Java Jazz Festival 2024 Day 2: No Laufey, No Party

Oleh: luthfi - 29 May 2024 | Views: 18

Foto: Budi Susanto

Ada dua pembagian waktu di hari kedua Java Jazz Festival 2024 yaitu waktu sebelum Laufey tampil dan waktu sesudah Laufey tampil. Hal ini terjadi karena kebanyakan pengunjung Java Jazz di hari Sabtu, 25 Mei 2024 datang untuk menonton musisi asal Islandia berdarah Tiongkok tersebut.

Pada gelaran Java Jazz 2023, Laufey sukses menghisap hampir setengah pengunjung Java Jazz sampai-sampai para penonton rela duduk lesehan demi menikmati aksi panggung Laufey yang terbilang ala kadarnya karena masalah kargo. Melihat animo tersebut akhirnya pihak Java Jazz mengundang Laufey kembali dan masuk ke dalam program special show yang berarti pengunjung harus merogoh kocek tambahan untuk menontonnya. Para penggemar Laufey pun tidak keberatan untuk membayar lagi dan itu terbukti dengan habisnya 7500 tiket yang tersedia untuk menonton Laufey di hari kedua.
attachment
Foto: Budi Susanto

Pada jam delapan malam, para penonton yang datang dari berbagai macam stage tiba-tiba langsung masuk ke antrian untuk menyaksikan Laufey. Mereka berlari untuk bisa mendapatkan posisi paling enak untuk menonton musisi yang baru saja memenangkan “Album Pop Vokal Tradisional Terbaik” di Grammy Awards 2024. Laufey membuka pertunjukannya pada jam 20:50 dengan lagu ‘While You Were Sleeping’ lalu dilanjutkan dengan lagu ‘Valentine’, ‘Dreamer’ dan ‘Falling Behind’. Di bagian awal konser saja para penonton yang datang dari berbagai macam usia sudah menyanyi sekencang mungkin dann membuat Laufey sendiri takjub dengan antusiasme penonton Indonesia. Siaran langsung penampilan Laufey di YouTube Java Jazz Festival juga dipenuhi banyaknya pujian di sana sini dan banyak yang mengucapkan terima kasih karena menyiarkan penampilan Laufey secara langsung. Laufey membawakan ‘Beautiful Stranger’, nomor jazz tradisional ‘I Wish You Love’, ‘Promise’, ‘Like the Movies/Misty’, ‘Let You Break My Heart Again’, ‘California and Me’, ‘Goddess’, ‘Bored’, ‘Lovesick’, dan ‘Letter to My 13 Year Old Self’.
attachment
Foto: Sulinda Sumardi

Sebelum penghujung konser ia tiba-tiba memboyong cello ke atas panggung dan menunjukkan keahliannya memainkan cello. Melihat Laufey memainkan cello semakin menambah kesan jazz yang hakiki dan mengukuhkannya menjadi artis jazz paling terkenal untuk generasi baru.
Kejutan yang dibawakan Laufey belum berhenti sampai di situ karena dia membawa adiknya Junia Lin ke atas panggung untuk membawakan lagu terakhir ‘From the Start’. Kehadiran Junia Lin yang sudah terkenal di fandom Laufey langsung membuat heboh penonton yang hadir dan sejauh ini ia hanya spesial tampil di Indonesia dalam rangkaian tur Asia-nya.

Selesainya konser Laufey diiringi dengan senyuman para penonton yang selesai menontonnya. Setelahnya, para penonton langsung tersebar ke berbagai macam panggung menonton penampilan dari musisi lainnya entah itu untuk mengisi waktu atau mengumpulkan energi sejenak sebelum pulang.

Penampilan Laufey di hari kedua Java Jazz Festival 2024 sukses menyelamatkan festival ini dari sepinya lineup artis sensasional yang biasanya disuguhkan Java Jazz dari tahun ke tahun. Laufey berhasil menyerap sebanyak hampir 10 ribu penonton dalam dua hari ia tampil di dalam festival ini dan sukses juga membuat para penggemar Laufey untuk menemukan dan menonton artis di sekitar Java Jazz Festival tahun ini, sampai-sampai saya membayangkan bagaimana nasib festival ini jika Laufey tidak datang selama dua hari. Tentunya, ini menjadi tantangan untuk Java Jazz Festival di tahun yang akan datang untuk menjaga relevansi artis penampilnya ke pendengar yang lebih muda sehingga mereka tertarik untuk datang ke festival yang identik dengan kata “tua” ini.

luthfi