Shakira, superstar asal Kolombia, telah dinobatkan sebagai Billboard’s Greatest Pop Stars of The 21st Century di No.17, mengukuhkan statusnya sebagai ikon musik global. Dengan karier yang membentang selama tiga dekade dan 95 juta rekaman terjual, Shakira telah merevolusi cara artis Latin memasuki dan berkembang di industri musik mainstream.
Terobosan dan Kesuksesan Global
Pada awal abad ke-21, Shakira muncul tidak hanya sebagai kekuatan musik global, tetapi juga mengubah cara artis Latin masuk ke arus utama. Saat milenium berganti, konsep artis pop Latin yang mendominasi tangga lagu di seluruh dunia dalam dua bahasa lebih aspiratif daripada realistis. Namun, Shakira dengan cerdik menjembatani kesenjangan ini.

Album “Laundry Service” (2001) menandai peralihan Shakira ke pasar berbahasa Inggris. Didorong oleh hits abadi seperti ‘Whenever, Wherever’ dan ‘Underneath Your Clothes,’ yang masing-masing naik ke No. 6 dan No. 9 di Hot 100, album ini mencapai puncak No. 3 di Billboard 200. LP tersebut merupakan kemenangan komersial sekaligus tonggak budaya untuk pop Latin.
Evolusi Musik dan Kolaborasi

Seiring meluasnya kehadiran Shakira di panggung dunia, ia terus membuat terobosan baru. Album “Fijación Oral, Vol. 1” (2005) dan “Oral Fixation, Vol. 2” (2005) memantapkan posisinya sebagai artis global. Kolaborasinya dengan Wyclef Jean dalam ‘Hips Don’t Lie’ menjadi satu-satunya No. 1 Shakira di Hot 100 hingga saat ini.
Shakira terus merilis album-album sukses seperti “She Wolf” (2009) dan “Sale el Sol” (2010). Kolaborasinya dengan Beyoncé dalam ‘Beautiful Liar’ (2007) mencapai No. 3 di Hot 100, menandai pertemuan dua ikon pop dari dunia yang berbeda.
Dampak Budaya
Penampilannya di Piala Dunia FIFA 2010 dengan lagu ‘Waka Waka (This Time for Africa)’ menjadi seruan global untuk persatuan. Shakira juga tampil di Piala Dunia 2006 dan 2014, menegaskan statusnya sebagai ikon global.
Puncak dampak kulturalnya mungkin adalah penampilannya bersama Jennifer Lopez di pertunjukan Super Bowl Halftime LIV 2020. Set Shakira benar-benar Latin, menampilkan jajaran hits berbahasa Spanyol dan gaya tariannya yang menonjolkan warisan Kolombia (dan Lebanon) miliknya.
Kebangkitan Terbaru
Meskipun menghadapi tantangan pribadi, Shakira mengalami kebangkitan komersial yang spektakuler di awal tahun 2023 dengan merilis “Shakira: Bzrp Music Sessions, Vol. 53” bersama Bizarrap. Lagu ini menjadi klip yang paling banyak ditonton di YouTube untuk lagu Latin dalam 24 jam pertama.
Kolaborasinya dengan Karol G dalam ‘TQG’ juga mencapai top 10 Hot 100 dan memuncaki Billboard Global 200. Album terbarunya, “Las Mujeres Ya No Lloran” (2024), debut di No. 1 di tangga lagu Top Latin Albums dan Top Latin Pop Albums.
Penghargaan dan Pengakuan
Shakira telah memenangkan 15 Latin Grammy dan menerima berbagai penghargaan prestisius, termasuk Latin Woman of the Year pertama dari Billboard (2023) dan MTV Video Vanguard Award (2023), menjadikannya artis Amerika Selatan pertama yang menerimanya.
Warisan dan Pengaruh
Visi awal Shakira dalam memadukan bahasa Spanyol dan Inggris dalam musiknya membuka jalan bagi para artis masa kini. Superstar seperti Bad Bunny, J Balvin, dan Karol G kini dapat meniti karier yang cemerlang sepenuhnya dalam bahasa Spanyol, bukti seberapa jauh industri ini telah berkembang.

Kisah Shakira merupakan lambang perjalanan seorang raksasa pop sejati di abad ke-21. Menapaki jalan yang membawa irama Latin ke kesadaran global arus utama, hits-nya yang tak terhitung jumlahnya dan penampilan panggungnya yang karismatik tidak hanya mendefinisikan kariernya tetapi juga secara substansial memengaruhi lanskap musik saat ini.
Dengan tur dunia “Las Mujeres Ya No Lloran” yang akan dimulai pada November 2024, Shakira terus membuktikan bahwa daya tariknya – baik melalui gerakan pinggulnya maupun hits-nya – tetap tak terbantahkan dalam industri musik global.