Seorang Pria Asal Indiana Ditangkap Karena Menguntit Taylor Swift

Oleh: riadini - 14 Jun 2023

Seorang pria asal Indiana telah ditangkap dan didakwa menguntit dan melecehkan Taylor Swift selama beberapa bulan.

Menurut catatan LaPorte County Jail, Mitchell Taebel, 36, ditangkap pada 2 Juni atas tuduhan menguntit, intimidasi, pelanggaran privasi dan pelecehan. Taebel dituduh mengirimkan pesan ancaman dari bulan Maret hingga Mei tahun ini kepada pelantun tembang 'Anti-Hero', tim dan manajemennya.

Pernyataan tertulis dari Pengadilan Tinggi LaPorte tidak menyebutkan nama Taylor Swift, tetapi memiliki banyak referensi tentang penyanyi tersebut di seluruh dokumen. Ini termasuk menyebutkan tim 13 Management, Tur Eras yang merupakan turnya saat ini, Joe Alwyn, serta sebuah lagu dari album terbaru Taylor Swift.

Menurut pernyataan tertulis, Taebel mengirim pesan suara ke Swift melalui Instagram pada 29 Maret mengatakan "dia akan dengan senang hati memakai bom jika dia tidak bisa bersama belahan jiwanya." Dia kemudian juga mengirim pesan kepada orang-orang terdekat Taylor Swift, termasuk ayah dan penarinya.

Kemudian pada tanggal 5 Mei, Taebel melakukan perjalanan dari Long Beach, Indiana, ke rumah Taylor Swift di Nashville namun diusir oleh petugas keamanan. Dia kemudian pergi ke Stadion Nissan, tempat Taylor Swift tampil malam itu.

Sebelum pertunjukan, Taebel dimasukkan dalam daftar ancaman atau kekhawatiran keamanan sehingga dia tidak dapat membeli tiket apa pun untuk pertunjukan. Namun, dia dapat membeli tiket melalui perusahaan pihak ketiga dan memasuki stadion. Dia lantas dikenali oleh tim keamanan dan dikawal keluar dari lokasi.

Perintah penahanan sementara, yang diminta oleh penasihat hukum 13 Management, diberikan pada 11 Mei dan disampaikan kepada Taebel pada 13 Mei. Namun surat pernyataan mengatakan Taebel melanggar perintah penahanan dan terus mengirim pesan ke penyanyi 33 tahun tersebut selama sebulan setidaknya hingga 18 Mei.

Selain itu, perlu dicatat bahwa ada jaminan tunai sebesar $15.000 yang diperlukan untuk pembebasan Taebel dan sidang pengadilan berikutnya dijadwalkan pada 27 Juli 2023.

riadini
More from Creative Disc