Album Baru Alessia Cara “Love & Hyperbole” Mewakili Kepercayaan pada Diri Sendiri

Oleh: Achmad Bagas - 18 Feb 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Bagi Alessia Cara, perilisan album barunya “Love & Hyperbole” terasa seperti kembali mengendarai sepeda setelah sekian lama. Penyanyi pemenang Grammy berusia 28 tahun ini mengungkapkan kepada PEOPLE bagaimana album studio keempatnya yang dirilis pada Jumat, (14/2), menjadi cerminan perjalanan kepercayaan dirinya selama empat tahun terakhir sejak album terakhirnya “In the Meantime” (2021).

“Ini sedikit lebih goyang, dan saya lebih gugup karena sudah lama sekali,” ujar Cara dalam wawancara via Zoom. “Rasanya seperti kembali untuk pertama kalinya dengan cara yang aneh.”

Sampul album “Love & Hyperbole” sendiri menggambarkan Cara yang menopang dirinya dengan satu tangan—sebuah visual yang secara implisit merefleksikan tema utama album tersebut.

“Saya benar-benar merasa bahwa selama tiga tahun terakhir saya belajar untuk membuka hati saya untuk mencintai dan memercayai orang lain,” jelas Cara. “Namun, pada akhirnya saya kembali percaya pada diri saya sendiri—dan tidak terlalu percaya bahwa semuanya akan selalu berjalan baik, tetapi lebih percaya bahwa Anda akan baik-baik saja jika dan ketika keadaan tidak baik.”

Selain melalui proses kepercayaan diri, pembuatan album ini juga memberi Cara kesempatan untuk memercayai visi orang lain melalui kolaborasi dengan para kreator seperti Maris Jones, Gaia Maria, dan saudaranya Dario Caracciolo. Mereka bersama-sama menciptakan trailer album dan visual di balik layar sebagai bagian dari kampanye Made By Lenovo dan Intel dalam kemitraan dengan Universal Music Group for Brands.

Saat ditanya tentang proses kreatif di balik pembuatan album ini, Cara mengungkapkan bahwa ia menggunakan banyak warna yang terlihat dalam sinestesianya pengalaman sensorik di mana seseorang dapat “melihat” suara sebagai warna. “Sejujurnya saya menggunakan banyak warna yang saya lihat pada sampul album, itulah sebabnya ada banyak warna hitam dan abu-abu dan warna anggur, merah anggur, dan kemerahan,” jelasnya.

Album yang disusun secara kronologis ini menggambarkan perjalanan emosional Cara selama beberapa tahun terakhir. “Begitu saya mendengarkan semuanya, dan saya sampai di bagian akhir, saya merasa sangat bangga pada diri saya sendiri karena telah berhasil keluar dari lubang-lubang yang mungkin telah saya gali untuk diri saya sendiri dengan cara yang terasa menyenangkan,” ungkapnya.

Dalam refleksi tentang perjalanan 10 tahun karier musiknya, Cara membagikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada dirinya 10 tahun lalu: “Bertahanlah. Orang-orang di sekitarmu, pertahankan mereka,” ujarnya penuh syukur. “Dan kedengarannya klise, ‘Tetaplah hadir sebisa mungkin,’ karena ada banyak waktu di mana saya pikir saya begitu kewalahan sehingga saya tidak dapat memegang atau memahami apa pun atau memproses apa pun.”

Meski menurutnya semakin sulit menentukan daftar lagu untuk konser seiring bertambahnya katalog musik, Cara melihat sisi positifnya. “Keindahan memiliki banyak lagu adalah hanya ada beberapa kunci, hanya beberapa akord, jadi kita bisa mencampur berbagai hal,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang kenangan favorit dari Love & Hyperbole, Cara menjawab dengan antusias, “Menurutku, membuat proyek yang sangat kucintai adalah hal yang paling memuaskan, tanpa harus mengorbankan hal-hal artistik.” Ia menekankan bahwa ia benar-benar bangga dengan hasil karyanya dan dapat berbicara jujur tentang semua single-nya karena mencerminkan perkembangan artistiknya.

Salah satu pembelajaran terbesar yang didapatkan Cara selama proses pembuatan album ini adalah keberanian untuk tampil apa adanya. “Saya belajar untuk tampil apa adanya dan tidak takut mengatakan sesuatu yang mungkin sedikit menakutkan,” katanya. Ia juga mengakui bahwa dulu ia adalah “penulis yang sangat pemalu” yang selalu merasa harus membuktikan diri, namun kini ia telah belajar untuk melepaskan kekhawatiran tersebut.

Bagi Cara, melihat reaksi para penggemar yang telah menunggu selama tiga tahun untuk musik barunya menjadi momen yang paling istimewa. “Selalu menjadi hal yang paling istimewa ketika kamu bisa melihat mereka dan mendengar apa yang mereka pikirkan tentang lagu-lagu ini, dan fakta bahwa mereka menyukainya adalah yang terbaik,” tutupnya dengan penuh apresiasi.

Dengan tur yang akan dimulai pada bulan April, Cara siap membagikan “Love & Hyperbole” kepada para penggemarnya, sambil terus menumbuhkan kepercayaan pada dirinya sendiri dalam perjalanan kreatifnya.

Tags:

Author

Achmad Bagas

More from Creative Disc