Pharrell Williams baru-baru ini membagikan pandangan mendalam tentang proses kreatif di balik lagu ikoniknya, “Happy,” dalam wawancara dengan Zane Lowe dari Apple Music. Lagu yang dikenal luas sebagai lagu yang membangkitkan semangat ini ternyata memiliki latar belakang yang cukup kompleks.
Pharrell mengungkapkan bahwa saat menulis “Happy,” ia merasa sangat tertekan, bahkan menyebut pengalaman tersebut “menghancurkannya.”
“Saya telah menulis 9 lagu yang ditolak,” kata Pharrell. “Hanya sampai Anda kehabisan ide, dan Anda mengajukan pertanyaan retoris kepada diri sendiri, dan Anda kembali dengan jawaban sarkastik, dan itulah ‘Happy’.” Meskipun lagu tersebut memberikan dorongan positif bagi banyak orang, Pharrell merasa bahwa sarkasme di balik liriknya adalah cara untuk mengatasi kekecewaan.
Meski menghadapi kesulitan, Pharrell tetap optimis dan mencatat, “Sungguh gila bagi kita untuk berpikir seolah-olah sebagai individu, semuanya berasal dari kita. Ide-ide Anda, semua yang Anda dapatkan, berasal dari perpustakaan kehidupan.” Pandangan ini menunjukkan betapa pentingnya pengalaman hidup dalam proses kreatif.
Lagu ‘Happy’ menjadi salah satu single terlaris Pharrell. Dirilis pada tahun 2013 sebagai bagian dari soundtrack “Despicable Me 2,” lagu ini mencapai puncak tangga lagu Billboard Hot 100 dan bertahan di posisi tersebut selama 10 minggu. Selain itu, ‘Happy’ juga berhasil meraih lebih dari 1,3 miliar views di YouTube, menjadikannya salah satu video musik paling banyak ditonton di platform tersebut.
Film biografi Pharrell, “Piece By Piece,” kini dapat ditonton di bioskop, menampilkan perjalanan kariernya yang penuh liku dan momen-momen penting yang membentuknya sebagai salah satu produser dan musisi terkemuka di industri musik.