CREATIVEDISC.COM – JAKARTA, Sean “Diddy” Combs kembali terseret skandal mengejutkan setelah mantan asisten eksekutifnya, Phillip Pines, mengajukan gugatan 32 halaman yang menghebohkan.
Dalam dokumen yang diperoleh Rolling Stone pada hari Senin, (24/12) Pines mengungkap detail mengejutkan tentang “Wild King Nights” pesta liar yang dipenuhi narkoba, kekerasan seksual, dan berbagai perilaku tidak senonoh yang diduga terjadi selama masa kerjanya dari 2019 hingga 2021 bersama mogul musik tersebut.
Dalam gugatannya di Pengadilan Tinggi Los Angeles County, Pines mengungkap bahwa ia diperintahkan untuk menyiapkan “tas MVP” sebuah tas Gucci hitam yang berisi berbagai perlengkapan pesta terlarang. Kamar-kamar pribadi dan hotel harus dilengkapi dengan peralatan khusus mulai dari lampu merah, mainan seks, hingga obat-obatan termasuk Plan B dan Cialis.
“Setelah pesta berakhir, saya yang harus membersihkan semua bukti dari noda darah, cairan tubuh, hingga kondom,” ungkap Pines dalam gugatannya. Ia juga mengklaim dipaksa untuk memberikan tip besar kepada petugas kebersihan agar tutup mulut.
Pengacara Combs dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. “Tidak peduli berapa banyak gugatan yang diajukan, fakta tetap bahwa Tn. Combs tidak pernah melakukan kekerasan seksual atau perdagangan manusia,” tegas sang pengacara dalam pernyataan ke Rolling Stone.
Yang lebih mengejutkan, Pines mengaku pernah dipaksa melakukan tindakan seksual di hadapan Combs untuk “membuktikan kesetiaannya.” Ia juga ditugaskan menghapus video-video kompromitif dari perangkat pribadi Combs dengan ancaman pemecatan jika video tersebut sampai terlihat oleh keluarga.
Gugatan ini menambah daftar panjang masalah hukum Combs. Sejak November 2023 ketika mantan kekasihnya Cassandra “Cassie” Ventura mengajukan gugatan pertama yang berujung pada kesepakatan damai, lebih dari 30 penggugat lain telah tampil dengan tuduhan serupa.
Combs kini menghadapi dakwaan pidana terkait pemerasan dan perdagangan seks, meski ia menyatakan tidak bersalah. Persidangan kasusnya dijadwalkan pada Mei 2025.