Baru-baru ini, industri hiburan K-Pop kembali dihebohkan oleh kontroversi yang melibatkan salah satu idol mereka. Ina, anggota grup Badvillain, menjadi sasaran hujatan dari netizen setelah terlihat mengenakan kaus hitam bergambar Ka’bah dalam sebuah video dance challenge yang diunggah oleh agensinya, BPM Entertainment.
Video yang menampilkan Ina dan rekan satu grupnya, Chloe Young, sedang asyik menarikan lagu ‘Embrace It’ di TikTok ini seketika menjadi viral. Namun, alih-alih fokus pada gerakan tarian yang enerjik, perhatian publik justru tertuju pada pakaian yang dikenakan oleh Ina. Kaus hitam yang ia kenakan terlihat sederhana, namun detail gambar Ka’bah yang dihiasi kristal pada bagian tengahnya menjadi pemicu kontroversi.
Selain itu, terdapat kaligrafi Arab bertuliskan Lafadz Allah dan Nabi Muhammad yang semakin memperparah situasi. Penggunaan crop top yang memperlihatkan bagian perut semakin menambah kekecewaan penggemar. Video TikTok tersebut memicu reaksi keras dengan banyak komentar negatif yang menyoroti nama grup yang dianggap tidak sesuai dengan tindakan tersebut. Mengingat besarnya dampak negatif, BPM Entertainment akhirnya menghapus unggahan tersebut dari semua platform media sosial.
Ina akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar melalui aplikasi komunikasi Bubble. Ia mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas tindakannya, yang disebabkan oleh ketidaktahuannya terhadap simbol-simbol agama, hingga memicu kemarahan penggemar.
“Aku tidak akan mengabaikan hal ini dan akan terus berusaha untuk mengedukasi diriku. Mohon pengertiannya, ada banyak hal di luar kendaliku, tetapi aku akan melakukan yang terbaik untuk belajar. Aku benar-benar minta maaf kepada kalian yang merasa tersakiti, terima kasih sudah meminta pertanggungjawaban kepadaku,” ujar Ina ‘Badvillain’.
Di sisi lain dalam foto yang beredar, member idol K-Pop lainnya, Yujin dari Kep1er, juga terlihat mengenakan kaus yang sama. Warganet pun masih menunggu permintaan maaf dari Yujin dan menaikkan tagar #yujin_apologize_to_muslim.
Belakangan diketahui bahwa kaos tersebut merupakan produk dari brand lokal Korea, 604SERVICE, yang lantas mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis, 28 November 2024 melalui akun Instagram. Brand ini juga telah menghapus produk kontroversial tersebut dari situs resmi mereka dan menariknya dari peredaran.
“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas desain pakaian terbaru kami yang menyinggung banyak pemeluk agama Islam. Kami sangat menyesal atas tindakan kami yang melukai dan menyinggung orang-orang yang menjunjung tinggi keyakinan mereka, dan kami bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan.
Kami tidak pernah bermaksud untuk merendahkan budaya, agama, atau kelompok mana pun, namun kami gagal mempertimbangkan sepenuhnya makna dari beberapa simbol, gambar, dan elemen desain. Akibatnya, kami mengabaikan nilai-nilai yang dihormati banyak pemeluk agama Islam dan menghasilkan sesuatu yang tidak pantas.”