Nicole Scherzinger baru-baru ini mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah kepergian tragis Liam Payne, yang meninggal pada usia 31 tahun.
Pada hari Jumat, 25 Oktober, penyanyi berusia 46 tahun itu membagikan penghormatan emosional di Instagram, mengenang momen-momen berharga bersama Payne, yang meninggal pada Rabu, 16 Oktober, setelah terjatuh dari balkon di Hotel CasaSur Palermo, Buenos Aires, Argentina. Menurut laporan, otopsi parsial menunjukkan bahwa ada beberapa zat dalam sistem tubuhnya.
Scherzinger, yang bersama Simon Cowell membantu membentuk boy band legendaris One Direction di musim The X Factor 2010, menuliskan, “Liam yang terkasih, aku akan selalu menghargai dan menyayangi waktu yang telah kita lalui bersama, sejak lima belas tahun lalu saat One Direction lahir, hingga beberapa minggu yang lalu.”
Dia menambahkan, “Merupakan suatu berkat bisa bekerja sama dengan Anda baru-baru ini. Kita memiliki kecintaan dan hasrat yang sama terhadap musik dan saya akan selalu mengingat percakapan yang bermakna dan menyenangkan yang kita lakukan.”
Lebih lanjut, mantan bintang Pussycat Dolls itu mengungkapkan kesedihannya. “Sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa kamu tidak ada lagi di sini. Namun, aku bersyukur telah mengenal hatimu yang baik dan jiwa yang manis,” tulisnya.
“Kamu membawa begitu banyak kegembiraan, cahaya, dan tawa ke dalam kehidupan orang-orang yang mengenalmu.” Dia mengakhiri pesan tersebut dengan harapan dan doa untuk keluarga Payne, “Aku akan merindukanmu, sahabatku, dan akan selalu membawamu dalam hatiku. Pikiran dan doa-doaku menyertai keluargamu.”
Di acara Good Morning America pada hari yang sama, Scherzinger mengekspresikan kesedihannya lebih lanjut. “Liam dan saya cukup dekat, terutama karena kami baru-baru ini tampil bersama dalam sebuah acara Netflix berjudul Building the Band,” katanya. “Saya patah hati, tidak hanya untuk Liam, tetapi juga untuk keluarganya dan semua orang yang mencintainya.” Dia mengenang bagaimana Liam selalu memimpin dengan sepenuh hati dan kebaikan, berharap agar ingatan tentangnya akan selalu dikenang dengan cara itu.
Momen haru ini semakin dalam ketika komposer legendaris Andrew Lloyd Webber mengungkapkan bahwa ia telah mengirim pesan kepada Payne pada hari yang sama ia meninggal. Webber mengatakan, “Dia membimbing Liam, dari One Direction. Pada hari Rabu saat dia meninggal, dia masih mengiriminya pesan teks.” Ia melanjutkan, “Fakta bahwa dia bahkan melakukan pertunjukan itu sungguh luar biasa. Dia adalah wanita yang luar biasa.”
Penghormatan Scherzinger menunjukkan betapa besar dampak yang ditinggalkan Liam Payne, baik dalam karir musik maupun dalam kehidupan orang-orang yang mengenalnya.
Sebelumnya, Menuai Standing Ovation! Nicole Scherzinger Menyihir Broadway Dalam Debut Theater “Sunset Boulevard.” Sunset Boulevard berkisah tentang pasangan Norma Desmond yang bernasib buruk, seorang bintang film yang memudar dan berusaha keras untuk bangkit kembali, dan Joe Gillis, seorang penulis skenario yang tidak beruntung yang menjadi kolaborator dan pecundangnya. Cerita ini mengeksplorasi tema-tema tentang kekejaman Hollywood, kerapuhan ketenaran, dan jebakan penuaan.
Para kritikus theater terkemuka tak kuasa menahan decak kagum, menyebut penampilannya sebagai perpaduan sempurna antara karisma yang berwibawa dan kerentanan yang menghujam kalbu.