Alexander Crossan, atau yang lebih dikenal
dengan Mura Masa, merilis album studio ketiganya “demon time” 16 September.
Album yang dibuat selama pandemi COVID-19 ini menampilkan treatment Mura Masa
yang baru dalam membuat album, tanpa meninggalkan ciri khasnya selama ini.
“Biasanya, ketika saya membuat album, saya
menulis banyak sekali hal. Ini nanti akan jadi mood-board, referensi. Tapi di
album ini, saya hanya menulis kata ‘fun’ dan itu tersimpan dalam file word. Ini
yang selalu menjadi pertanyaan ketika saya berpikir tentang musik apa yang akan
dibuat atau dengan siapa saya bekerja: apakah itu menyenangkan? Apakah itu
bertujuan untuk menjadi nakal? Saya hanya membiarkan itu membimbing saya menuju
apa yang Anda dengar”, kata Mura Masa menjelaskan inspirasi albumnya.
Jadilah Mura
Masa memberikan judul album “demon time” karena dia merasa ‘ide-ide
iblis’ nya muncul di waktu-waktu subuh-pagi. “Kita sering melakukan hal bodoh
yang tidak disesali, tapi kita tidak ada rasa bersalah, dan tidak akan
mengulanginya lagi.”
Album ini terdiri dari 11 lagu, semuanya diproduksi
oleh Mura Masa. Lagu-lagu yang hampir semuanya berdurasi singkat ini,
benar-benar seperti membawa kita ke ‘waktu-nakal’, dengan penggunaan sound yang
sangat renyah dan ‘common’ seperti suara hp, ringtone, tapi tidak menjadikan
track-tracknya menjadi cheesy.
Bekerja sama dengan nama-nama lain seperti BAYLI,
Lil Uzi Vert, PinkPantheress, Shygirl, Tohji, Midas the Jagaban, slowthai,
LEILAH, Channel Tres, Shygirl, Pa Salieu, Skillibeng, Isabella Lovestory, dan Erika
de Casier, album “demon time” ini bisa membangkitkan insting ‘nakal’ kita – but
in a very good way.
Dengarkan album “Demon Time” berikut ini: