CreativeDisc Exclusive Interview With BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE: Bertumbuh Besar Dari Segala Sisi di Era Album Ketiganya

Oleh: luthfi - 19 Mar 2024 | Views: 13

Grup boyband asal Jepang BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE atau biasa dipanggil BALLISTIK BOYZ telah banyak berubah semenjak mereka pertama kali debut di tahun 2018. Selama enam tahun bersama mereka terus bekerja keras untuk bisa membuktikan dirinya bisa berbicara banyak di luar Jepang sambil diiringi dengan perkembangan musik mereka yang semakin dewasa dan semakin luwes.

Hasilnya adalah mereka banyak mendapatkan tawaran tampil di berbagai macam festival musik di Asia, mempunyai pertumbuhan fanbase yang solid di luar Jepang, dan terus keluar dari zona nyaman mereka dalam urusan bermusik. Hal ini bisa dilihat dari album ketiga mereka “Back & Forth” yang sound-nya terdengar lebih dewasa dengan vokal yang lebih matang. Di album ini kesan boyband yang menjual tampang dan tarian semakin terkikis dan mereka sudah memulai menunjukkan skill individu mereka untuk membuat lagu enak yang terdengar di lagu “In My Head” dimana lagu ini menggabungkan elemen pop, R&B, serta warna gitar akustik yang seperti menyadur dari lagu alternative rock legendaris Pixies “Where Is My Mind?” yang menurut saya merupakan perpaduan yang unik dan jenius. Mereka juga telah berkolaborasi dengan Gulf Kanawut dan TRINITY dari Thailand yang menambah variasi musik di album ketiga mereka.


CreativeDisc berkesempatan mewawancarai mereka via e-mail dimana kami bercerita tentang album ketiga mereka yang menunjukkan perkembangan mereka sebagai sebuah grup, lagu “In My Head”, pengalaman mereka ketika bermain di Indonesia, dan cara mereka untuk tetap kompak selama enam tahun berturut-turut. 

CreativeDisc (CD): Kalian akhirnya merilis album ketiga kalian “Back & Forth”. Bagaimana perasaan kalian setelah akhirnya kalian bisa merilis album ini?
Miku Fukahori (MF): Album ini sangat menantang buat kami. Aku berpikir ini adalah album yang menunjukkan pertumbuhan kami sebagai grup dan aku sangat senang dengan hal itu.
Masahiro Sunada (MS): Pertama-tama, kami senang akhirnya bisa merilis album ini. Kami telah mengalami banyak hal selama dua tahun semenjak album kedua kami, dan aku pikir album ini akan memberikanmu bagaimana kami telah berkembang sebagai grup dengan pindah ke Thailand selama enam bulan dan tampil di berbagai macam festival di Indonesia.

CD: Bisa diceritakan lebih detail tentang album “Back & Forth”?
Rikiya Okuda (RO): Tentu saja, kami banyak belajar ketika membuat album ini, tetapi kami juga menulis lirik untuk beberapa lagu sendiri. Aku telah belajar dan menulis lirik sendiri untuk waktu yang lama, tetapi bisa merilis album seperti ini memberiku banyak kepercayaan diri di masa depan dan aku merasa sangat ingin merilis lebih banyak lagu lagi!
Riki Matsui (RM): Album ini dirilis dua tahun setelah album kedua kami, Beberapa lagunya menyampaikan perasaan frustasi, kebahagiaan, dan kebulatan tekad. Faktanya juga kami menulis lirik lagu sendiri juga menggambarkan perkembangan kami dalam jangka waktu dua tahun.

CD: Menurutku “Back & Forth” terasa seperti pendewasaan dari segi musik. Apakah kalian merasakan hal yang sama juga ketika mengerjakan album ini?
Ryusei Kainuma (RK): Kami telah belajar banyak dalam dua tahun terakhir, dan pengalaman tersebut telah menghasilkan album ini. Kami selalu membuat lagu untuk menjadi yang terbaik yang kami bisa, jadi saya merasakan hal itu ketika lagu-lagu itu dibuat.
MS: Aku merasakan hal seperti itu ketika merekam lagu “In My Head” dan “N.EX.T.”. Aku berpikir jika aku menyanyikan dua lagu tersebut ketika aku debut pasti hasilnya akan berbeda. Aku juga sudah lebih dewasa sekarang, dan sudah waktunya aku bernyanyi tentang patah hati (tertawa). 

CD: “In My Head” adalah sebuah lagu yang unik karena bagian akustik gitarnya terdengar seperti sound gitar akustik di lagu alternatice rock dan mempunyai nuansa yang berbeda dari karya kalian sebelumnya.
MF: Lirik dari lagu ini ditulis oleh salah satu member grup kami sebagai lagu yang sedih, simpatik, dan apa adanya tentang cinta yang hilang.
RM: Kami jatuh cinta dengan demo lagu ini ketika mendengarkan melodinya. Beat-nya benar-benar bagus, dan ketika kami mendengarkannya bersama kami langsung membahas tentang bagaimana lagu ini cocok menjadi lagu tentang patah hati, jadinya kami menulis liriknya sendiri dengan tema tersebut.

CD: Bagaimana perasaan kalian mendengar genjrengan gitar akustiknya?
Ryuta Hidaka (RH): Aku berpikir sound ini sangat fresh dan baru untuk kita.
RK: Aku langsung membayangkan tentang lagu yang sangat sedih. Makanya ketika aku berdiskusi dengan yang lainnya kami langsung berkata “Ayo bikin lagu ballad!”. Aku juga berpikir sound-nya juga indah.

CD: Pada lagu “Ding Ding Dong” kalian seperti memadukan dua unsur dari BALLISTIK BOYZ yaitu sisi galak dan sisi lembut di dalam satu lagu?
Yoshiyuki Kano (YK): "Apakah diriku menyerah pada keserakahan dan godaan atau mempertahankan keyakinan dan janjiku?"
Sebagai manusia, kita semua pernah berada dalam situasi ini. Dalam situasi ini, terkadang kita tergoda untuk menyerah pada keserakahan kita, tetapi kita tidak pernah melupakan apa yang penting dan melihat apa impian kita. Aku rasa lagu ini benar-benar menangkap perasaan bimbang di antara keduanya.
RO: Lagu ini mengekspresikan pandangan dunia tentang iblis dan malaikat, dan meskipun setiap orang memiliki berbagai godaan, lagu ini juga mengekspresikan perasaan kuat yang kamu miliki dan pentingnya ketekunan.
Video musiknya juga mengekspresikan suasana dan pandangan dunia yang sama sekali berbeda, seperti hitam dan putih, jadi silakan dengarkan lagunya dan baca liriknya sambil menonton video musiknya!

CD: Kalian merilis lagu “God Mode” untuk anime “BUCCHIGIRI?!”. Bisa dijelaskan lebih lanjut tentang lagu ini?
RK: Lagu "God Mode" adalah lagu tema untuk tim "Sigma Squad" dalam anime yang ditayangkan di TV Jepang.
MS: Lagu ini adalah lagu tema untuk tim "Sigma Squad" dalam anime "BUCCHIGIRI?!". Kami merekam lagu ini berdasarkan suasana dan warna tim serta adegan di mana timnya akan muncul.

CD: Jika kalian menjadi karakter di “BUCCHIGIRI?!”, karakter mana yang kalian pilih:
RH: Aku mau jadi Marito! Dia berkarisma dan keren.
MF: Aku pilih jadi Marito karena dia misterius, kuat, dan keren.

CD: Kalian berkolaborasi dengan musisi dari Thailand yaitu GULF KANAWUT dann TRINITY di lagu “All I Ever Wanted” dan “Drop Dead”. Bisa diceritakan tentang kolaborasi ini?
YK: Kami diperkenalkan dengan beberapa artis Thailand yang bagus saat berbicara dengan F.HERO, yang awalnya adalah teman kami di Thailand. Karena hubungan tersebut, kami memutuskan untuk berkolaborasi dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagiku, dan aku pikir kami saling mengenal satu sama lain dengan baik. Aku dengan senang hati akan berkolaborasi dengan mereka lagi!
RM: F.HERO yang sudah seperti ayah bagi kami, dia memperkenalkan kami pada mereka ketika dia tinggal di Thailand, dan aku merasa sangat menghormati mereka dan menganggap mereka sangat keren, jadi kami mengajak mereka untuk berkolaborasi. TRINITY dan GULF sangat baik, kami bekerja sama untuk menciptakan karya yang memuaskan. Sekarang, TRINITY dan GULF sudah aku anggap seperti saudara.

CD: Kalian sudah sering tampul di Indonesia. Bagaimana Indonesia di mata kalian?
MF: Kami merasa bahwa musik adalah hal yang sangat populer di Indonesia jadi kami ingin manggung di berbagai macam acara dan melaksanakan konser tunggal di masa depan.
RM: Banyak makanan enak dan orangnya ramah-ramah. Secara pribadi, aku suka dengan pemandangan kotanya.

CD: Ada cerita lucu atau menarik ketika kalian datang ke Indonesia?
RK: Yang paling berkesan tentang Indonesia tentu saja makanannya. Secara pribadi, aku penasaran dengan makanan Indonesia sebelum aku berangkat ke sana, dan banyak makanan yang ingin aku makan seperti nasi goreng, rendang, sate, dan sebagainya. Aku sangat senang bisa memakan semuanya waktu ke sana dan meninggalkan kesan mendalam buatku!
MS: Aku memiliki kenangan indah saat pergi ke berbagai tempat terkenal dan menghabiskan waktu seharian memotret konten untuk media sosial. Aku merindukan tempat di mana ada nanas besar yang memakai kacamata hitam di pantai.

CD: Ada keinginan untuk berkolaborasi dengan artis Indonesia?
RH: Tentu saja. Ada banyak artis yang menyebarkan karya mereka dari Asia ke seluruh dunia!
RO: Tentu saja akum au melakukannya, dan semoga kita bisa mewujudkannya! Ada halyang sebenarnya aku tidak paham betul tentang Indonesia, jadi kami ingin sekali mendapatkan kesempatan tampil di sini sesering mungkin dan meningkatkan hubungan kami dengan orang lokal di sana. Harapannya, dengan meningkatkan hubungan kami dengan orang lokal di Indonesia sedikit demi sedikit kami bisa berkolaborasi dengan mereka nantinya. 

CD: Kalian telah bersama selama enam tahun. Ada resep rahasia mempertahankan hubungan antar personil selama enam tahun?
RH: Saling menghormati satu sama lain adalah hal yang terpenting terlepas dari pengalaman dan umur. Kita harus mengatakan apa yang ingin kita katakan dengan hormat dan menerima apa yang orang lain katakan.
YK: Kami berbicara tentang apapun bukan hanya soal kerjaan tapi juga kehidupan pribadi, dan kami saling mengetahui satu sama lain dengan sangat baik jadi kami bisa sangat akur sampai-sampai kita bisa ngerayain ulang tahun bareng-bareng. Itu adalah hal yang sangat menyenangkan!

CD: Jika kalian punya mesin waktu dan kembali ke masa kalian memulai karir kalian sebagai sebuah grup. Hal apa yang kalian ingin katakan kepada diri kalian di masa lalu?
MF: Aku ingin mengatakan kalau kamu harus sering-sering belajar nyanyi.
RO: Aku akan mengatakan kalau kamu harus mengepakkan sayapmu lebih tinggi dan melakukan apa yang ingin kamu lakukan!

CD: Apa yang kalian lakukan jika kalian diundang kembali ke Indonesia?
RK: Pergi ke Bali lah!
MS: Aku ingin bertemu BALLY’S (julukan penggemar BALLISTIK BOYS) di Indonesia dan habis itu ke Bali bareng-bareng (tertawa).

 

luthfi