, kami terus menggunakan Zoom untuk sesi menulis. Sampai sekarang pun masih, karena kami menulis dengan salah satu penulis yang tinggal di Amerika Serikat, Ross Golan. Dia sangat hebat dan membantu kami sejak awal proses penulisan album ini. Pelajaran yang bisa kami petik dari proses penulisan album ini adalah kami jadi lebih jujur dengan diri sendiri. Kami pun lebih ke bersenang-senang, tanpa membebani pikiran bahwa kami harus spesifik setiap rekaman, dan harus menghasilkan lagu terbaik yang pernah ditulis. Kami masuk studio, rekaman, bersenang-senang dan membuat musik yang kami rasakan nyaman dengan mengekpresikan diri sendiri yang belum pernah kami ekpresikan sebelumnya. Kami sendiri nggak sabar banget untuk bisa share musik kami ini ke fans New Hope Club. Banyak musik baru untuk kalian dan kalian bisa merasakan sedikit cuplikan hidup kami selama dua tahun ini melalui musik di album ini.

CD: Aku nggak sabar lihat video musik kalian berikutnya, “Call Me A Quitter”. Pacar-pacar kalian jadi model videonya, ya? Bisa ceritain sedikit nggak, proses syutingnya dan siapa sutradaranya?

Reece: Ya, video ini disutradarai seseorang bernama Carrick Moore Gerety.

George: Kami syuting di sebuah rumah bagus di LA. Hari itu sangat cerah dan menghasilkan warna-warna cerah juga di hasil akhir videonya. Konsepnya sangat menyenangkan, kami hanya menjadi diri sendiri dan bergembira. Semoga nanti kalian suka video musiknya.

CD: Pastinya!

CD: Reece, besok ‘kan kamu berulang tahun, ada rencana apa nih buat ngerayainnya?

Reece: Kayaknya besok kami tetap bekerja, tapi kalau aku ditanya apa birthday wish-ku, aku ingin bisa nonton pertandingan Liga Utama Inggris besok.

CD: iPhone kamu ‘kan baru saja hilang, ya?

George: Savage banget pertanyaannya. Hahaha!

Blake: Tapi dia sudah beli iPhone baru.

CD: Di Korea ya?

Reece: iPhone lamaku ditemukan. Sekarang, aku jadi punya dua iPhone.

CD: Kamu bisa kasih satu ke aku. Hahaha!

Blake: Dia mau satu katanya.

Reece: Kamu mau satu? Oh, tidak... Tapi bayar, ya! Hahaha!

CD: Reece banget nggak sih, dua iPhone! Udah kayak content creator.

Reece: Iya.

George: Kalau aku sih bakal pusing kalau punya dua ponsel.

CD: Blake, tahun 2019 lalu ‘kan kamu sempat menjelajahi Jakarta dengan berjalan kaki di sekitar hotel, dan memotret keadaan di area sekitar belakang Plaza Indonesia. Kira-kira tahun ini ada rencana lagi nggak untuk melakukan itu?

Blake: Kayaknya kami nggak ada waktu kali ini. Kami sibuk. Sedih banget, deh!

George: Iya, Blake suka memotret kemacetan kota Jakarta.

CD: Iya, dulu aku juga mikir kenapa Blake harus ke area itu, area yang ramai dan macet.

Blake: Justru aku mau menangkap momen dan stillness-nya. Jadi, mudah bagi aku untuk menangkap momen itu. Aku senang banget waktu itu.

CD: Kamu harus ke Monas dan Kota Tua.

Reece: Oke.

George: Atau Monumen Kemacetan? Hahaha! Kami tuh harusnya ada jadwal ke Pasar Antik (Jalan Surabaya) tapi karena jadwal cukup padat...

Reece: Jadinya dibatalin begitu aja.

Blake: Sedih, deh.

George: Lain kali, harus!

CD: George, aku perhatiin kalau kamu livestream atau siaran Instagram dari rumah, di kamarmu ada peta dunia. Apa kamu nandain titik setiap negara yang pernah kamu kunjungin?

George: Pertanyaan yang bagus banget, belum pernah ada yang nanyain ini ke aku sebelumnya. Pantas aja kalian “the first and number one music website in Indonesia” ya. Iya, benar, ada peta dunia di kamarku, tapi bukan aku yang memberi pin di setiap titik atau negara yang kami kunjungi, tapi ayahku.

Reece: Dia orangnya sangat detail.

George: Jadi, dia memberikan warna pin yang berbeda untuk tur yang berbeda dan tahun yang berbeda.

CD: Wah! Keren banget Ayahmu.

CD: Kalian ‘kan suka bikin video TikTok. Biasanya siapa nih yang kasih ide mau bikin video apa? Misalnya ngedance, atau cover lagu apa?

Reece: Nggak tahu deh, kami cuma seru-seruan kalau bikin video TikTok.

George: Kami nggak pernah serius, selalu bercanda.

Reece: Kalau kami serius-serius amat, “Yuk bikin TikTok ini”, ayo kita bikin viral, jadinya bakal membosankan.

Blake: Kami sebenarnya nggak terlalu peduli dengan berapa jumlah penayangan, bakal viral atau nggak. Kami cuma ingin bersenang-senang, sama halnya saat kami membuat musik. Harus bisa dinikmati dan semoga disukai.

CD: Aku punya satu pertanyaan terakhir. Apa kalian menonton Stranger Things Season 4?

George: Aku nggak nonton.

Blake: Aku baru nonton setengah musim.

George: Aku cuma nonton season musim pertama.

CD: Kalau gitu aku nggak bisa nanya pertanyaan ini.

George: Nggak apa-apa, tanya aja.

Reece: Asal jangan spoiler ya.

George: Bukan spoiler, ‘kan?

CD: Bukan spoiler, kok.

Blake: Vecna, ya?

CD: Iya.

Blake: Apa yang bakal jadi lagu kita?

CD: Kok tahu sih aku mau nanya itu?

Blake: Aku tahu aja.

Blake: Jadi intinya, kalau kamu dibawa sama Vecna ke Upside Down, kamu bakal butuh sebuah lagu yang bisa menyelamatkan kamu untuk bisa kembali. Jadi, apa yang bakal jadi lagu Vecna kamu? (Blake menjelaskan ke Reece dan George)

CD: Kamu pernah cover lagu itu (“Running Up That Hill”), ‘kan di TikTok?

Reece: Iya.

Blake: “Getting Better” kali ya.

CD: Self-promotion, ya?

George: Iya, self-promotion. “You Know Me Too Well.”

Reece: Apa ya lagu Vecna-ku?

Blake: Happy Birthday?

Reece: (semua menyanyikan lagu Happy Birthday)

CD: Lagu itu bakal menyelamatkanmu?

Blake: Iya.

Reece: Karena besok…

CD: Karena besok ulang tahunmu, ya?

George: Oh, iya kalau aku lagu ini… (menyanyikan lagu Upside Down milik Diana Ross)

CD: Makasih banyak, ya!

George: Terima kasih.

Reece: Terima kasih.

George: Kami nggak sabar ketemu kalian hari Minggu. Kami bakal bersenang-senang di panggung. Semoga kalian juga bakal bisa menikmati musik baru kami secepatnya. “Call Me A Quitter” dan “Whatever”, 17 Agustus nanti.

Blake: Kami sayang kalian. Terima kasih.

Reece & George: Terima kasih.

Terima kasih Universal Music Indonesia dan VizionVibe untuk kesempatan wawancaranya bersama New Hope Club.

ivy-agrina
More from Creative Disc