CreativeDisc Exclusive Interview With Tiara Eve & Sistine: Kolaborasi Pelepasan Semua Hasrat Yang Terpendam

Oleh: luthfi - 25 Jan 2023

Setelah melepas single “No Body” yang menjadi penanda kembalinya DJ Tiara Eve dalam memproduksi musik ia dengan sigap langsung merilis single baru berjudul “Moonlight” yang merupakan kolaborasi spesial karena ia berhasil mengajak vokalis band indietronica legendaris yang baru saja melepas masa vakumnya yaitu Anindita Saryuf dari Santamonica atau dalam kolaborasi ini ia memilih memakai nama panggungnya Sistine.

Single “Moonlight” sendiri terdengar unik karena single ini bernuansa tropical house dengan nuansa afrobeats dan sedikit unsur bossanova di dalamnya, vokal Sistine dan Tiara yang mempunyai range yang berbeda bisa menyatu dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena mereka berdua memang menggemari musik bossanova dan mereka meminjam unsur musik tersebut ke dalam nuansa musik yang santai sehingga menghasilkan sebuah lagu tropical house yang berbeda dari lagu tropical house yang biasanya.

Berikut wawancara CreativeDisc bersama Tiara dan Sistine terkait single terbarunya, bagaimana hasrat dan rasa kangen mereka akan Bali menginspirasi “Moonlight”, dan cerita Sistine yang akhirnya kembali bernyanyi setelah vakum sekian lama.

CD: Kalian masing-masing lagi sibuk ngapain nih?
Tiara Eve (TE): Aku masih sibuk nge-DJ sambil menjadi music director di sebuah restoran F&B
Sistine (S): Aku lagi sibuk di bidang brand consultant dan di bidang fashion juga lalu aku juga lagi mempersiapkan comeback Santamonica setelah hiatus lebih dari 10 tahun.

CD: Ceritakan lagu “Moonlight” ini awalnya gimana?
S: Awalnya pas kita rekaman, tanpa sadar tiba-tiba Tiara ngerasa ada perasaan tentang cinta lama bersemi kembali (CLBK) di lagunya. Tapi bukan CLBK yang galau melainkan CLBK yang senang karena ketemuan sama seseorangnya ini waktu lagi di beach party lalu kita berdansa bareng sambil mengingat kembali kenangan indah sama orang itu.
T: Kalau denger lagu ini kaya berasa beach party di Bali.

CD: Kenapa Bali jadi inspirasi lagu ini?
T: Kayaknya kalau membayangkan beach party yang anginnya sepoi-sepoi pas sore-sore langsung keinget Bali deh.
S: Karena waktu PSBB kan aku perginya mentok paling jauh ke Bali, terus ketika di sana aku banyak ketemu dengan teman-teman lama yang curhat kalau mereka gak bisa kemana-mana selain ke bali. Nah, pas momen itu malah kita ketemu teman-teman baru dan diajak ke berbagai macam party kecil-kecilan dan pas bikin lagu itu langsung keinget momen itu lagi. Emang Bali kayaknya tempat yang spesial deh kaya ada magic¬-nya gitu deh yang pengen bikin kita bolak balik ke sana hahahaha.

CD: Sepertinya emang hasrat kangen dengan seseorang dan suatu tempat jadi tema utama lagu ini.
T: Bener, karena ketika kita bertemu seseorang di tempat yang berkesan hubungan kita dengan orang itu selalu ada dan susah dijelaskan kaya ngelihat sinar bulan aja.


CD: Ini kan Sistine biasanya nyanyi dengan vokal yang halus dan tipis kan. Pasti ada cerita seru tentang proses pengambilan vokal dari lagu ini karena vokalnya beda jauh banget dengan citra musik Sistine.
S: Kan aku biasanya kalau nyanyi lagunya dream pop, shoegaze, sama techno yang dark gitu terus disuruh Tiara nyanyinya harus lebih cantik dan sensual. Nah, ngakalinnya biar bisa kaya gitu akhirnya aku nyanyi dengan gaya bossanova yang seksi dan halus.

CD: Setahuku Tiara kan juga demen bossanova
T: Lucunya adalah ketika rekaman kita ga ada rencana pakai gaya bossanova terus pas Sistine nyanyi dengan gaya bossa kita berdua langsung sepakat kalau kita nyanyinya pake gaya itu dan hasilnya malah jadi lebih slay hahahahaha.

CD: Kalau bisa dijelaskan dengan satu kata lagu “Moonlight” ini seperti apa?
T: Sweet seperti romansa yang manis.
S: Coquettish seperti cewek yang bertindak playful untuk menambah sensualitasnya  


CD: Balik lagi ke Tiara, kayaknya kamu lagi produktif banget ngerilis lagu original akhir-akhir ini
T: Sebenarnya lebih ke udah waktunya karena sebenarnya aku orangnya dengerin banyak genre musik bukan hanya jadi DJ dan muterin lagu orang lain. Membuat lagu sendiri juga jauh lebih menyenangkan karena proses pembuatan lagunya kita tahu dari awal sampai akhir seperti apa.

CD: Momen apa yang akhirnya membuat Tiara memutuskan untuk bikin lagu sendiri setelah lama nge-DJ itu?
T: Aku capek mainin lagu orang lain selama 15 tahun dan biasanya mainin lagu untuk kebutuhan acara atau venue tertentu tapi aku sendiri belum tentu suka sama lagu yang aku bawakan ketika lagi manggung di acara atau tempat orang. Dengan aku membuat lagu sendiri aku ingin membuat sebuah pernyataan bahwa “ini loh sisi lain dari Tiara Eve” dimana aku nyaman ketika membuat lagunya dan sesuai dengan seleraku.

CD: Kira-kira lagu yang Tiara buat bakal kamu bawa ga di setlist DJ kamu?
T: Tergantung dari setlist-nya yang aku bikin gimana, kalau mood dan beat-nya pas aku masukin.

CD: Ada rencana rilis album?
T: Rencanya mau rilis EP atau mini album dulu sebelum bikin album sebagai percobaan dulu karena aku baru kembali lagi membuat musik sendiri juga.

CD: Kira-kira sound yang ada di rilisan berikutnya seperti apa?
T: Bakal banyak lagu yang lintas genre karena aku sendiri sukanya R&B, soul, bossanova sama jazz jadi siapa tahu di rilisan berikutnya aku bakal nyampurin lagu house atau dance dengan soul atau jazz.  

CD: Buat Sistine, kenapa memilih nama panggung Sistine?
S: Aku ambil namanya dari Kapel Sistina di Vatikan dan aku terinspirasi juga dengan karya Michaelangelo di kapel itu, kaya menandakan renaissance dan namanya juga terkesan feminis tapi juga bisa dipakai di semua gender dalam waktu bersamaan. Alasan lainnya karena biar ngebedain aja ketika aku membuat lagu sendiri sama di CV kerjaan hahahaha.

CD: Apa yang membedakan Dita di Sistine dan Dita di Santamonica?
S: Kalau Sistine bakal banyak materi pop dan contemporer R&B, ada juga unsur hip hop-nya yang tentu saja tidak bisa aku buat untuk Santamonica karena sound-nya beda jauh.  
 
CD: Kenapa akhirnya mau nyanyi setelah sekian lama gak nyanyi pasca Santamonica hiatus?
S: Santamonica sendiri sebenarnya udah ngumpulin banyak materi tapi karena aku dan Iyub (panggilan Joseph Saryuf, personil Santamonica) sama-sama sibuk kerja mencari cuan dan aku juga lagi sibuk meniti karir di perusahaan. Lalu pasca pandemi mulai surut aku diajakin nyanyi sama Tiara dan aku langsung mengiyakan untuk kolaborasi karena kebetulan udah mulai senggang juga.  

CD: Terlepas dari kerja sebagai non-musisi. Kenapa begitu lama untuk mau nyanyi lagi?  
S: Aku merasa bahwa semua akan terjadi pada waktunya. Kadang-kadang apa yang kita inginkan gak bisa terwujud saat itu juga, harus menunggu semesta merestui dulu baru bisa terwujud. Meski kita sudah bekerja keras tapi Yang Maha Kuasa juga nentuin apakah momen aku kembali nyanyi sudah pas atau belum.

CD: Sebagai Sistine, ke depannya mau ngapain?
S: Aku bakal ngerilis single baru bersama salah satu musisi rapper ternama di Indonesia dan materi ini sebenarnya udah aku buat dari tahun 2019 tapi baru dirilisnya sekarang.

CD: Loh, kok baru bisa dirilis sekarang?
S: Soalnya aku harus ngumpulin dana buat produksi itu sih yang lumayan hahahaha, sama bikin musik video, dan konsepin visualnya gimana. Karena aku orangnya perfeksionis mungkin ya. Aku biasanya kalau ngonsepin sesuatu mulai dari awal sampai akhir memang sendiri dan harus pas buatku.


luthfi
More from Creative Disc