Bruno Mars, lahir dengan nama asli Peter Gene Hernandez, memegang posisi No. 20 dalam daftar “Billboard’s Greatest Pop Stars of the 21st Century.” Karier musik Mars, yang menggabungkan pengaruh Elvis Presley dan Michael Jackson, telah menetapkan standar tinggi di industri pop modern.
Mars lahir di Hawai’i dan dibesarkan dalam keluarga musisi, memulai kariernya pada usia empat tahun bersama band keluarganya, The Love Notes. Sejak awal, Mars menunjukkan bakat luar biasa, dan meskipun menghadapi beberapa tantangan dengan kesepakatan label yang tidak berhasil dan kesepakatan penerbitan yang lambat, dia mulai menemukan jalannya pada 2008.
Kolaborasi dengan Philip Lawrence dan Ari Levine sebagai bagian dari The Smeezingtons membantu Mars memecahkan kode penulisan lagu popnya. Keberhasilannya sebagai penulis lagu dimulai dengan hit ‘Right Round’ milik Flo Rida dan Kesha, yang menduduki puncak Billboard Hot 100 pada 2009.

Kesuksesan itu segera diikuti dengan kontribusi pada lagu-lagu lain seperti ‘Wavin’ Flag’ oleh K’Naan dan ‘Get Sexy’ oleh Sugababes, yang keduanya mencapai posisi No. 2 di Inggris.
Pada akhir 2009, Mars mulai menonjol sebagai artis solo dengan lagu “Nothin’ On You” dari BoB. Lagu ini, yang juga menjadi singel utama dari album debut BoB, memuncaki Hot 100 dan menandai awal kesuksesan besar Mars di dunia pop.
Album debut Mars, Doo-Wops & Hooligans, dirilis pada 2010 dan langsung mencuri perhatian. Singel utama dari album ini, ‘Just the Way You Are,’ tidak hanya memuncaki tangga lagu Hot 100 tetapi juga membawakan Mars Grammy untuk Penampilan Vokal Pop Pria Terbaik.


Meskipun beberapa kritikus awalnya meremehkan lirik sentimental lagu ini, kesuksesannya yang besar menunjukkan daya tarik emosional dan kekuatan vokal Mars. Album tersebut juga menghasilkan hit besar lainnya seperti ‘Grenade’ dan ‘The Lazy Song.’
“Doo-Wops & Hooligans” memadukan R&B dan reggae dengan pop, menandai debut yang luar biasa dan membangun dasar yang kuat untuk karier Mars yang terus berkembang.
Mars melanjutkan kesuksesannya dengan album Unorthodox Jukebox pada 2012. Album ini menandai pergeseran gaya musik Mars, dengan pengaruh dari The Police dan gaya yang lebih lincah.
Singel utama ‘Locked Out of Heaven’ menampilkan Mars yang lebih berani, menggantikan citra manisnya dengan eksplorasi yang lebih eksplisit dari seorang lothario.
Lagu ‘When I Was Your Man’ dari album ini menjadi balada piano dan vokal kedua yang memuncaki Hot 100, melanjutkan prestasi Mars sebagai artis yang dapat menjangkau berbagai emosi dan gaya.
“Unorthodox Jukebox” adalah era kemenangan lain bagi Mars, membawanya ke panggung Super Bowl sebagai headline, di mana pertunjukannya memukau penonton dan memperkuat posisinya sebagai performer yang sangat dinamis.

Mars juga menjelajahi dunia film dengan perannya sebagai Roberto dalam film animasi “Rio 2” dan meluncurkan era “24K Magic” pada 2016. Album ini merayakan funk dan new jack swing, menghasilkan hit besar seperti ‘That’s What I Like’ dan ‘Finesse.’
“24K” Magic menjadi salah satu album yang menunjukkan kekuatan Mars dalam menghidupkan kembali gaya R&B klasik di tengah perubahan tren musik. Album ini menerima banyak penghargaan, termasuk Grammy dan Soul Train Music Awards, dan tur pendukungnya mencapai kesuksesan besar dengan pendapatan kotor $300 juta atau jika dirupiahkan menjadi Rp463,75 milliar.
Setelah era “24K Magic,” Mars tetap aktif dengan beberapa kolaborasi penting. Pada 2021, ia meluncurkan Silk Sonic bersama Anderson .Paak, yang menghasilkan hit besar ‘Leave the Door Open.’ Lagu ini menerima pujian luas dan meraih Grammy, membuktikan kemampuan Mars untuk tetap relevan dengan tren musik terbaru sambil tetap menghormati akar R&B dan funk yang membentuk kariernya.
Meskipun ‘Leave the Door Open’ menjadi hit terbesar dari Silk Sonic, album An Evening With Silk Sonic juga mencatat kesuksesan dengan single tambahan ‘Smokin Out the Window,’ dan mencapai No. 2 di Billboard 200.
Bruno Mars terus menunjukkan bahwa musik pop klasik dapat berkembang di abad ke-21. Dengan katalog yang kaya akan single hit dan album smash, Mars adalah contoh nyata dari bagaimana templat pop dari era lampau dapat beradaptasi dan berhasil di zaman modern.

Keberhasilannya tidak hanya terletak pada kemampuan musiknya, tetapi juga pada pesona dan bakatnya yang tak tertandingi, membuktikan bahwa seorang artis dapat menggabungkan gaya klasik dengan inovasi kontemporer untuk menciptakan musik yang abadi.
Dalam daftar “Billboard’s Greatest Pop Stars of the 21st Century,” Bruno Mars berdiri sebagai salah satu bintang pop terbesar, terus memukau audiens dengan keajaiban musik yang abadi dan menegaskan bahwa bakat sejati dapat mengatasi segala tantangan zaman.