Album kedua Louis Tomlinson “Faith in the
Future”, sudah dirilis 11 November. Di album ini, kita bisa melihat dengan ‘lebih
jelas’, siapa Louis Tomlinson sebenarnya.
Ya, setelah OneDirection, Louis mencoba
menapaki genre crossover dance-pop di kolaborasi Steve Aoki dan Bebe Rexha ‘Back
to You’. Sempat juga jadi sedikit nge-rock di album debutnya “Walls”. Pada saat
itu, Louis masih membiarkan dirinya terjebak dalam pikiran yang berlebihan
tentang keaslian dan terasa kurang ‘original’. Untuk itu, di album kedua “Faith
in the Future”, Louis merasa album ini lebih ‘Louis-banget’. “Faith In The
Future”, menandai kebebasan, dan lebih lepas dan jelas. “Lagu-lagu yang ada di
album ini, penciptanya malah ‘mengikuti hatiku secara musikal’, jadi terasa
lebih ‘original’,” kata Louis Tomlinson.
Jadi, jangan terkotak-kotakan musik rock
seperti album debutnya. Justru di album “Faith in the Future”, Louis banyak
bereksperimen dengan genre musik lain. Misalnya ‘All This Time’ yang mungkin
terdengar seperti gabungan Phoenix dengan LCD Soundsystem, atau di lagu ‘Out of
My System’ yang malah terdengar ala-ala Arctic Monkeys. Bahkan di lagu ‘She Is
Beauty, We Are World Class’, Louis bernyanyi seperti Pet Shop Boys dengan
euforia Ibiza, yang menghasilkan lagu yang luar biasa. 16 lagu yang ada,
memperdengarkan Louis bereksplorasi genre dengan apik, tanpa kehilangan jati
diri.
Jadi, dibandingkan album “Walls” yang
terdengar masih ‘labil’, justru di album “Faith in the Future” Louis Tomlinson
lebih yakin dan matang. Louis mampu beradaptasi, karena musik adalah proses
evolusi yang terus terjadi, dan album ini berada satu langkah di depan.
Dengarkan album “Faith In The Future” berikut ini: