Kematian mendadak Liam Payne, mantan anggota One Direction, pada usia 31 tahun meninggalkan duka mendalam bagi para penggemarnya. Hasil autopsi parsial yang baru saja dirilis mengungkapkan fakta mengejutkan di balik tragedi ini.
Pemeriksaan terhadap jenazah Liam Payne menemukan adanya sejumlah zat berbahaya dalam tubuhnya. Salah satu zat yang paling menonjol adalah “kokain merah muda”, sebuah campuran obat-obatan terlarang yang terdiri dari metamfetamin, ketamin, MDMA, dan kemungkinan juga kokain.
Selain ditemukannya zat-zat berbahaya dalam tubuhnya, sebuah pipa aluminium improvisasi juga ditemukan di kamar hotel Liam Payne. Alat ini diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Liam Payne mengalami penyalahgunaan narkoba sebelum kematiannya.
Beberapa saat sebelum kejadian tragis tersebut, pihak hotel melaporkan perilaku aneh dari Liam Payne. Seorang karyawan hotel menghubungi layanan darurat karena khawatir dengan kondisi Liam Payne yang tampak mabuk dan diduga berada di bawah pengaruh obat-obatan.
Menurut laporan otopsi awal, pelantun ‘Teardrops’ tersebut meninggal akibat luka-luka ganda dan pendarahan “internal dan eksternal”, menurut konfirmasi Kantor Kejaksaan Pidana dan Pemasyarakatan Nasional.
Para petugas forensik mengkonfirmasi bahwa 25 luka dalam otopsi “sesuai dengan yang disebabkan oleh jatuh dari ketinggian”, menambahkan bahwa “luka kepala cukup untuk menyebabkan kematian”, sementara “pendarahan internal dan eksternal” dari tengkorak, dada, perut, dan anggota badan berkontribusi terhadap kematiannya.
Rest in peace, Liam Payne.